• ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber
tangselxpress.com
Kamis, 22 Oktober, 2026
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
tangselxpress.com
No Result
View All Result
Home SELEB & GAYA HIDUP KESEHATAN

Dokter Ingatkan Bahaya Virus Nipah, Infeksi Langka yang Menyerang Otak Manusia

Irina Jusuf by Irina Jusuf
Februari 1, 2026
in KESEHATAN, NEWS
Reading Time: 2min read
Dokter Ingatkan Bahaya Virus Nipah, Infeksi Langka yang Menyerang Otak Manusia
257
SHARES
2.4k
VIEWS

TANGERANG SELATAN – Virus Nipah di India tergolong penyakit langka, mematikan, namun ironisnya sering luput dari perhatian publik. Masyarakat India umumnya lebih mengenal penyakit seperti demam berdarah, malaria, COVID-19, hingga Zika. Sebaliknya, ketika nama Nipah disebut, tak sedikit yang justru kebingungan.

Padahal, Nipah termasuk salah satu virus paling mematikan yang pernah tercatat dan bukan ancaman baru di India. Virus ini telah muncul lebih dari satu kali dalam beberapa dekade terakhir.

Nipah merupakan virus zoonosis yang menular dari hewan ke manusia, dengan kelelawar buah sebagai inang utama. Hewan tersebut tidak menunjukkan gejala sakit, namun dapat menyebarkan virus melalui air liur, urine, atau buah yang telah dimakan sebagian. Manusia bisa terinfeksi melalui konsumsi buah terkontaminasi, minum air nira pohon palem mentah, maupun kontak erat dengan pasien yang terinfeksi.

BACA JUGA :  Virus Nipah Menyerang Bertahap, Ini Urutan Gejala yang Perlu Diwaspadai

Sejak Desember 2025, dua kasus infeksi Nipah dilaporkan di Bengal Barat. Situasi ini mendorong sejumlah negara Asia memperketat pengawasan di pintu masuk internasional. Thailand dan Nepal, misalnya, meningkatkan skrining kesehatan bagi penumpang dari wilayah terdampak.

India sendiri memiliki riwayat panjang terkait Nipah. Wabah pertama tercatat pada awal 2000-an di Bengal Barat, dekat perbatasan Bangladesh. Selanjutnya, kasus kembali muncul di Kerala mulai 2018, yang kemudian mengalami beberapa wabah kecil dan kasus sporadis hingga beberapa tahun terakhir.

Setelah menginfeksi manusia, kondisi pasien dapat memburuk dalam waktu singkat. Gejala awal meliputi demam, sakit kepala, gangguan pernapasan, dan rasa kantuk berlebihan. Pada banyak kasus, infeksi berkembang menjadi peradangan otak dengan tingkat kematian yang tinggi—bahkan lebih dari setengah pasien meninggal dunia dalam beberapa wabah.

BACA JUGA :  Indonesia Emas 2045, GP Ansor Luncurkan LMS Ansor University

“Nipah awalnya bereplikasi di saluran pernapasan bagian atas sebelum menyebar ke aliran darah. Dari sana, virus dapat menyerang sistem kardiovaskular dan berbagai organ lainnya,” ujar Dr. Deep Das, ahli neurologi di CK Birla Hospitals, dikutip dari Times of India.

Menurut Dr. Das, salah satu karakteristik paling berbahaya dari virus Nipah adalah kemampuannya merusak pembuluh darah. Peradangan yang ditimbulkan memungkinkan virus menembus penghalang darah-otak dan menginfeksi otak.

“Virus Nipah memicu peradangan otak ekstrem yang menyebabkan pembengkakan dan berkembang menjadi ensefalitis,” jelasnya.

Infeksi Nipah biasanya diawali demam, nyeri otot, dan sakit kepala, lalu dapat berkembang menjadi kebingungan, kejang, penurunan kesadaran, hingga koma. Pembengkakan otak yang parah membuat tubuh kehilangan kendali atas fungsi vital seperti pernapasan dan detak jantung.

BACA JUGA :  Persis vs Borneo FC, Laskar Sambernyawa bakal Manfaatkan Hal Ini

“Kasus Nipah membutuhkan diagnosis cepat, isolasi ketat, serta perawatan kritis dan neurologis menyeluruh karena penyakit ini dapat berkembang sangat cepat dan mengancam nyawa,” tambah Dr. Das.

Mewaspadai virus Nipah bukan berarti memicu kepanikan. Kesadaran justru berarti memahami langkah pencegahan sederhana, seperti mencuci buah dengan benar, menghindari konsumsi air nira mentah, serta segera melaporkan gejala sejak dini.

Sebab, ketika sebuah virus memiliki tingkat kematian tinggi, bahkan satu atau dua kasus pun sudah menjadi persoalan serius.

Tags: Virus Nipah
Previous Post

Cek Harga Emas Pegadaian 1 Februari 2026: Galeri24 dan UBS Sama-Sama Turunn vs UBS Hari Ini 2026: Selisih dan Cara Hitung

Next Post

Mudik Gratis Lebaran 2026 Pemprov Banten Dibuka 18 Februari, Ini Syarat dan Rutenya

Related Posts

Songsong 131 Tahun, BRI Usung Semangat Tumbuh Berkelanjutan, Memajukan Negeri
ADVERTORIAL

Songsong 131 Tahun, BRI Usung Semangat Tumbuh Berkelanjutan, Memajukan Negeri

Oktober 21, 2026
2.7k
RUPS Pengelola RSIA Family Pluit Disoal, Tiga Putusan MA dan Sinar Mas jadi Sorotan
HUKUM

RUPS Pengelola RSIA Family Pluit Disoal, Tiga Putusan MA dan Sinar Mas jadi Sorotan

Oktober 21, 2026
2.4k
Rekonstruksi Jembatan Merpati Raya Tangsel Ditunda, Penutupan Jalan 22 Oktober Batal
TANGERANG SELATAN

Rekonstruksi Jembatan Merpati Raya Tangsel Ditunda, Penutupan Jalan 22 Oktober Batal

Oktober 21, 2026
2.6k
KUR BRI Buka Jalan Rezeki Lintas Generasi melalui Sepiring Ketoprak di Bengkulu Selatan
ADVERTORIAL

KUR BRI Buka Jalan Rezeki Lintas Generasi melalui Sepiring Ketoprak di Bengkulu Selatan

Oktober 21, 2026
2.4k
BRI dan Pemerintah Gerakkan Investasi Global dan Berdayakan Ekonomi Lokal dari Level Korporasi hingga UMKM
ADVERTORIAL

BRI dan Pemerintah Gerakkan Investasi Global dan Berdayakan Ekonomi Lokal dari Level Korporasi hingga UMKM

Oktober 21, 2026
2.4k
Film Hamka Awal Mula Vol. 3 Tayang 19 November 2026, Vino G. Bastian Kembali Jadi Buya Hamka
FILM & MUSIK

Film Hamka Awal Mula Vol. 3 Tayang 19 November 2026, Vino G. Bastian Kembali Jadi Buya Hamka

Oktober 21, 2026
2.4k
Next Post
Mudik Gratis Lebaran 2026 Pemprov Banten Dibuka 18 Februari, Ini Syarat dan Rutenya

Mudik Gratis Lebaran 2026 Pemprov Banten Dibuka 18 Februari, Ini Syarat dan Rutenya

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber

© 2022 TangselXpress.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING

© 2022 TangselXpress.com