KELOMPOK mahasiswa Program Studi Sarjana Akuntansi Universitas Pamulang (Unpam) sukses menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di RA Al-Amanah, Pamulang Barat. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis, 13 November 2025 ini mengusung tema “Pengenalan Batik Melalui Kegiatan Mewarnai Motif Batik Daerah untuk Anak RA”.
Tim PKM ini diketuai oleh Indra Proline Boru Pakpahan, dengan anggota Iswah Fauziah, Kholifatul Sholehah, dan Tania Malika Febriyanti. Pelaksanaan kegiatan ini juga didampingi dan dibimbing langsung oleh dosen pembimbing Mita Sicillia, S.Kom., M.M..
Edukasi Budaya Melalui Kreativitas
Latar belakang pemilihan tema ini didasari oleh pentingnya pelestarian batik sebagai warisan budaya Indonesia sejak usia dini. Anak-anak pada usia Raudhatul Athfal (RA) berada pada masa golden age yang sangat responsif terhadap stimulasi visual dan aktivitas kreatif.
”Kegiatan ini tidak hanya bertujuan memperkenalkan batik kepada anak, tetapi juga memberikan dukungan kepada guru dalam mengembangkan metode pembelajaran berbasis budaya lokal,” ujar perwakilan tim PKM dalam laporannya.
Antusiasme Mewarnai Motif Mega Mendung

Dalam pelaksanaannya, anak-anak RA Al-Amanah diajak untuk mengenal salah satu motif batik populer, yaitu Mega Mendung yang berasal dari Cirebon. Pemilihan motif ini dikarenakan strukturnya yang sederhana namun sarat akan makna filosofis seperti ketenangan dan kesabaran.
Rangkaian kegiatan meliputi:
- Sesi Literasi: Pengenalan sejarah batik dan makna motif Mega Mendung melalui cerita dan gambar yang ringan agar mudah dipahami anak-anak.
- Simulasi Mewarnai: Anak-anak mempraktikkan langsung kegiatan mewarnai pola batik menggunakan krayon dengan antusias yang tinggi.
- Evaluasi Karya: Pemberian penilaian terhadap hasil warna serta sesi foto bersama sebagai bentuk apresiasi terhadap kreativitas peserta.
Dampak Positif bagi Siswa dan Guru
Kegiatan ini memberikan manfaat nyata dalam meningkatkan koordinasi motorik halus, konsentrasi, serta kemampuan visual-spasial anak melalui pengenalan pola dan bentuk. Di sisi lain, para guru RA Al-Amanah menilai program ini sebagai inspirasi metode pembelajaran seni yang inovatif sesuai dengan implementasi Kurikulum Merdeka.
Pihak lembaga RA Al-Amanah menyambut baik inisiatif ini dan berharap sinergi antara perguruan tinggi dan institusi pendidikan anak usia dini dapat terus berlanjut demi menanamkan rasa bangga terhadap identitas bangsa sejak dini.
Penulis:
Indra Proline Boru P.
Iswah Fauziah
Kholifatul Sholehah
Tania Malika Febriyanti
Mahasiswa S1 Akuntansi Universitas Pamulang







