TANGERANG SELATAN – Menunaikan ibadah haji bukan sekadar perjalanan spiritual, tetapi juga membutuhkan kesiapan fisik yang matang. Aktivitas seperti berjalan jauh, berdesakan, hingga menghadapi suhu panas ekstrem membuat kondisi tubuh harus benar-benar prima.
Dokter spesialis kedokteran olahraga, Andi Kurniawan, menekankan pentingnya latihan fisik sejak jauh hari sebelum keberangkatan. Ia menyebut jemaah haji harus memiliki daya tahan tubuh yang kuat karena aktivitas selama di Tanah Suci cukup menguras energi.
“Ibadah haji membutuhkan ketahanan fisik luar biasa. Jemaah diperkirakan berjalan kaki antara 5 hingga 15 kilometer per hari dalam suhu yang ekstrem. Untuk itu, beberapa latihan perlu dilakukan,” kata Andi.
Latihan aerobik seperti jalan cepat menjadi pilihan utama untuk meningkatkan stamina. Latihan ini disarankan dilakukan selama 30–60 menit, sebanyak 3–5 kali dalam seminggu, dan dimulai minimal tiga bulan sebelum keberangkatan. Selain meningkatkan daya tahan jantung, latihan ini juga membantu tubuh lebih efisien dalam menyerap oksigen.
Tak hanya itu, latihan kekuatan otot juga penting, khususnya untuk bagian bawah tubuh seperti paha dan betis. Hal ini diperlukan agar tubuh tetap stabil saat menjalani rangkaian ibadah seperti tawaf dan sa’i.
“Latihan seperti squat atau lunges sangat membantu,” pungkasnya.
Untuk meminimalkan risiko cedera, calon jemaah juga dianjurkan melakukan simulasi berjalan kaki dengan alas kaki yang akan digunakan saat berhaji. Cara ini dapat membantu kaki beradaptasi sekaligus mencegah lecet.
Selain latihan, asupan cairan dan nutrisi juga harus diperhatikan. Jemaah diimbau untuk rutin minum air tanpa menunggu rasa haus, mengingat suhu tinggi dapat meningkatkan risiko dehidrasi.
“Jangan menunggu haus. Suhu tinggi meningkatkan risiko dehidrasi yang dapat memperburuk kondisi metabolik. Targetkan minum 200–300 ml setiap jam saat beraktivitas,” tambahnya lagi.
Untuk menjaga energi, konsumsi makanan bergizi seimbang sangat dianjurkan, terutama yang mengandung karbohidrat kompleks dan protein. Sebaliknya, makanan pedas dan berminyak sebaiknya dibatasi agar tidak mengganggu pencernaan.
Di Tanah Suci, jamaah juga disarankan mengatur aktivitas dengan baik. Di luar waktu ibadah utama, istirahat di tempat yang sejuk menjadi langkah penting untuk menjaga stamina dan menghindari kelelahan akibat cuaca panas.







