• ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber
tangselxpress.com
Jumat, 23 Oktober, 2026
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
tangselxpress.com
No Result
View All Result
Home SELEB & GAYA HIDUP KESEHATAN

Ahli Gizi Ungkap Efek dan Risikonya Makan Nasi Campur Mie

Irina Jusuf by Irina Jusuf
Agustus 20, 2025
in KESEHATAN, NEWS
Reading Time: 2min read
Ahli Gizi Ungkap Efek dan Risikonya Makan Nasi Campur Mie
337
SHARES
3.7k
VIEWS

TANGERANG SELATAN – Anda yang masih sering mengonsumsi mi dan nasi dalam satu piring sebaiknya segera dihindari. Karena ini merupakan perpaduan dua sumber karbohidrat yang berisiko bagi kesehatan tubuh.

Di balik kenikmatan itu, terdapat risiko kesehatan yang perlu diperhatikan apabila kebiasaan ini dilakukan secara rutin tanpa pengaturan gizi yang tepat.

Dilansir dari Klik Dokter, dosen bidang gizi dari Sekolah Vokasi IPB University, Rosyda Dianah, SKM, MKM, mengingatkan konsumsi nasi dan mi secara bersamaan memiliki dampak jangka panjang terhadap keseimbangan gizi dan kesehatan metabolik.

“Kombinasi ini berisiko menimbulkan ketidakseimbangan gizi dan berbagai gangguan kesehatan jika tidak diimbangi dengan asupan gizi lain,”ungkapnya.

Rosyda menjelaskan baik nasi maupun mi merupakan sumber utama karbohidrat. Ketika keduanya dikonsumsi bersamaan, jumlah karbohidrat yang masuk ke dalam tubuh akan meningkat secara signifikan, sementara zat gizi lain seperti protein dan lemak sehat justru cenderung terabaikan.

BACA JUGA :  Tribun VIP GOR Satria Roboh: 90 Penonton Jadi Korban, Ibu Hamil 8 Bulan Dipastikan Selamat

“Jika nasi dan mi dikonsumsi dalam jumlah yang sama banyak, kandungan karbohidratnya bisa mendominasi hingga 80 persen dari total energi, sedangkan protein dan lemak sangat rendah,” jelasnya.

Sebagai ilustrasi, konsumsi 150 gram nasi dan 100 gram mi menghasilkan sekitar 401 kilokalori energi, dengan kandungan sekitar 82 gram karbohidrat, 7 gram protein, dan hanya 2 gram lemak.

“Kandungan ini tidak seimbang dan jauh dari konsep ‘Isi Piringku’, yakni 50 persen sayur dan buah, serta 50 persen sisanya gabungan karbohidrat dan protein,” lanjut Rosyda.

Konsep Isi Piringku merupakan penyempurnaan dari pedoman gizi sebelumnya, yaitu 4 Sehat 5 Sempurna dan Pedoman Gizi Seimbang.

Tujuannya adalah memberikan panduan visual yang mudah dipahami mengenai komposisi makanan sehat dalam setiap piring, berdasarkan kebutuhan gizi masyarakat Indonesia.

BACA JUGA :  Ahmad Dhani Bocorkan Agenda Private Party El Rumi dan Syifa Hadju di Bali

Rosyda memaparkan konsumsi mi dan nasi secara bersamaan dalam jangka panjang dapat memicu gangguan metabolik, termasuk obesitas, resistensi insulin, dislipidemia (ketidakseimbangan lemak darah), hingga inflamasi kronis.

“Kelebihan karbohidrat sederhana dari nasi putih dan mi instan dapat meningkatkan indeks glikemik dan mempercepat lonjakan gula darah. Jika tidak dibarengi asupan protein dan serat yang cukup, efeknya bisa jangka panjang,” terangnya.

Kekurangan asupan protein dan lemak sehat dalam pola makan juga dapat mengganggu produksi hormon pengatur nafsu makan, seperti leptin dan peptida YY.

