TANGERANG SELATAN – Polisi mengamankan 120 pelajar yang nekat hendak ikut demo buruh di depan Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (28/5/2025).
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi mengatakan pihaknya menyesalkan masih ada pelajar yang terdorong ikut demonstrasi tanpa izin.
“Setidaknya hingga pukul 08.30 WIB tadi, ada laporan 120 pelajar yang dicegah, dilindungi, dan diamankan anggota kami,” ujar Ade Ary Syam Indradi saat dikonfirmasi.
Menurut Ade Ary, seharusnya para pelajar tidak terlibat dalam aksi demo. Pasalnya, yang berhak menyampaikan pendapat adalah kelompok buruh yang sah, bukan pelajar yang mencoba menyusup.
Berikut rincian pelajar yang diamankan di sejumlah titik:
– Polres Bekasi Kabupaten: mencegah 48 pelajar dari Indramayu, Cirebon, dan Bekasi.
– Polres Metro Tangerang Kota: mengamankan 11 pelajar dari Serang.
– Polres Metro Bekasi Kota: mencegah 29 pelajar dari Cirebon dan Purwakarta.
– Polres Metro Depok: mengamankan 7 pelajar dari Depok.
– Polres Metro Jakarta Pusat: mengamankan 25 pelajar dari Indramayu dan Cianjur.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, sebagian besar pelajar mendapat ajakan melalui media sosial. Banyak dari mereka masih mengenakan seragam sekolah, tidak memiliki izin dari orangtua, dan bahkan meninggalkan jam pelajaran di sekolah.
“Mohon kita semua menjaga anak-anak kita. Silakan menyampaikan aspirasi, tapi ada tata caranya. Bijaklah bermain media sosial, jangan digunakan untuk hal-hal yang tidak baik, apalagi mengajak anak-anak ikut aksi,” tuturnya.
Untuk penanganan lebih lanjut, polisi bekerja sama dengan dinas terkait, pihak sekolah, dan orangtua dalam upaya edukasi dan perlindungan. Tujuannya adalah untuk memastikan anak-anak di bawah usia 18 tahun tidak dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
“Kami pastikan anak-anak ini dilindungi dan dicegah agar tidak digunakan pihak tidak bertanggung jawab untuk membuat situasi tidak tertib,” tukasnya.







