KABUPATEN TANGERANG– Warga Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, bernama Nur Afni Afriyanti meminta bantuan Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) untuk dipulangkan dari Arab Saudi. Afriyanti mengaku menjadi korban dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang diberangkatkan secara ilegal ke luar negeri.
Permintaan tersebut beredar luas di media sosial melalui sebuah video berdurasi 39 detik. Dalam video itu, Afriyanti yang mengenakan kerudung cokelat menyebut dirinya diberangkatkan oleh oknum perusahaan jasa penyalur tenaga kerja PT Bahana.
“Saya diberangkatkan oleh sponsor Ibu Harti dari PT Bahana. Saya di sini sakit dan sekarang sudah tidak kuat lagi bekerja,” ujar Afriyanti dalam video yang dikutip dari rri.co.id, Selasa (3/2/2026).
Ia mengaku mengalami pendarahan dan telah menjalani isolasi selama lebih dari tiga bulan. Dalam kondisi tersebut, Afriyanti memohon bantuan pemerintah agar dapat kembali ke Indonesia.
“Kepada Menteri Perlindungan Migran, saya mohon bantuannya Pak, saya ingin pulang ke Indonesia,” ucapnya.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Tangerang, Rudi Hartono, membenarkan bahwa perempuan dalam video tersebut merupakan warganya yang berasal dari Pakuhaji.
“Benar, yang bersangkutan adalah warga Kabupaten Tangerang. Berdasarkan hasil penelusuran kami, Afriyanti merupakan korban penyaluran tenaga kerja secara ilegal,” kata Rudi.
Ia menjelaskan, Afriyanti diberangkatkan secara nonprosedural oleh agen penyalur tenaga kerja dan bekerja di Arab Saudi sebagai asisten rumah tangga.
“Dia diberangkatkan secara ilegal oleh agen penyalur tenaga kerja. Pekerjaannya di Saudi sebagai asisten rumah tangga,” ujarnya.
Rudi menambahkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait untuk mengupayakan pemulangan Afriyanti ke Tanah Air.
“Kami sudah berkoordinasi dengan KP2MI untuk memohon bantuan pemulangan warga kami,” ucapnya.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Tangerang saat ini juga tengah menelusuri keberadaan oknum agen penyalur tenaga kerja yang memberangkatkan Afriyanti secara ilegal, termasuk pihak sponsor yang disebut dalam video.
“Kami sedang mencari sponsornya untuk dimintai pertanggungjawaban. Namun, kami tetap berharap bantuan penuh dari pemerintah pusat,” pungkas Rudi.







