PAPUA SELATAN – Insiden penembakan pesawat milik PT Smart Air Aviation dengan nomor registrasi PK-SNR mengguncang wilayah Papua Selatan pada Rabu (11/2/2026). Peristiwa tragis tersebut terjadi sesaat setelah pesawat mendarat di Lapangan Terbang Karowai, Distrik Kombai, Kabupaten Boven Digoel, dan menewaskan dua awak pesawat.
Pesawat Smart Air diketahui lepas landas dari Bandara Tanah Merah pada pukul 10.35 WIT dengan tujuan Lapangan Terbang Korowai Batu di Kampung Danowage, Distrik Yaniruma. Sekitar pukul 11.00 WIT, Polres Boven Digoel menerima laporan adanya penembakan terhadap pesawat yang baru saja mendarat di lokasi tujuan. Serangan diduga berasal dari arah hutan di sekitar lapangan terbang.
Saat mendarat, pesawat yang dikemudikan Kapten Egon Erawan bersama Kopilot Kapten Baskoro Adi Anggoro langsung menjadi sasaran tembakan. Pada saat kejadian, pesawat mengangkut 13 penumpang. Rentetan tembakan yang menghantam badan pesawat memicu kepanikan. Pilot, kopilot, serta seluruh penumpang berupaya menyelamatkan diri dengan berlari menuju area hutan di sekitar lapangan terbang.
Namun beberapa jam kemudian, tepatnya pukul 13.27 WIT, aparat menerima laporan adanya korban jiwa. Berdasarkan informasi awal, pilot dan kopilot diduga sempat dikejar oleh para pelaku sebelum akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Kepala Operasi Satgas Damai Cartenz menyampaikan bahwa kedua awak sempat melarikan diri, namun kemudian ditemukan dan dibawa kembali ke area lapangan terbang sebelum tewas.
Dua kru pesawat yang gugur dalam insiden tersebut adalah Kapten Egon Erawan selaku pilot dan Kapten Baskoro Adi Anggoro sebagai kopilot. Proses evakuasi jenazah dilakukan oleh tim gabungan sejak Kamis (12/2/2026) dengan pengamanan ketat, mengingat situasi di lokasi kejadian masih rawan. Setelah berhasil dievakuasi, jenazah dibawa ke RSUD Timika untuk proses identifikasi dan autopsi, sebelum direncanakan diterbangkan ke Jakarta untuk diserahkan kepada pihak keluarga.
Sementara itu, kondisi 13 penumpang pesawat dilaporkan selamat. Dalam laporan awal, status penumpang sempat belum dapat dipastikan. Namun perkembangan terbaru menyebutkan seluruh penumpang, termasuk seorang balita, berhasil menyelamatkan diri dan telah kembali ke rumah masing-masing. Aparat masih melakukan verifikasi lanjutan guna memastikan seluruh penumpang benar-benar dalam kondisi aman.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, Polda Papua bersama Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 segera melakukan konsolidasi dan mengirimkan tim ke lokasi kejadian. Tim dipimpin langsung oleh Wakapolda Papua dengan fokus pada pengamanan wilayah, olah tempat kejadian perkara, serta pendalaman terhadap pelaku penembakan.
Akses menuju Lapangan Terbang Karowai yang berada di wilayah terpencil menjadi tantangan tersendiri dalam proses evakuasi dan penyelidikan. Kondisi geografis serta keterbatasan sarana transportasi membuat aparat harus bekerja ekstra untuk memastikan penanganan kasus berjalan optimal. Aparat menegaskan bahwa pengamanan wilayah dan keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam penanganan insiden ini.







