TANGERANG SELATAN – Perayaan malam pergantian tahun kerap diwarnai konsumsi makanan tinggi lemak dan minuman manis. Pola makan tersebut berpotensi meningkatkan kadar kolesterol darah, terutama bila tidak disertai dengan gaya hidup sehat.
Kolesterol merupakan zat lemak yang dibutuhkan tubuh untuk berbagai fungsi penting, seperti pembentukan hormon dan membantu proses pencernaan. Selain diproduksi secara alami oleh tubuh, kolesterol juga diperoleh dari asupan makanan hewani, antara lain daging, kuning telur, dan produk olahan susu.
Dalam tubuh, kolesterol terbagi menjadi dua jenis utama, yakni LDL (low-density lipoprotein) dan HDL (high-density lipoprotein). LDL kerap disebut kolesterol jahat karena dapat menumpuk di dinding pembuluh darah dan membentuk plak, sehingga meningkatkan risiko gangguan jantung dan pembuluh darah.
Sebaliknya, HDL dikenal sebagai kolesterol baik karena berperan mengangkut kelebihan kolesterol dari aliran darah ke hati untuk kemudian dikeluarkan dari tubuh. Keseimbangan antara LDL dan HDL menjadi faktor penting dalam menjaga kesehatan jantung.
Kadar kolesterol yang terlalu tinggi dapat memicu penyumbatan pembuluh darah atau aterosklerosis, yang berujung pada penyakit serius seperti penyakit jantung koroner. Kondisi ini dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari pola makan, faktor genetik, hingga gaya hidup.
Asupan lemak jenuh dan lemak trans yang berlebihan dapat meningkatkan kadar LDL, sementara kurangnya aktivitas fisik berkontribusi menurunkan HDL. Karena kolesterol tinggi kerap tidak menimbulkan gejala, pemeriksaan kesehatan secara berkala dinilai penting.
Selain menjaga pola makan dan rutin berolahraga, sejumlah tanaman herbal disebut dapat membantu mengontrol kolesterol. Dikutip dari Times of India, Kamis, 1 Januari 2026, terdapat beberapa jenis daun yang mudah ditemukan dan diklaim berkhasiat menurunkan kolesterol.
Daun kemangi diketahui mengandung antioksidan yang membantu menekan kadar kolesterol sekaligus melawan stres oksidatif. Daun ini dapat dikonsumsi sebagai teh atau campuran makanan. Daun mint juga disebut membantu metabolisme lemak melalui kandungan mentol yang merangsang produksi empedu.
Sementara itu, daun fenugreek kaya akan serat larut yang dapat mengikat asam empedu di saluran pencernaan sehingga membantu menurunkan kolesterol. Daun kari dilaporkan mampu menghambat penyerapan lemak di usus dan mendukung kesehatan jantung.
Adapun daun neem dikenal memiliki efek detoksifikasi dan mendukung fungsi hati. Senyawa di dalamnya disebut dapat menurunkan kadar LDL sekaligus meningkatkan HDL.
Meski demikian, para ahli menekankan bahwa konsumsi daun herbal sebaiknya tetap diimbangi dengan pola makan seimbang, aktivitas fisik teratur, serta konsultasi medis, terutama bagi individu dengan riwayat kolesterol tinggi.







