• ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber
tangselxpress.com
Kamis, 22 Oktober, 2026
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
tangselxpress.com
No Result
View All Result
Home SELEB & GAYA HIDUP FILM & MUSIK

Dukun Magang Tayang 18 Juni 2026, Horor Komedi tentang Kuntilanak Hitam yang Bikin Penasaran

Irina Jusuf by Irina Jusuf
Juni 14, 2026
in FILM & MUSIK, NEWS
Reading Time: 2min read
Dukun Magang Tayang 18 Juni 2026, Horor Komedi tentang Kuntilanak Hitam yang Bikin Penasaran
227
SHARES
2.2k
VIEWS

TANGERANG SELATAN – Film Dukun Magang produksi Dens Vision Multimedia bersama Wahana Pictures siap meramaikan layar bioskop Indonesia mulai 18 Juni 2026. Mengusung genre horor komedi, film ini menawarkan perpaduan antara teror supranatural dan humor yang menghibur.

Disutradarai oleh Chiska Doppert, Dukun Magang hadir dengan cerita yang ditulis oleh Endik Koeswoyo, Mo Sidik, dan Adi Nugroho. Sementara proses produksinya berada di bawah arahan produser Sahrul Gibran dan Jems Sumartumin.

Film ini mengangkat kisah tentang benturan antara cara pandang modern dengan tradisi mistis yang masih hidup di tengah masyarakat. Tokoh utama bernama Raka Mahardika, yang diperankan Jefan Nathanio, digambarkan sebagai mahasiswa tingkat akhir yang tidak percaya pada hal-hal berbau gaib.

Masalah muncul ketika proposal skripsinya terus ditolak dosen pembimbing. Demi menyelesaikan kuliah, Raka akhirnya memilih topik penelitian yang selama ini paling ia hindari, yakni praktik perdukunan.

BACA JUGA :  Film Dendam Malam Kelam, Kisah Trauma Masa Lalu dan Luka Batin yang Tak Pernah Sembuh

Dalam menjalankan penelitian tersebut, Raka ditemani oleh Boiman yang diperankan Fajar Nugra serta Sekar yang dimainkan Hana Saraswati. Bersama-sama mereka melakukan observasi ke Desa Kalimati, daerah terpencil yang masih memegang teguh berbagai ritual mistis.

Apa yang awalnya hanya menjadi tugas akademik perlahan berubah menjadi pengalaman mengerikan. Raka tanpa sengaja membangkitkan Kuntilanak Hitam, sosok gaib kuat yang selama ini disegel oleh warga desa.

Sejak saat itu, berbagai gangguan supranatural mulai menghantui mereka. Peristiwa-peristiwa misterius yang terjadi membuat Raka mulai meragukan keyakinannya sendiri terhadap dunia gaib.

Meski menghadirkan unsur horor yang cukup kental, film ini juga diperkuat oleh deretan komedian dan aktor yang menghadirkan banyak adegan menggelitik. Kehadiran Mamang Osa, Dodit Mulyanto, Wira Nagara, hingga Adi Sudirja sebagai dukun eksentrik bernama Mbah Djambrong menjadi salah satu daya tarik utama film ini.

BACA JUGA :  Air Mata di Ujung Sajadah 2 Resmi Diluncurkan, Hadirkan Kisah Ibu yang Lebih Menggetarkan

Fajar Nugra mengungkapkan bahwa unsur komedi dalam Dukun Magang telah dipersiapkan secara matang sejak proses penulisan naskah hingga sesi reading para pemain.

“Semua komedi sudah dibuat sebelum syuting, di proses menulis dan diproses reading. Syuting tinggal jalanin apa yang sudah dibuat. Jadi saat syuting bisa fokus sama acting dan gimana cara bawain karakternya, karena komedinya sudah matang sebelum syuting,” kata Fajar dikutip Sabtu, 13 Juni.

Sementara itu, Jefan Nathanio mengaku menghadapi tantangan tersendiri selama proses syuting. Selain mendalami karakter Raka yang ambisius dan penuh sindiran, ia juga harus beradaptasi dengan kondisi cuaca yang tidak menentu selama pengambilan gambar di luar kota.

