JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah menyiapkan pos kesehatan di kawasan Arafah dan Mina guna memastikan pelayanan medis bagi jemaah haji dapat berjalan cepat dan optimal selama puncak ibadah haji atau fase Armuzna.
“Kami menyiagakan masing-masing satu pos kesehatan Indonesia di Arafah dan di Mina untuk memastikan layanan kesehatan dapat diberikan secara cepat dan optimal selama fase Armuzna,” ujar Juru Bicara Kemenhaj, Maria Ulfa Assegaf, dikutip Senin, 25 Mei.
Maria menjelaskan sebanyak 657 petugas Satgas Arafah telah ditempatkan di sejumlah titik layanan guna mendukung kelancaran operasional selama puncak haji berlangsung.
Petugas tersebut terdiri dari tim adhoc Arafah, koordinator markas, pengawas konsumsi, hingga unsur layanan lainnya yang bertugas memastikan pelayanan transportasi, akomodasi, konsumsi, kesehatan, bimbingan ibadah, dan perlindungan jemaah berjalan maksimal.
Selain itu, Maria juga mengimbau para jemaah untuk saling membantu dan peduli satu sama lain selama menjalankan rangkaian ibadah haji.
“Jika melihat jamaah yang tampak kebingungan, kelelahan, atau terpisah dari rombongan, mohon segera dibantu dan dilaporkan kepada petugas terdekat,” katanya.
Kemenhaj menyebut jemaah haji Indonesia mulai diberangkatkan secara bertahap dari hotel menuju Arafah pada Senin, 25 Mei bertepatan dengan 8 Dzulhijjah 1447 Hijriah, untuk menjalani rangkaian puncak ibadah haji.
Pergerakan jemaah menuju Arafah dibagi ke dalam tiga tahap keberangkatan, yakni pukul 07.00, 11.30, dan 16.30 waktu Arab Saudi.
Pemerintah juga mengingatkan jemaah agar mengikuti jadwal yang telah ditentukan, tidak berjalan sendiri, tidak mendahului rombongan, serta selalu mematuhi arahan petugas kloter, sektor, maupun pembimbing ibadah demi menjaga keamanan dan kelancaran proses Armuzna.







