JAKARTA – Kenaikan harga tersebut berlaku untuk sejumlah produk bensin, sementara produk diesel masih dipertahankan pada level sebelumnya.
Berdasarkan informasi yang diunggah melalui akun Instagram resmi bp Indonesia dan diakses dari Jakarta pada Rabu, harga BP 92 mengalami kenaikan signifikan dari Rp12.390 per liter yang berlaku sejak Maret 2026 menjadi Rp16.670 per liter.
Kenaikan juga terjadi pada produk BP Ultimate. Harga BBM dengan oktan lebih tinggi tersebut naik dari Rp12.930 per liter menjadi Rp17.240 per liter.
Sementara itu, harga BBM jenis solar, yakni BP Ultimate Diesel, tidak mengalami perubahan dan tetap dipasarkan dengan harga Rp25.060 per liter sejak awal Juni 2026.
Di sisi lain, PT Pertamina (Persero) juga mengumumkan penyesuaian harga untuk sejumlah produk BBM non-subsidi yang mulai berlaku pada 10 Juni 2026.
Berdasarkan keterangan resmi perusahaan yang diterima di Jakarta pada Selasa (9/6), harga Pertamax (RON 92) naik dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter. Adapun Pertamax Green 95 (RON 95) mengalami kenaikan dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter.
Meski demikian, Pertamina memastikan tidak seluruh produk BBM mengalami kenaikan harga. Beberapa jenis bahan bakar lainnya masih dipasarkan dengan harga yang sama seperti sebelumnya.
Untuk wilayah Jabodetabek, harga Pertamax Turbo (RON 98) tetap berada di level Rp20.750 per liter. Sementara Dexlite (CN 51) masih dijual Rp23.000 per liter dan Pertamina Dex (CN 53) bertahan pada harga Rp24.800 per liter.
Adapun BBM bersubsidi tidak mengalami perubahan harga. Pertalite tetap dipasarkan seharga Rp10.000 per liter, sedangkan Biosolar masih dijual Rp6.800 per liter.
Kenaikan harga pada produk BBM non-subsidi ini menjadi perhatian masyarakat karena berpotensi memengaruhi biaya transportasi dan pengeluaran harian pengguna kendaraan bermotor.