“Tantangan terbesar lebih ada di waktu syuting yang lumayan padat, karena di sana kita syuting di luar kota, yang di mana kita enggak tahu cuaca seperti apa. Karena itu salah satu tantangan terbesar juga sih, tapi selebihnya enjoy banget,” tutur Jefan.

BACA JUGA :  Film “Keluarga Suami adalah Hama” Diangkat ke Layar Lebar, Mengisahkan Potret Pahit Rumah Tangga Modern

Selain cerita dan unsur komedinya, film ini juga menarik perhatian karena mengangkat mitologi lokal mengenai tingkatan kekuatan kuntilanak. Sosok Kuntilanak Hitam yang menjadi pusat cerita disebut memiliki kekuatan berbeda dibandingkan gambaran kuntilanak yang selama ini dikenal masyarakat.

“Untuk kuntilanak, memang ternyata selama ini kan yang kita tahu kuntilanak tuh gitu aja bentuknya. Warnanya putih, rambutnya panjang, adanya di atas pohon. Tapi setelah kita pelajari lebih lanjut, ternyata kuntilanak itu bisa beda warnanya sesuai dengan kekuatannya. Ada yang merah, ada yang hitam,” ujar Hana.

Tags: Film IndonesiaFilm komedi Indonesia
Previous Post

Ruben Onsu Unggah Ulang Video Giorgio Antonio di Rumah Sarwendah, Sindiran Halus Jadi Sorotan

Next Post

Peran Teori Permintaan dan Penawaran dalam Menentukan Harga Pasar

Related Posts

Bali Tech Week 2026 Hadirkan 900 Pertemuan Bisnis, Tangsel Soroti Kolaborasi Digital
TANGERANG SELATAN

Bali Tech Week 2026 Hadirkan 900 Pertemuan Bisnis, Tangsel Soroti Kolaborasi Digital

Oktober 22, 2026
2.4k
Lindungi Pantai Utara Jawa dari Abrasi, BRI Tanam 30 Ribu Bibit Mangrove dan Manfaatkan Sampah Jadi Pemecah Ombak Melalui Program BRI Peduli
ADVERTORIAL

Lindungi Pantai Utara Jawa dari Abrasi, BRI Tanam 30 Ribu Bibit Mangrove dan Manfaatkan Sampah Jadi Pemecah Ombak Melalui Program BRI Peduli

Oktober 22, 2026
2.4k
Tangsel Diwaspadai Jadi Kota Transit TPPO, Pemkot Perkuat Pengawasan RT/RW
TANGERANG SELATAN

Tangsel Diwaspadai Jadi Kota Transit TPPO, Pemkot Perkuat Pengawasan RT/RW

Oktober 22, 2026
2.4k
Hari Santri 2026, Kemenag Luncurkan 5 Program Prioritas: Ada Satgas Anti-Kekerasan hingga Dakwah Digital
NASIONAL

Hari Santri 2026, Kemenag Luncurkan 5 Program Prioritas: Ada Satgas Anti-Kekerasan hingga Dakwah Digital

Oktober 22, 2026
2.5k
Pemkot Tangsel Latih Ibu-Ibu Manfaatkan AI, Gandeng Pakar Teknologi Onno W. Purbo
TANGERANG SELATAN

Pemkot Tangsel Latih Ibu-Ibu Manfaatkan AI, Gandeng Pakar Teknologi Onno W. Purbo

Oktober 22, 2026
2.4k
Tumbuh dari Usaha Sederhana, BRILink Agen Nilam Sari Kini Kelola 15 Gerai di Medan
ADVERTORIAL

Tumbuh dari Usaha Sederhana, BRILink Agen Nilam Sari Kini Kelola 15 Gerai di Medan

Oktober 22, 2026
2.4k
Next Post
Peran Teori Permintaan dan Penawaran dalam Menentukan Harga Pasar

Peran Teori Permintaan dan Penawaran dalam Menentukan Harga Pasar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber

© 2022 TangselXpress.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING

© 2022 TangselXpress.com