TANGERANG SELATAN – Menjalani pola hidup sehat diperkirakan menjadi salah satu resolusi masyarakat pada 2026. Seiring hal tersebut, sejumlah tren diet diprediksi akan berkembang, tidak hanya untuk menurunkan berat badan, tetapi juga menjaga kebugaran tubuh secara menyeluruh.
Dikutip dari Eating Well, nutrisi diproyeksikan tetap menjadi prioritas utama yang dicari masyarakat dalam memilih makanan pada tahun depan. Beberapa metode diet yang menitikberatkan pada kualitas nutrisi diperkirakan akan menjadi tren pada 2026.
Salah satunya adalah metabolic eating. Pola makan ini berfokus pada konsumsi makanan kaya nutrisi untuk mengoptimalkan metabolisme tubuh. Metabolic eating tidak hanya ditujukan untuk menurunkan berat badan, tetapi juga untuk meningkatkan energi serta mendukung kesehatan tubuh secara optimal.
Tren berikutnya adalah fiber maxing, yaitu pola makan yang bertujuan memaksimalkan asupan serat harian. Metode ini dilakukan dengan menambahkan makanan tinggi serat pada setiap hidangan, seperti sayuran, kacang-kacangan, dan biji-bijian, guna mendukung kesehatan pencernaan.
Selain itu, mindful eating juga diperkirakan semakin diminati. Pola makan ini menekankan kesadaran dalam mengonsumsi makanan, termasuk mengontrol porsi dan tidak makan berlebihan. Dengan metode ini, individu tetap dapat menikmati makanan favorit tanpa mengganggu keseimbangan asupan kalori.
Tren lainnya adalah diet untuk penuaan sehat, yang secara khusus menargetkan kesehatan otak. Pola makan ini bertujuan mencegah risiko penyakit degeneratif seperti demensia dan Alzheimer dengan mengonsumsi makanan kaya nutrisi pendukung fungsi otak, seperti ikan berlemak yang mengandung omega-3, buah beri, sayuran hijau, telur, dan cokelat hitam. Diet ini juga disertai dengan penerapan gaya hidup aktif, termasuk rutin berolahraga dan bersosialisasi.







