KUALA LUMPUR – Malaysia tengah bersiap melakukan lompatan besar dalam transformasi digital dengan menargetkan diri sebagai negara berbasis kecerdasan buatan (AI) pada tahun 2030. Langkah awalnya dimulai dengan pembangunan kota AI yang akan dirintis mulai tahun ini.
Perdana Menteri Anwar Ibrahim menegaskan bahwa saat ini Malaysia berada di fase krusial untuk beralih dari konsep kota pintar menuju kota berbasis AI yang lebih strategis dan terintegrasi.
“Peralihan ini bukan sekadar penerapan teknologi baru, tetapi menuntut transformasi menyeluruh dalam cara kita merencanakan, mengelola, dan mengatur kota agar lebih efisien, tangguh, serta berbasis data,” ucap PM Anwar Ibrahim dikutip Jumat, 10 April 2026.
Menurut Anwar, transformasi ini membutuhkan ekosistem yang kuat, mulai dari tata kelola data dan AI yang aman, infrastruktur digital yang mumpuni, hingga pengembangan talenta lokal serta regulasi yang mendukung inovasi secara bertanggung jawab.
Pemerintah menunjuk Kementerian Digital sebagai koordinator utama yang akan bekerja sama dengan berbagai lembaga untuk memastikan implementasi berjalan efektif dan berdampak luas bagi masyarakat.
Sebelumnya, Kementerian Digital Malaysia juga telah meluncurkan Government Innovation Initiative (GII), sebuah program strategis nasional yang dirancang untuk mendorong inovasi di sektor publik dan mempercepat transformasi digital negara.
Inisiatif ini tidak hanya berfokus pada konsep, tetapi juga implementasi nyata dengan menghadirkan solusi atas berbagai permasalahan publik. Selain itu, GII juga mendorong pengembangan teknologi lokal agar ekosistem AI dalam negeri semakin kuat dan mampu bersaing di tingkat global.







