JAKARTA– Pemerintah resmi membuka rekrutmen besar-besaran untuk mendukung program penguatan ekonomi desa dan kawasan pesisir melalui Koperasi Desa Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih.
Sebanyak 35.476 formasi disiapkan pada tahap awal. Proses seleksi ditegaskan berlangsung transparan, bebas biaya, dan tanpa praktik titipan.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan atau Zulhas, menyebut rekrutmen ini menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan pangan nasional yang saat ini dinilai dalam kondisi aman.
“Program pemerintah pangan, alhamdulillah soal beras kita sudah bisa atasi. Apa pun yang terjadi di belahan dunia, kalau makan aman, Insyaallah,” ujar Zulhas dalam konferensi pers, Rabu (15/4/2026).
Ia menjelaskan, keberhasilan menjaga ketersediaan pangan harus diikuti penguatan struktur ekonomi hingga tingkat desa. Karena itu, pemerintah mendorong pembentukan Koperasi Desa Merah Putih secara masif di seluruh Indonesia.
Hingga pertengahan 2026, pemerintah menargetkan terbentuk lebih dari 30.000 koperasi desa dan kelurahan. Sementara itu, Kampung Nelayan Merah Putih ditargetkan mencapai 1.369 lokasi hingga akhir tahun.
“Kita bergerak ke tahap yang lebih kokoh. Ini semua berbasis koperasi sebagai penggerak ekonomi rakyat,” katanya.
Untuk mendukung program tersebut, rekrutmen dilakukan melalui Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) Program Hasil Terbaik Cepat Presiden.
Pada tahap pertama, tersedia 35.476 formasi yang terdiri dari:
- 30.000 posisi Manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih
- 5.476 posisi Pengelola Kampung Nelayan Merah Putih
Peserta yang lolos seleksi akan berstatus sebagai pegawai BUMN dengan skema Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) selama dua tahun. Setelah itu, mereka akan melanjutkan pengelolaan koperasi secara mandiri di daerah.
“Setelah masa kontrak dua tahun di BUMN, jika serah terimanya tepat, mereka akan melanjutkan di koperasi desa,” jelas Zulhas.
Adapun persyaratan umum meliputi lulusan D3 hingga S1 dari semua jurusan, dengan batas usia maksimal 35 tahun dan IPK minimal 2,75. Pendaftaran dibuka mulai 15 hingga 24 April 2026 melalui kanal resmi pemerintah.
Dalam proses seleksi, pemerintah juga memprioritaskan keterlibatan masyarakat lokal. Jika terdapat peserta dengan nilai setara, maka kandidat dari daerah penempatan akan diutamakan.
“Supaya efisien dan lebih memahami kondisi lokal,” ujar Zulhas.
Selain itu, operasional koperasi nantinya juga akan melibatkan tenaga pendukung dari masyarakat sekitar, termasuk keluarga penerima Program Keluarga Harapan (PKH).
“Kalau bisa, kita utamakan dari keluarga kurang mampu agar sekaligus mengentaskan kemiskinan,” tambahnya.
Rekrutmen ini melibatkan kolaborasi lintas kementerian dan lembaga, di antaranya Kementerian BUMN, Kementerian Keuangan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian PANRB, serta Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Pemerintah daerah juga diminta aktif menyosialisasikan dan mengawal pelaksanaan program di lapangan.
Zulhas mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap penipuan yang mengatasnamakan rekrutmen ini. Ia menegaskan seluruh proses seleksi tidak dipungut biaya.
“Tidak ada jalur khusus, tidak ada titipan, dan tidak ada pihak yang bisa menjamin kelulusan. Kalau ada yang minta uang, itu penipuan,” tegasnya.
Ia juga mengungkap adanya modus penipuan dengan mencatut nama dan foto pejabat untuk meminta sejumlah uang kepada calon peserta.
“Sudah ramai, ada yang minta Rp5 juta sampai Rp10 juta. Bahkan pakai foto saya. Itu semua tidak benar,” ujarnya.
Program Koperasi Desa Merah Putih diharapkan menjadi tonggak kebangkitan ekonomi desa dan pesisir. Zulhas pun mengajak generasi muda untuk berperan aktif.
“Inilah saatnya putra-putri terbaik bangsa hadir di desa dan kampung nelayan, membangun Indonesia dari akar yang paling kuat,” pungkasnya.







