KESEHATAN mental saat ini menjadi salah satu isu yang semakin banyak mendapat perhatian, terutama di kalangan remaja. Masa remaja merupakan fase penting dalam kehidupan seseorang karena pada periode ini terjadi berbagai perubahan, baik dari segi fisik, emosional, maupun sosial. Tidak jarang perubahan tersebut menimbulkan tekanan yang membuat remaja merasa cemas, bingung, bahkan kesulitan mengelola perasaannya sendiri.
Sayangnya, masih banyak remaja yang menganggap kesehatan mental sebagai hal yang tidak terlalu penting untuk dibahas. Padahal, kesehatan mental memiliki peran besar dalam membentuk cara berpikir, bersikap, dan mengambil keputusan dalam kehidupan sehari-hari.
Melihat dari kondisi tersebut, tim Pengabdian kepada Masyarakat (PMKM) melaksanakan kegiatan edukasi kesehatan mental di SMP Negeri 9 Kota Tangerang Selatan sebagai upaya meningkatkan pemahaman siswa mengenai pentingnya mengenali dan mengelola emosi dengan baik.
Edukasi Sebagai Langkah Preventif bagi Remaja

Kegiatan edukasi dipilih sebagai pendekatan utama karena memberikan kesempatan kepada siswa untuk memperoleh pemahaman yang benar mengenai kesehatan mental sejak dini. Melalui penyampaian materi yang komunikatif dan interaktif, peserta diajak memahami bahwa kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik.
Dalam kegiatan ini, siswa tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga diajak berdiskusi mengenai berbagai situasi yang sering mereka hadapi di lingkungan sekolah maupun kehidupan sehari-hari. Dengan pendekatan yang santai namun tetap edukatif, peserta lebih mudah memahami materi yang disampaikan.
Edukasi seperti ini menjadi langkah preventif yang penting karena mampu membantu remaja mengenali berbagai tantangan emosional sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih serius.
Mengapa Remaja Perlu Belajar Mengelola Emosi?
Emosi merupakan bagian alami dari kehidupan setiap manusia. Perasaan senang, sedih, marah, kecewa, takut, maupun cemas adalah hal yang normal untuk dirasakan. Namun, kemampuan seseorang dalam mengelola emosi akan menentukan bagaimana ia menghadapi berbagai situasi yang terjadi di sekitarnya.
Banyak konflik yang terjadi di lingkungan sekolah maupun pergaulan remaja berawal dari emosi yang tidak dikelola dengan baik. Oleh karena itu, siswa perlu memahami bahwa mengendalikan emosi bukan berarti menahan semua perasaan, melainkan mampu mengekspresikannya dengan cara yang tepat.
Melalui kegiatan ini, peserta diajak untuk mengenali emosinya sendiri, memahami penyebab munculnya emosi tersebut, serta menemukan cara yang sehat untuk merespons berbagai keadaan.
Membangun Kebiasaan Positif untuk Menjaga Kesehatan Mental
Selain memahami emosi, peserta juga diberikan wawasan mengenai berbagai kebiasaan positif yang dapat membantu menjaga kesehatan mental. Beberapa di antaranya adalah menjaga pola hidup seimbang, membangun hubungan sosial yang sehat, memiliki waktu untuk beristirahat, serta melakukan aktivitas yang disukai.
Siswa juga diajak memahami pentingnya berbicara kepada orang yang dipercaya ketika menghadapi masalah. Banyak remaja yang memilih memendam perasaannya karena takut dianggap lemah atau berlebihan. Padahal, berbagi cerita dengan orang tua, guru, teman, atau konselor dapat membantu mengurangi beban pikiran dan memberikan sudut pandang yang lebih baik dalam menyelesaikan masalah.
Kebiasaan-kebiasaan sederhana tersebut diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga kesehatan mental dapat tetap terjaga di tengah berbagai aktivitas dan tantangan yang dihadapi.
Antusiasme Siswa dalam Mengikuti Kegiatan
Kegiatan yang berlangsung di SMP Negeri 9 Kota Tangerang Selatan mendapatkan respons yang sangat positif dari para siswa. Sejak awal kegiatan, peserta terlihat antusias mengikuti materi yang disampaikan.
Hal ini terlihat dari keaktifan siswa saat sesi diskusi dan tanya jawab berlangsung. Banyak peserta yang mengajukan pertanyaan serta berbagi pengalaman mengenai situasi yang pernah mereka alami dalam kehidupan sehari-hari.
Interaksi yang terjalin selama kegiatan menciptakan suasana yang nyaman dan terbuka sehingga peserta lebih mudah memahami bahwa setiap orang memiliki tantangan emosional yang berbeda dan semuanya perlu disikapi dengan cara yang sehat.
Antusiasme peserta menunjukkan bahwa topik kesehatan mental merupakan isu yang dekat dengan kehidupan remaja dan membutuhkan ruang edukasi yang lebih luas agar mereka merasa nyaman untuk memahami serta membicarakannya.
Menumbuhkan Kesadaran Bersama tentang Kesehatan Mental
Salah satu tujuan utama dari kegiatan ini adalah menumbuhkan kesadaran bahwa menjaga kesehatan mental bukan hanya tanggung jawab individu, tetapi juga membutuhkan dukungan dari lingkungan sekitar
Sekolah, keluarga, dan teman sebaya memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi perkembangan remaja. Ketika lingkungan mampu memberikan dukungan yang positif, remaja akan lebih mudah menghadapi berbagai tantangan yang muncul selama masa pertumbuhan mereka.
Oleh karena itu, edukasi kesehatan mental perlu terus dilakukan secara berkelanjutan agar semakin banyak remaja yang memahami pentingnya menjaga kesejahteraan psikologis sejak dini.
Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang dilaksanakan di SMP Negeri 9 Kota Tangerang Selatan, tim PMKM berupaya memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kesadaran kesehatan mental di kalangan remaja. Edukasi mengenai pengelolaan emosi menjadi langkah sederhana namun penting untuk membantu siswa memahami dirinya sendiri dan menghadapi berbagai tantangan dengan lebih baik.
Diharapkan kegiatan ini tidak hanya memberikan pengetahuan baru bagi peserta, tetapi juga menjadi awal terbentuknya lingkungan yang lebih peduli terhadap kesehatan mental. Dengan pemahaman yang baik dan dukungan dari berbagai pihak, remaja dapat tumbuh menjadi generasi yang lebih sehat, percaya diri, serta mampu menghadapi perubahan dan tantangan kehidupan secara positif.
”Kesehatan mental yang baik bukan berarti tidak pernah merasa sedih atau cemas, melainkan mampu memahami, menerima, dan mengelola setiap emosi dengan bijak.”
Penulis:
Siti Najmah Khafizh
Eventiani Suryati Adung
Hafidzah Ajahra
Yohana Natalia Mbeko
Dosen Pembimbing: Fil Isnaeni, S.Pd.I.,M.Pd.I
Mahasiswa Program Studi S-1 Akuntansi Universitas Pamulang







