• ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber
tangselxpress.com
Senin, 26 Oktober, 2026
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
tangselxpress.com
No Result
View All Result
Home DUNIA KAMPUS

Dopamine Digital: Ketika Otak Terjebak dalam Kecanduan Teknologi

Redaksi Tangselxpress by Redaksi Tangselxpress
Desember 17, 2025
in DUNIA KAMPUS
Reading Time: 3min read
Dopamine Digital: Ketika Otak Terjebak dalam Kecanduan Teknologi
290
SHARES
2.9k
VIEWS

DI era digital yang serba cepat, manusia terus-menerus dibombardir oleh notifikasi, likes, pesan singkat, dan konten tanpa henti. Fenomena ini melahirkan istilah “Dopamine Digital”, yaitu kondisi ketika otak kita mendapatkan suntikan dopamin setiap kali berinteraksi dengan gawai. Dopamin adalah neurotransmitter yang berperan dalam sistem reward otak, memberikan rasa senang dan motivasi. Namun, ketika stimulasi ini datang terlalu sering, muncullah siklus kecanduan digital yang sulit diputus

Apa Itu Dopamine Digital?

  • Dopamin: zat kimia otak yang terkait dengan rasa senang, motivasi, dan penghargaan.
  • Dopamine Digital: kondisi di mana interaksi dengan teknologi (scrolling media sosial, menonton video pendek, menerima notifikasi) memicu pelepasan dopamin secara berulang.
  • Efeknya: otak terbiasa mencari stimulasi instan, sehingga sulit fokus pada aktivitas jangka panjang.
BACA JUGA :  PKM UNPAM: Melatih Siswa SMP Menabung Uang Tunai dalam Kondisi Darurat di Sekolah

Dampak Dopamine Digital

  1. Kecanduan Digital
    Notifikasi dan konten singkat menciptakan siklus adiksi. Pengguna merasa sulit melepaskan diri dari gawai, bahkan ketika tidak ada kebutuhan mendesak.
  2. Menurunnya Fokus dan Produktivitas
    Paparan konten cepat (misalnya video berdurasi pendek) membuat otak terbiasa dengan rangsangan instan. Akibatnya, kemampuan untuk fokus pada tugas panjang menurun.
  3. Gangguan Kesehatan Mental
    Rasa cemas, stres, dan perasaan kosong sering muncul ketika dopamin digital tidak terpenuhi. Hal ini dapat memengaruhi kualitas tidur dan kesehatan mental secara keseluruhan.
  4. Fenomena Brainrot
    Istilah populer di kalangan Gen Z untuk menggambarkan kondisi ketika terlalu banyak mengonsumsi konten digital singkat, sehingga otak terasa “penuh” dan sulit berpikir jernih.
BACA JUGA :  Empat Sekolah SMPN di Gresik hanya Terima 10 Siswa karena Pendaftar SPMB Berkurang

Solusi Mengatasi Dopamine Digital

  1. Detoks Dopamin
    Mengurangi paparan digital secara bertahap, misalnya dengan membatasi waktu layar, menonaktifkan notifikasi, atau melakukan digital fasting.
  2. Aktivitas Alternatif
    Mengganti kebiasaan scrolling dengan kegiatan yang lebih sehat: membaca buku, berolahraga, atau berinteraksi langsung dengan orang lain.
  3. Mindfulness dan Literasi Digital
    Melatih kesadaran penuh saat menggunakan teknologi, serta memahami dampak jangka panjang dari konsumsi konten digital berlebihan.
  4. Pengaturan Teknologi
    Memanfaatkan fitur screen time atau aplikasi pengatur fokus untuk mengontrol penggunaan gawai.

Penutup

Dopamine Digital adalah fenomena nyata yang memengaruhi cara kita berinteraksi dengan teknologi. Di satu sisi, dopamin membuat kita merasa senang dan termotivasi. Namun, jika tidak dikendalikan, ia dapat menjerumuskan kita ke dalam kecanduan digital, menurunkan produktivitas, dan mengganggu kesehatan mental. Dengan kesadaran, disiplin, dan strategi detoks yang tepat, kita bisa memanfaatkan teknologi secara sehat tanpa terjebak dalam lingkaran dopamin instan.

BACA JUGA :  Kenapa Banyak Perusahaan Gagal Bukan Karena Modal, Tapi Karena Salah Hitung Orang?

Kesimpulan singkat: 

Dopamine Digital menggambarkan kecanduan otak terhadap stimulasi instan dari teknologi. Dampaknya serius bagi fokus, produktivitas, dan kesehatan mental, tetapi bisa diatasi dengan detoks dopamin, mindfulness, dan pengaturan penggunaan gawai.

Penulis:

Septi Wulandari

Mahasiswi S1 Akuntansi Universitas Pamulang

Tags: Dopamine Digital
Previous Post

BRI Konsisten Ciptakan Nilai bagi Negara dan Pemegang Saham, Bagikan Dividen Interim Tahun Buku 2025

Next Post

Corporate Governance: Pondasi Tata Kelola Perusahaan yang Berkelanjutan

Related Posts

Sekolah Rakyat di Jasinga Buka Akses Pendidikan bagi Anak Keluarga Kurang Mampu
DUNIA KAMPUS

Sekolah Rakyat di Jasinga Buka Akses Pendidikan bagi Anak Keluarga Kurang Mampu

Oktober 25, 2026
2.4k
Niat Lancarkan Jalan, Pak Ogah di Perempatan Pasar Prumpung Justru Picu Kepadatan Kendaraan
DUNIA KAMPUS

Niat Lancarkan Jalan, Pak Ogah di Perempatan Pasar Prumpung Justru Picu Kepadatan Kendaraan

Oktober 25, 2026
2.4k
Ekonomi Digital dan Dampaknya pada Bisnis
DUNIA KAMPUS

Ekonomi Digital dan Dampaknya pada Bisnis

Oktober 25, 2026
2.4k
Bukan Sekadar Hitung Jumlah Karyawan: Mengapa Perencanaan SDM Harus Berubah di Era AI?
DUNIA KAMPUS

Perencanaan Sumber Daya Manusia: Kompetensi dan Rekam Jejak

Oktober 23, 2026
2.4k
Public Speaking Kunci Meningkatkan Kepercayaan dan Kemampuan Berkomunikasi
DUNIA KAMPUS

Public Speaking Kunci Meningkatkan Kepercayaan dan Kemampuan Berkomunikasi

Oktober 22, 2026
2.4k
SDM Bukan NPC! Kenapa Orang-Orang di Balik Layar Justru Jadi Kunci Kesuksesan Perusahaan?
DUNIA KAMPUS

SDM Bukan NPC! Kenapa Orang-Orang di Balik Layar Justru Jadi Kunci Kesuksesan Perusahaan?

Oktober 22, 2026
2.5k
Next Post
Corporate Governance: Pondasi Tata Kelola Perusahaan yang Berkelanjutan

Corporate Governance: Pondasi Tata Kelola Perusahaan yang Berkelanjutan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber

© 2022 TangselXpress.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING

© 2022 TangselXpress.com