• ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber
tangselxpress.com
Kamis, 22 Oktober, 2026
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
tangselxpress.com
No Result
View All Result
Home TANGERANG RAYA TANGERANG SELATAN

Warga Bukit Nusa Indah Sulap Tong Air Jadi Komposter, Kelola Sampah Secara Mandiri

Redaksi Tangselxpress by Redaksi Tangselxpress
Januari 6, 2026
in NEWS, TANGERANG SELATAN
Reading Time: 2min read
Warga Bukit Nusa Indah Sulap Tong Air Jadi Komposter, Kelola Sampah Secara Mandiri

Foto: Humas Pemkot Tangsel

302
SHARES
3.4k
VIEWS

TANGERANG SELATAN– Kreativitas dan kepedulian warga Bukit Nusa Indah, Ciputat, patut diapresiasi. Di tengah aktivitas keseharian, warga setempat secara mandiri menyulap tong penampung air menjadi komposter untuk mengolah sampah organik.

Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya warga membangun lingkungan yang lebih bersih dan sehat melalui pengelolaan sampah berbasis komunitas. Komposter digunakan untuk menguraikan sampah organik seperti sisa makanan, daun, dan limbah dapur lainnya.

Tak hanya membuat komposter, warga juga mengembangkan berbagai metode pengelolaan sampah ramah lingkungan, mulai dari pembuatan lubang biopori hingga perencanaan pembentukan bank sampah guna mengelola sampah non-organik.

Program pengelolaan sampah mandiri ini mencakup tiga RW dengan total 26 RT. Proses pembuatan komposter dilakukan secara gotong royong oleh warga, termasuk para bapak-bapak yang sebagian besar berusia di atas 50 tahun. Meski tak lagi muda, semangat dan keterampilan mereka dalam menciptakan solusi lingkungan tetap tinggi.

BACA JUGA :  Prakiraan Cuaca Jakarta Jumat: Pagi hingga Siang Berawan

Salah satu penggerak kegiatan, Hohan Barazing (60), mengatakan inisiatif tersebut lahir dari kesadaran bersama warga akan pentingnya mengelola sampah sejak dari sumbernya.

“Kami membuat ini untuk mengatasi permasalahan sampah di tiga RW. Ini juga sebagai upaya membantu pemerintah dalam pengelolaan sampah,” ujar Hohan saat ditemui di lokasi, Selasa (6/1/2026).

Pengelolaan sampah dilakukan secara mandiri dengan biaya swadaya masyarakat. Dengan peralatan sederhana, warga bahu-membahu memotong dan merakit tong hingga menjadi komposter siap pakai.

Hasil penguraian sampah organik nantinya akan dimanfaatkan kembali sebagai pupuk kompos dan pupuk cair yang kaya nutrisi untuk menyuburkan tanaman di lingkungan sekitar.

Menurut Hohan, program ini juga bertujuan membentuk budaya sadar kebersihan agar masyarakat tidak sepenuhnya bergantung pada pihak lain.

BACA JUGA :  Ini Peran Oknum Anggota TNI AL yang Terlibat Penembakan Bos Rental Mobil

“Konsepnya dari warga untuk warga. Harus bisa mandiri. Ke depan akan kami sosialisasikan dan dibuatkan aturan bersama RT dan RW,” katanya.

Pada tahap awal, warga menargetkan pembuatan 40 unit komposter untuk memenuhi kebutuhan tiga RW. Setiap unit komposter dibuat dengan biaya sekitar Rp450 ribu yang seluruhnya berasal dari swadaya masyarakat.

Selain meningkatkan kebersihan lingkungan, program ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran bahwa sampah memiliki nilai guna sekaligus nilai ekonomi jika dikelola dengan baik.

“Sampah dan limbah ini punya nilai ekonomi dan bisa menciptakan lingkungan yang sehat. Komposter akan menghasilkan pupuk cair dan pupuk kompos,” tuturnya.

Inisiatif warga Bukit Nusa Indah menjadi contoh nyata bahwa pengelolaan sampah berbasis komunitas dapat berjalan efektif melalui semangat gotong royong dan kepedulian bersama.

BACA JUGA :  Analisa Foto Dugaan Pemerasan SYL, Polisi Gandeng Ahli Mikro Ekspresi
Tags: Kelola Sampah secara mandiriKomposterWarga Bukit Nusa Indah
Previous Post

PKM Unpam: Literasi Keuangan dan Wirausaha Digital Cegah Dampak Judi Online pada Remaja

Next Post

PKM Unpam: Strategi Pelatihan Manajemen Waktu untuk Meningkatkan Produktivitas Belajar

Related Posts

Hari Santri 2026, Pilar Saga Dorong Santri Kuasai Teknologi Menuju Indonesia Emas
TANGERANG SELATAN

Hari Santri 2026, Pilar Saga Dorong Santri Kuasai Teknologi Menuju Indonesia Emas

Oktober 22, 2026
2.3k
Beredar Surat Transaksi Eka Hospital Tahun 2022, Patut Diduga Berkaitan dengan Upaya Menggeser Pemegang Saham Minoritas
HUKUM

Beredar Surat Transaksi Eka Hospital Tahun 2022, Patut Diduga Berkaitan dengan Upaya Menggeser Pemegang Saham Minoritas

Oktober 22, 2026
2.4k
Optimistis pada Prospek Pertumbuhan Jangka Panjang, BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Senilai Rp1 Triliun
ADVERTORIAL

Optimistis pada Prospek Pertumbuhan Jangka Panjang, BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Senilai Rp1 Triliun

Oktober 22, 2026
2.4k
Bali Tech Week 2026 Hadirkan 900 Pertemuan Bisnis, Tangsel Soroti Kolaborasi Digital
TANGERANG SELATAN

Bali Tech Week 2026 Hadirkan 900 Pertemuan Bisnis, Tangsel Soroti Kolaborasi Digital

Oktober 22, 2026
2.4k
Lindungi Pantai Utara Jawa dari Abrasi, BRI Tanam 30 Ribu Bibit Mangrove dan Manfaatkan Sampah Jadi Pemecah Ombak Melalui Program BRI Peduli
ADVERTORIAL

Lindungi Pantai Utara Jawa dari Abrasi, BRI Tanam 30 Ribu Bibit Mangrove dan Manfaatkan Sampah Jadi Pemecah Ombak Melalui Program BRI Peduli

Oktober 22, 2026
2.4k
Tangsel Diwaspadai Jadi Kota Transit TPPO, Pemkot Perkuat Pengawasan RT/RW
TANGERANG SELATAN

Tangsel Diwaspadai Jadi Kota Transit TPPO, Pemkot Perkuat Pengawasan RT/RW

Oktober 22, 2026
2.4k
Next Post
PKM Unpam: Strategi Pelatihan Manajemen Waktu untuk Meningkatkan Produktivitas Belajar

PKM Unpam: Strategi Pelatihan Manajemen Waktu untuk Meningkatkan Produktivitas Belajar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber

© 2022 TangselXpress.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING

© 2022 TangselXpress.com