PERKEMBANGAN teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam kehidupan masyarakat, termasuk anak-anak usia sekolah dasar. Kemudahan penggunaan dompet digital, pembelian dalam aplikasi, serta akses terhadap berbagai platform belanja online membuat anak-anak semakin dekat dengan aktivitas transaksi keuangan. Di satu sisi, perkembangan ini memberikan kemudahan, namun di sisi lain juga menimbulkan risiko perilaku konsumtif apabila tidak diimbangi dengan pemahaman literasi keuangan yang baik.
Pada kasus ini Mahasiswa Universitas Pamulang memanfaatkan kondisi tersebut dengan melakukan Program PMKM (Pengabdian Mahasiswa Kepada Masyarakat) dilatarbelakangi oleh keprihatinan terhadap pola konsumsi anak-anak usia sekolah dasar yang semakin dipengaruhi oleh kemudahan transaksi digital. Maraknya penggunaan dompet digital, pembelian dalam aplikasi, serta godaan belanja online menjadikan anak-anak rentan menghabiskan uang jajan tanpa adanya perencanaan yang matang.
Saat ini, anak-anak tidak hanya menggunakan uang tunai untuk membeli jajanan di sekolah, tetapi juga mulai mengenal berbagai bentuk transaksi digital. Banyak siswa yang tertarik membeli item permainan online, berlangganan konten digital, maupun memesan makanan melalui aplikasi tanpa mempertimbangkan kebutuhan sebenarnya.
Kemudahan transaksi tersebut dapat memicu pengeluaran yang tidak terencana apabila anak-anak belum memahami cara mengelola uang dengan baik. Oleh karena itu, pendidikan literasi keuangan menjadi sangat penting untuk membantu siswa memahami nilai uang, pentingnya perencanaan keuangan, serta dampak dari setiap keputusan pembelian yang mereka lakukan.
Melihat masalah tersebut, Mahasiswa UNPAM hadir sebagai sebuah fase edukasi. Ini bukan sekadar program seremonial mengajak anak sekolah untuk mengatur dan menyisihkan uang. Lebih dari itu, para mahasiswa memaparkan konsep dasar pengelolaan keuangan yang disesuaikan dengan usia anak, meliputi perbedaan antara kebutuhan dan keinginan, cara mencatat pemasukan dan pengeluaran uang jajan secara sederhana, serta pentingnya menabung sebagai kebiasaan positif sejak dini. Materi disajikan secara interaktif melalui permainan edukatif, kuis berhadiah, dan simulasi “belanja cerdas” yang mudah dipahami oleh peserta.
Selain itu, tim mahasiswa juga menyinggung fenomena tren digital yang kerap menjadi pemicu pengeluaran tidak terencana pada anak-anak, seperti pembelian game online, konten berlangganan, hingga jajanan yang dipesan melalui aplikasi pesan antar. Para siswa diajak untuk berpikir kritis sebelum membelanjakan uang dan diajarkan untuk selalu meminta persetujuan orang tua sebelum melakukan transaksi digital apa pun.
Keberhasilan pendidikan keuangan pada anak memerlukan kerja sama antara sekolah dan keluarga. Sekolah berperan memberikan pengetahuan dasar mengenai pengelolaan keuangan, sedangkan orang tua berperan dalam membimbing serta memberikan contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari. Melalui pembiasaan sederhana, seperti memberikan uang jajan sesuai kebutuhan, mengajak anak menabung, dan mendiskusikan cara menggunakan uang secara bijak, orang tua dapat membantu membentuk karakter finansial yang baik sejak dini.
Pengelolaan keuangan merupakan keterampilan penting yang perlu ditanamkan sejak usia sekolah dasar, terutama di tengah perkembangan teknologi digital yang semakin pesat. Melalui edukasi mengenai penggunaan uang jajan, kebiasaan menabung, dan pemanfaatan teknologi secara bijak, anak-anak dapat belajar mengambil keputusan keuangan yang lebih bertanggung jawab.
Kegiatan PMKM yang dilaksanakan oleh mahasiswa Universitas Pamulang menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata dalam meningkatkan literasi keuangan anak-anak. Dengan pemahaman yang baik mengenai pengelolaan keuangan sejak dini, diharapkan siswa dapat tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya melek teknologi, tetapi juga cerdas dan bijak dalam mengelola keuangan mereka.
Penulis:
Refi Rahmah Dinata
Mushab Wafy F
Siti Nur Hasanah







