JAKARTA – Seorang warga negara asing (WNA) asal Jepang berinisial KH (59) ditemukan tewas di sebuah hotel di kawasan Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (18/2/2026) pagi. Korban ditemukan dalam posisi terlentang di atas tempat tidur kamar hotelnya.
Kapolsek Metro Gambir AKBP Agus Ady Wijaya menjelaskan, jenazah korban pertama kali ditemukan sekitar pukul 07.57 WIB.
“Korban berinisial KH (59), berjenis kelamin laki-laki, asal Jepang,” kata Agus dalam keterangannya, Jumat (20/2/2026).
Agus memaparkan, kronologi penemuan jenazah bermula saat saksi berinisial R (26), seorang agen travel, turun ke lobi hotel pada pukul 07.44 WIB untuk bertemu dengan pemandu wisata.
Saat itu, berdasarkan informasi yang diterimanya, masih ada tiga orang anggota rombongan yang belum siap, salah satunya korban.
Sekitar pukul 07.55 WIB, saksi R bersama saksi S yang merupakan petugas keamanan hotel serta seorang rekan korban menuju kamar KH. Mereka kemudian mengetuk pintu kamar, tetapi tidak ada jawaban dari dalam.
Karena pintu kamar terkunci dari dalam, saksi R meminta bantuan pihak hotel untuk membukanya.
Sekitar pukul 07.57 WIB, pintu kamar berhasil dibuka. Para saksi kemudian mengecek kondisi korban dengan memeriksa pernapasan melalui hidung, namun tidak ditemukan respons.
Atas kejadian tersebut, saksi melaporkan temuan itu kepada manajemen hotel yang selanjutnya diteruskan ke pihak kepolisian Polsek Metro Gambir.
Sekitar pukul 09.00 WIB, piket fungsi Polsek Metro Gambir tiba di lokasi bersama tim Inafis Polres Metro Jakarta Pusat untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
“Selanjutnya sekitar pukul 10.30 WIB, korban dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo untuk penanganan lebih lanjut,” ujar Agus.
Berdasarkan keterangan saksi, korban merupakan bagian dari rombongan berjumlah 24 orang yang dijadwalkan melakukan kunjungan ke Suzuki Indomobil Tambun, Jawa Barat.
Dari hasil pengecekan awal tim identifikasi di lokasi, polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Terkait peristiwa ini, pihak kepolisian juga telah berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Jepang di Indonesia guna penanganan lebih lanjut.







