MAHASISWA Universitas Pamulang melaksanakan kegiatan Pengabdian Mahasiswa Kepada Masyarakat (PMKM) di SMP Tadika Pertiwi yang terletak di JL. H. Jaeran No. 1 Cinere, Depok pada tanggal 19 Mei 2026 pada pukul 08.00-10.00.
Kegiatan ini mengusung tema Bagaimana Kalau Dompet Digital Error? Melatih Siswa SMP Menabung Uang Tunai (CASH) Untuk Kondisi Darurat Di Sekolah. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai risiko penggunaan dompet digital serta pentingnya memiliki uang tunai sebagai dana darurat di sekolah.
Selain itu, kegiatan ini juga melatih siswa untuk membiaskan menabung, mengatur keuangan secara bijak, dan tidak sepenuhnya bergantung pada sistem pembayaran digital agar tetap siap menghadapi kondisi tidak terduga.
Kegiatan PMKM tersebut dibimbing langsung oleh dosen pembimbing, Ibu Dosen Dea Annisa, S.E., M.Ak. Yang diketuai oleh Mahasiswa Noviasa juga beranggotakan Nely Ursila, dan Tasya Yulianty Awalya. Kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari Kepala Sekolah SMP Tadika Pertiwi yaitu Nur Khotimah, S.Pd.
Kegiatan ini diawali dengan proses persiapan oleh tim PMKM, kemudian dilanjutkan dengan pembukaan oleh MC dan doa bersama. Setelah itu, ketua tim PMKM memberikan sambutan sekaligus memperkenalkan tujuan kegiatan kepada para siswa dan guru pendamping. Pihak sekolah juga turut memberikan sambutan dan apresiasi terhadap kegiatan edukatif yang diberikan oleh Mahasiswa Universitas Pamulang.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa menyampaikan beberapa materi terkait tema Bagaimana Kalau Dompet Digital Error? Melatih Siswa SMP Menabung Uang tunai (CASH) Untuk Kondisi Darurat Di Sekolah. Pada sesi awal, siswa diberikan pemahaman mengenai perkembangan sistem pembayaran digital seperti e-wallet dan dompet digital yang saat ini banyak digunakan oleh masyarakat, termasuk kalangan remaja. Tim pemateri menjelaskan bahwa penggunaan dompet digital memang memang memberikan kemudahan dalam bertransaksi karena lebih praktis, cepat, dan efisien. Namun, dibalik kemudahan tersebut terdapat beberapa risiko yang perlu dipahami oleh siswa sejak dini.
Mahasiswa kemudian menjelaskan berbagai kondisi yang dapat menyebabkan dompet digital tidak dapat digunakan, seperti gangguan jaringan internet, aplikasi error, baterai ponsel habis, hingga server sistem yang mengalami kendala. Dalam kondisi tersebut, siswa dapat mengalami kesulitan ketika ingin membeli makanan di kantin, membayar kebutuhan sekolah, atau melakukan transaksi penting lainnya apabila tidak memiliki uang tunai cadangan.
Selain itu, siswa juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya menabung uang tunai sebagai dana darurat sederhana di sekolah. Tim PMKM mengajak siswa untuk mulai menyisihkan sebagian uang saku mereka agar memiliki cadangan uang cash yang dapat digunakan sewaktu-waktu dalam kondisi mendesak. Kebiasaan sederhana ini diharapkan dapat melatih siswa menjadi lebih mandiri, disiplin, dan bertanggung jawab dalam mengelola keuangan pribadi sejak usia dini.
Dalam penyampaian materi, mahasiswa juga memberikan beberapa tips sederhana kepada siswa, seperti membiaskan membawa uang tunai secukupnya, tidak menyimpan seluruh uang dalam dompet digital, serta membuat prioritas kebutuhan sebelum membeli sesuatu. Siswa juga diajak memahami perbedaan antara kebutuhan dan keinginan agar tidak mudah boros dalam menggunakan uang saku.
Agar kegiatan berlangsung lebih menarik dan interaktif, tim PMKM mengadakan sesi ice breaking, diskusi, serta tanya jawab berhadiah. Para siswa terlihat antusias mengikuti kegiatan dan aktif menceritakan pengalaman mereka saat mengalami kendala menggunakan dompet digital, seperti jaringan internet yang bermasalah atau saldo yang tidak dapat digunakan ketika dibutuhkan.
Salah satu anggota tim PMKM menyampaikan harapannya agar kegiatan ini dapat membantu siswa memahami pentingnya keseimbangan antara penggunaan transaksi digital dan uang tunai dalam kehidupan sehari-hari. Melalui kegiatan ini, kami berharap siswa dapat lebih bijak menggunakan dompet digital dan mulai membiaskan diri menabung uang tunai sebagai cadangan untuk kondisi darurat di sekolah.
Kegiatan PMKM kemudian ditutup dengan sesi foto bersama antara Mahasiswa Universitas Pamulang, guru pendamping, dan siswa SMP Tadika Pertiwi. Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa dapat menerapkan kebiasaan mengelola keuangan secara lebih bijak, disiplin, dan siap menghadapi situasi darurat sederhana di lingkungan sekolah.
Penulis:
- Noviasa
- Nely Ursila
- Tasya Yulianty Awalya
Mahasiswa S1 Akuntansi Universitas Pamulang.







