PENGELOLAAN keuangan merupakan faktor penting dalam menjaga keberhasilan dan keberlanjutan suatu usaha. Namun, masih banyak wirausaha muda yang belum memiliki kemampuan dalam mengelola keuangan usahanya, terutama dalam melakukan pencatatan transaksi dan menyusun laporan keuangan sederhana.
Kondisi tersebut juga dialami oleh peserta didik Paket C di PKBM Kampoeng Ilmu Center yang sebagian telah memiliki atau sedang merintis usaha. Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), dilakukan pelatihan pengelolaan keuangan dan pembukuan sederhana dengan metode observasi, diskusi, penyampaian materi, praktik pencatatan transaksi, simulasi penyusunan laporan keuangan, serta evaluasi.
Hasil pelatihan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta dalam melakukan pembukuan sederhana, memisahkan keuangan pribadi dan usaha, serta menyusun laporan laba rugi sederhana. Program ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan literasi keuangan dan kemampuan manajerial peserta sebagai calon wirausaha muda.

PENDAHULUAN
Perkembangan dunia usaha menuntut setiap pelaku usaha memiliki kemampuan manajemen, terutama dalam pengelolaan keuangan. Keuangan yang dikelola dengan baik membantu pelaku usaha mengetahui kondisi usahanya, menghitung keuntungan, mengendalikan pengeluaran, dan mengambil keputusan bisnis yang tepat. Sebaliknya, pengelolaan keuangan yang kurang baik dapat menghambat perkembangan usaha.
Masih banyak pelaku usaha mikro dan wirausaha muda yang belum melakukan pencatatan transaksi secara rutin serta mencampurkan keuangan pribadi dengan keuangan usaha. Hal tersebut juga ditemukan pada peserta didik Paket C di PKBM Kampoeng Ilmu Center. Berdasarkan hasil observasi, peserta memiliki minat berwirausaha tetapi masih kurang memahami pengelolaan keuangan dan pembukuan sederhana. Oleh karena itu, dilaksanakan pelatihan sebagai bagian dari kegiatan PKM untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam mengelola keuangan usaha.
RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan analisis situasi permasalahan diatas maka dapat disimpulkan bahwa rumusan masalah, adalah sebagai berikut:
- Bagaimana meningkatkan pemahaman peserta didik Paket C di PKBM Kampoeng Ilmu Center mengenai pentingnya pengelolaan keuangan yang baik?
- Bagaimana meningkatkan keterampilan peserta didik dalam melakukan pencatatan transaksi dan pembukuan sederhana secara sistematis?
- Bagaimana membantu peserta didik menyusun perencanaan keuangan sederhana serta membedakan kebutuhan dan keinginan?
- Bagaimana membekali peserta didik dengan keterampilan penyusunan laporan keuangan sederhana untuk mendukung kegiatan wirausaha muda?
TUJUAN KEGIATAN
Adapun tujuan yang hendak dicapai melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah sebagai berikut:
- Meningkatkan pemahaman peserta didik Paket C tentang pentingnya pengelolaan keuangan dalam kehidupan sehari-hari dan kegiatan usaha.
- Melatih peserta didik agar mampu melakukan pencatatan transaksi dan pembukuan sederhana dengan baik dan teratur.
- Membantu peserta didik memahami cara menyusun perencanaan keuangan sederhana secara bijak dan efektif.
- Membekali peserta didik dengan kemampuan menyusun laporan keuangan sederhana untuk mendukung pengembangan usaha.
TINJAUAN PUSTAKA
Pengelolaan keuangan merupakan proses perencanaan, pencatatan, pengendalian, dan evaluasi seluruh aktivitas keuangan dalam usaha. Pengelolaan yang baik memungkinkan pelaku usaha memanfaatkan sumber daya secara efektif, mengetahui kondisi keuangan usaha, serta menyusun strategi pengembangan yang tepat.
Pembukuan sederhana merupakan pencatatan seluruh transaksi keuangan secara sistematis. Melalui pembukuan, pelaku usaha dapat mengetahui jumlah pendapatan, pengeluaran, keuntungan, serta arus kas. Pencatatan yang teratur juga meningkatkan profesionalisme usaha dan mempermudah akses terhadap pembiayaan.
Literasi keuangan menjadi kemampuan penting bagi pelaku usaha karena berkaitan dengan pengelolaan modal, penyusunan anggaran, pengendalian biaya, serta pengambilan keputusan bisnis. Tingkat literasi yang baik akan membantu pelaku usaha mengurangi risiko kegagalan dan meningkatkan peluang keberhasilan usaha.
Laporan keuangan sederhana, seperti laporan laba rugi dan arus kas, berfungsi memberikan informasi mengenai kondisi dan kinerja usaha. Informasi tersebut menjadi dasar evaluasi dan perencanaan usaha di masa mendatang.
