JAKARTA– Istilah super flu kian sering terdengar di tengah masyarakat seiring meningkatnya kasus influenza. Kondisi ini kerap disalahartikan sebagai pilek biasa, padahal keduanya memiliki perbedaan mendasar, baik dari sisi penyebab maupun tingkat keparahan gejalanya.
Masih banyak masyarakat yang menyamakan gejala batuk, pilek, dan demam sebagai flu. Padahal secara medis, flu dan pilek biasa merupakan dua kondisi yang berbeda. Kesalahpahaman ini disoroti oleh Anggota Unit Kerja Koordinasi Respirologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Nastiti Kaswandani.
“Kita masih sering menggunakan istilah flu secara tidak tepat. Misalnya batuk, demam, pilek disebut flu, padahal flu itu harus spesifik influenza. Sedangkan batuk, demam, pilek yang bisa reda sendiri dengan istirahat dan gejalanya tidak terlalu parah disebut selesma atau common cold,” ujar Nastiti dalam konferensi pers daring IDAI, Senin (29/12/2025).
Super flu merujuk pada infeksi influenza, khususnya yang disebabkan oleh virus influenza A. Virus ini berbeda dengan penyebab common cold yang dapat berasal dari berbagai jenis virus lain.
Pada influenza, termasuk yang kerap disebut super flu, gejala umumnya muncul lebih berat. Penderita dapat mengalami demam tinggi yang muncul tiba-tiba, sakit kepala, serta nyeri otot yang mengganggu aktivitas sehari-hari. Sebaliknya, common cold atau selesma cenderung menimbulkan gejala ringan dan penderitanya biasanya masih dapat beraktivitas.
Nastiti menjelaskan, common cold umumnya dapat sembuh dalam waktu singkat, bahkan hanya sekitar dua hari, tanpa menimbulkan gangguan berarti.
Perbedaan juga terlihat dari pola demam. Pada common cold, demam jarang terjadi. Sementara pada influenza, demam hampir selalu muncul dengan suhu tubuh yang tinggi.
Gejala sakit kepala jarang ditemukan pada common cold, namun sering dialami penderita influenza. Nyeri dan pegal pada tubuh juga cenderung ringan pada common cold, sedangkan pada influenza nyeri otot bisa terasa berat dan sangat mengganggu.
Rasa lemah pada common cold biasanya ringan dan jarang terjadi. Pada influenza, rasa lemah dapat berlangsung cukup lama, bahkan hingga beberapa minggu. Sebaliknya, pilek dan bersin lebih sering terjadi pada common cold, sementara pada influenza keluhan tersebut relatif jarang muncul.
Batuk pada common cold umumnya ringan dan tidak berlangsung lama. Pada influenza, batuk dapat menjadi berat dan menetap lebih lama.
Perbedaan paling signifikan terletak pada risiko komplikasi. Common cold umumnya hanya berisiko menyebabkan sinusitis atau infeksi telinga. Sementara itu, influenza berpotensi menimbulkan komplikasi serius.
“Kalau influenza terus berlanjut, bisa terjadi komplikasi seperti radang paru, gagal ginjal, gagal hati, dan kondisi yang mengancam jiwa,” kata Nastiti.
Ia menekankan pentingnya mengenali gejala sejak dini. Pemahaman yang tepat akan membantu masyarakat menentukan kapan cukup beristirahat di rumah dan kapan harus segera mencari pertolongan medis.
Dengan mengenali perbedaan antara super flu dan pilek biasa, masyarakat diharapkan tidak lagi menganggap remeh influenza. Kewaspadaan menjadi kunci utama untuk mencegah risiko komplikasi yang lebih berat.