Hormon-hormon ini berperan dalam memberikan sinyal kenyang kepada otak. Ketika produksinya menurun, seseorang menjadi lebih mudah lapar dan terdorong untuk makan berlebih, terutama dari sumber karbohidrat sederhana.

BACA JUGA :  Isu PDIP Duetkan Anies Baswedan-Rano Karno, Ini Jawaban Hasto

“Dampaknya, rasa lapar berulang, mengarah pada konsumsi kalori berlebih (overeating), terutama dari sumber karbohidrat sederhana,” imbuhnya.

Untuk mengurangi risiko dari konsumsi karbohidrat berlebih, Rosyda menyarankan beberapa alternatif menu sehat yang tetap mengenyangkan namun lebih seimbang secara gizi, seperti:

– Nasi setengah porsi yang dikombinasikan dengan lauk hewani (seperti ikan atau ayam), lauk nabati (seperti tempe atau tahu), serta sayuran.

– Ubi rebus sebagai pengganti nasi, dipadukan dengan sumber protein dan sayuran segar.

– Mi rendah karbohidrat seperti mi shirataki, ditambah dengan protein dan sayuran.

 

Tags: Efek mie campur nasimakan mie campur nasi
Previous Post

Prakiraan Cuaca Tangsel Hari Ini: Seluruh Wilayah Hujan Ringan

Next Post

Kembali Cetak Prestasi Global, BRI Group Raih Tiga Penghargaan Prestisius Dari Euromoney Awards for Excellence 2025

Related Posts

Hari Santri 2026, Pilar Saga Dorong Santri Kuasai Teknologi Menuju Indonesia Emas
TANGERANG SELATAN

Hari Santri 2026, Pilar Saga Dorong Santri Kuasai Teknologi Menuju Indonesia Emas

Oktober 22, 2026
2.4k
Beredar Surat Transaksi Eka Hospital Tahun 2022, Patut Diduga Berkaitan dengan Upaya Menggeser Pemegang Saham Minoritas
HUKUM

Beredar Surat Transaksi Eka Hospital Tahun 2022, Patut Diduga Berkaitan dengan Upaya Menggeser Pemegang Saham Minoritas

Oktober 22, 2026
2.4k
Optimistis pada Prospek Pertumbuhan Jangka Panjang, BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Senilai Rp1 Triliun
ADVERTORIAL

Optimistis pada Prospek Pertumbuhan Jangka Panjang, BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Senilai Rp1 Triliun

Oktober 22, 2026
2.4k
Bali Tech Week 2026 Hadirkan 900 Pertemuan Bisnis, Tangsel Soroti Kolaborasi Digital
TANGERANG SELATAN

Bali Tech Week 2026 Hadirkan 900 Pertemuan Bisnis, Tangsel Soroti Kolaborasi Digital

Oktober 22, 2026
2.4k
Lindungi Pantai Utara Jawa dari Abrasi, BRI Tanam 30 Ribu Bibit Mangrove dan Manfaatkan Sampah Jadi Pemecah Ombak Melalui Program BRI Peduli
ADVERTORIAL

Lindungi Pantai Utara Jawa dari Abrasi, BRI Tanam 30 Ribu Bibit Mangrove dan Manfaatkan Sampah Jadi Pemecah Ombak Melalui Program BRI Peduli

Oktober 22, 2026
2.4k
Tangsel Diwaspadai Jadi Kota Transit TPPO, Pemkot Perkuat Pengawasan RT/RW
TANGERANG SELATAN

Tangsel Diwaspadai Jadi Kota Transit TPPO, Pemkot Perkuat Pengawasan RT/RW

Oktober 22, 2026
2.4k
Next Post
Kembali Cetak Prestasi Global, BRI Group Raih Tiga Penghargaan Prestisius Dari Euromoney Awards for Excellence 2025

Kembali Cetak Prestasi Global, BRI Group Raih Tiga Penghargaan Prestisius Dari Euromoney Awards for Excellence 2025

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber

© 2022 TangselXpress.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING

© 2022 TangselXpress.com