Pelatihan merupakan salah satu strategi efektif dalam meningkatkan kompetensi kewirausahaan. Melalui kombinasi penyampaian materi dan praktik langsung, peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kegiatan usaha sehari-hari.
METODE PELAKSANAAN
Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif yang melibatkan peserta secara aktif dalam setiap tahapan kegiatan.
Tahapan kegiatan meliputi:
- Observasi Awal, untuk mengidentifikasi kebutuhan peserta terkait pengelolaan keuangan usaha.
- Diskusi dan Koordinasi, bersama pihak PKBM untuk menentukan bentuk kegiatan yang sesuai.
- Penyampaian Materi, mengenai pengelolaan keuangan dan pembukuan sederhana.
- Praktik Pembukuan, peserta melakukan pencatatan transaksi usaha menggunakan contoh kasus sederhana.
- Evaluasi dan Pendampingan, untuk mengetahui tingkat pemahaman peserta terhadap materi yang diberikan.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil
Kegiatan PKM di PKBM Kampoeng Ilmu Center berjalan dengan baik dan mendapat respons positif dari peserta. Peserta mengikuti seluruh rangkaian pelatihan dengan antusias, mulai dari penyampaian materi, diskusi, hingga praktik pembukuan sederhana. Sebagian besar peserta mampu memahami cara memisahkan keuangan pribadi dan usaha, mencatat transaksi harian, serta menyusun laporan laba rugi sederhana.
Pembahasan
Pelatihan pengelolaan keuangan dan pembukuan sederhana terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta. Metode pembelajaran yang memadukan teori dengan praktik langsung membantu peserta lebih mudah memahami materi dan menerapkannya dalam kegiatan usaha. Selain meningkatkan kemampuan teknis, pelatihan juga menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pencatatan keuangan sebagai dasar pengambilan keputusan dan pengembangan usaha. Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil meningkatkan literasi keuangan dan kemampuan manajerial peserta.
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Pelatihan pengelolaan keuangan dan pembukuan sederhana berhasil meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran peserta mengenai pentingnya pengelolaan keuangan usaha. Peserta mampu memahami cara memisahkan keuangan pribadi dan usaha, melakukan pencatatan transaksi harian, serta menyusun laporan laba rugi sederhana.
Program ini memberikan manfaat nyata bagi calon maupun pelaku usaha muda karena membantu mereka mengelola usaha berdasarkan informasi keuangan yang lebih akurat. Dengan meningkatnya literasi keuangan, peserta diharapkan mampu menjalankan usaha secara lebih profesional, mengambil keputusan yang lebih tepat, dan menjaga keberlanjutan usahanya.
Saran
- Kegiatan pelatihan pengelolaan keuangan dan pembukuan sederhana perlu dilaksanakan secara berkelanjutan agar peserta dapat meningkatkan pemahaman dan keterampilannya dalam mengelola keuangan usaha.
- Perlu adanya pendampingan lanjutan setelah pelatihan untuk membantu peserta menerapkan pencatatan transaksi dan penyusunan laporan keuangan secara konsisten dalam kegiatan usahanya.
- PKBM Kampoeng Ilmu Center diharapkan dapat terus mengembangkan program literasi keuangan dan kewirausahaan yang sesuai dengan kebutuhan peserta sehingga dapat mendukung pengembangan usaha yang lebih baik.
- Kerja sama antara PKBM, perguruan tinggi, dan pihak terkait perlu ditingkatkan untuk memberikan pelatihan yang lebih beragam dalam bidang kewirausahaan dan pengelolaan usaha.
- Peserta diharapkan menerapkan ilmu yang telah diperoleh selama pelatihan sebagai langkah awal dalam membangun usaha yang lebih terencana, profesional, dan berkelanjutan.
DAFTAR PUSTAKA
Brigham, Eugene F., dan Michael C. Ehrhardt. 2016. Financial Management: Theory & Practice. Edisi 15. Boston, USA: Cengage Learning. 1.200 halaman.
Kasmir. 2017. Analisis Laporan Keuangan. Edisi 1. Jakarta: Rajawali Pers. 374 halaman. ISBN: 978-979-769-216-2.
Mulyadi. 2016. Sistem Akuntansi. Edisi 4. Jakarta: Salemba Empat. 582 halaman. ISBN: 978-979-061-619-6.
Otoritas Jasa Keuangan. 2016. Seri Literasi Keuangan Perguruan Tinggi (9 buku + 1 suplemen). Jakarta: Departemen Literasi dan Inklusi Keuangan, Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen, OJK.
Penulis:
Mochamad Rizky Fadillah
Rania Rahmadini
Wilda Aprilene Siallagan
Mahasiswa Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Pamulang
Dosen Pembimbing Yusran Daeng Matta, S.Si., M.M.







