SUMEDANG – Seorang pria bernama Juanda (23) ditemukan tewas bersimbah darah di Dusun Bojong Gawul, Desa Girimukti, Kecamatan Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang, Minggu (22/2) pagi.
Korban yang merupakan warga Dusun Dangdeur, Desa Baginda, Kecamatan Sumedang Selatan itu diduga menjadi korban tindak pidana pencurian dengan kekerasan saat hendak melakukan transaksi jual beli telepon genggam secara cash on delivery (COD).
Peristiwa tragis tersebut terjadi sekitar pukul 05.30 WIB. Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, korban sempat terlihat duduk di atas sepeda motor di depan salah satu rumah warga.
Korban juga sempat berbincang singkat dengan warga sekitar sebelum tiba-tiba darah terlihat keluar dari tubuhnya. Tak lama kemudian, korban tergeletak di tanah dalam kondisi tidak bernyawa.
Salah seorang warga menyebutkan, situasi awalnya tampak biasa saja hingga akhirnya suasana berubah panik saat korban roboh dan diketahui mengalami luka serius. Warga kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwajib.
Sementara itu, jajaran Polres Sumedang bergerak cepat mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Kapolsek Sumedang Utara AKP Kiki Hartaki Kadarustamim menjelaskan bahwa pihaknya telah mengamankan sejumlah keterangan saksi dan membawa jenazah korban ke Rumah Sakit Sartika Asih guna dilakukan autopsi untuk memastikan penyebab kematian secara medis.
“Personel kami langsung mendatangi lokasi, melakukan olah TKP, serta mengamankan keterangan para saksi. Korban juga telah dibawa untuk dilakukan autopsi guna penyelidikan dan memastikan penyebab kematian secara medis,” ujarnya.
Penanganan kasus kini dilakukan oleh Satuan Reserse Kriminal Polres Sumedang untuk penyelidikan lebih lanjut. Polisi masih mendalami kronologi kejadian serta memburu pihak yang diduga bertanggung jawab atas kematian korban.
Kepolisian juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat melakukan transaksi COD, memilih lokasi yang aman dan terbuka, serta tidak mudah percaya kepada orang yang belum dikenal. Warga diminta tetap tenang dan tidak berspekulasi terkait peristiwa tersebut, serta mempercayakan sepenuhnya proses penanganan kepada pihak kepolisian.







