MAHASISWA Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pamulang (UNPAM) telah sukses merealisasikan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) sebagai manifestasi nyata dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kegiatan ini dirancang secara sistematis untuk memberikan kontribusi edukatif yang signifikan kepada masyarakat melalui diseminasi ilmu pengetahuan dan pelatihan keterampilan interpersonal.
Fokus utama dari program ini adalah memperkuat fondasi komunikasi siswa sebagai elemen kunci kepemimpinan, sekaligus memberikan solusi konkret atas tantangan hambatan komunikasi dan rendahnya kepercayaan diri yang sering kali membatasi potensi diri siswa di lingkungan sekolah maupun organisasi.
Pelaksanaan kegiatan PKM ini bertempat di SMA PGRI 2 Pondok Petir, dengan melibatkan para siswa sebagai subjek utama yang sedang dalam masa transisi pengembangan karakter dan kompetensi sosial. Tim pelaksana PKM ini terdiri dari mahasiswa-mahasiswa dedikatif dari Program Studi Manajemen S1 Universitas Pamulang, yaitu Wikan Safri Maulana, Candra Dwi Hendriawan, dan Harlan Verdiansyah.
Seluruh rangkaian agenda kegiatan diselenggarakan di bawah bimbingan teknis dosen pembimbing Fahmi Susanti, S.Km., M.M., yang memastikan bahwa setiap modul pelatihan yang diberikan relevan dengan standar pengembangan sumber daya manusia modern.
Kegiatan ini mengusung tema sentral “Penerapan Membangun Kemampuan Komunikasi Efektif dalam Kepemimpinan”. Pemilihan tema ini didasarkan pada urgensi bahwa kepemimpinan yang hebat selalu bermula dari komunikasi yang kuat. Di tengah kompleksitas interaksi sosial saat ini, siswa dituntut tidak hanya memiliki kecerdasan intelektual, tetapi juga kecerdasan emosional dalam berkomunikasi. Kemampuan untuk menyampaikan ide dengan jelas, mendengarkan dengan empati, serta memengaruhi orang lain secara positif adalah aset yang tidak ternilai bagi calon pemimpin masa depan.
Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui pendekatan kualitatif deskriptif yang bersifat partisipatif dan edukatif. Tim PKM mengimplementasikan rangkaian sesi yang mencakup penyampaian materi teoretis, diskusi kelompok terarah (focus group discussion), simulasi kepemimpinan, hingga bedah kasus nyata. Materi yang ditekankan meliputi prinsip-prinsip komunikasi dua arah, pentingnya keselarasan antara bahasa verbal dan non-verbal (bahasa tubuh), teknik active listening, serta cara mengelola konflik melalui komunikasi yang konstruktif dalam sebuah tim.
Selama kegiatan berlangsung, para siswa SMA PGRI 2 Pondok Petir menunjukkan antusiasme yang sangat tinggi dan terlibat aktif dalam setiap simulasi yang diberikan. Hasil dari program ini menunjukkan adanya peningkatan drastis pada rasa percaya diri siswa saat berbicara di depan publik dan dalam memimpin diskusi kelompok. Siswa mulai memahami bahwa menjadi pemimpin yang komunikatif berarti mampu merangkul perbedaan pendapat dan menciptakan suasana kerja sama yang harmonis. Melalui edukasi ini, para siswa didorong untuk menjadi individu yang lebih adaptif dan bertanggung jawab dalam setiap interaksi sosial yang mereka jalani.
Program pengembangan komunikasi efektif dan kepemimpinan ini diharapkan dapat memberikan dampak berkelanjutan bagi ekosistem pendidikan di SMA PGRI 2 Pondok Petir. Dengan keterampilan yang telah diasah, para siswa diharapkan mampu menjadi pionir perubahan yang inspiratif di lingkungannya masing-masing. Kegiatan ini bukan sekadar pelatihan sesaat, melainkan langkah awal dalam membentuk generasi muda yang komunikatif, berkarakter, dan siap bersaing di kancah nasional maupun internasional.
Demikian artikel ini disusun dengan harapan dapat memberikan informasi serta inspirasi bagi pembaca, khususnya civitas akademika SMA PGRI 2 Pondok Petir, mengenai pentingnya penguasaan komunikasi efektif sebagai pilar utama kepemimpinan dan penunjang kesuksesan di masa depan.
Penulis:
Wikan Safri Maulana
Candra Dwi Hendriawan
Harlan Verdiansyah
Mahasiswa Program Studi Manajemen S1 Universitas Pamulang







