CALIFORNIA – Setelah eksis selama ratusan tahun, brand besar dalam industri makanan dan minuman global, Del Monte, dilaporkan mengalami kebangkrutan usai terjerat utang yang sangat besar, mencapai jumlah USD 10 miliar atau setara dengan Rp162 triliun (kurs Rp16.200 per USD).
Kabar ini terdengar mengejutkan dalam industri bisnis makanan, mengingat Del Monte telah menjadi merek ikonik selama lebih dari satu abad dengan produk-produk seperti buah kaleng, jus, hingga makanan siap saji yang tersebar di pasar internasional.
Del Monte Foods Inc., yang berbasis di California, Amerika Serikat, dikabarkan mengalami tekanan keuangan selama beberapa tahun terakhir akibat meningkatnya biaya produksi, serta persaingan ketat di pasar makanan olahan.
Dalam kurun beberapa tahun terakhir, Del Monte dilaporkan kesulitan menghadapi perubahan kebiasaan konsumen, hingga tekanan geopolitik global yang terjadi.
Melansir dari The New York Times, dalam pengajuannya, Del Monte telah menyepakati restrukturisasi utang dengan para kreditur. Sesuai kesepakatan, maka Del Monte harus menjual seluruh atau sebagian besar asetnya.
Del Monte sendiri sudah mengamankan dana sebesar USD 165 juta dolar guna kelangsungan operasional internal selama proses hukum berlangsung.
”Setelah evaluasi menyeluruh terhadap berbagai opsi, kami meyakini bahwa proses penjualan di bawah pengawasan pengadilan adalah langkah paling efektif untuk membangun kembali Del Monte Foods yang lebih tangguh,” kata CEO Del Monte Foods, Greg Longstreet, seperti dikutip Minggu, 6 Juli 2025.
Meski menghadapi krisis, perusahaan menegaskan tidak akan mundur dari komitmen sosialnya. ”Kami tetap berkomitmen memperluas akses masyarakat terhadap makanan yang lezat dan bergizi,” ujar Longstreet.
Menurut Longstreet, perusahaan telah mencoba melakukan restrukturisasi bisnis, efisiensi operasional, dan ekspansi ke produk-produk yang lebih sehat, namun beban utang yang sangat besar membuat Del Monte tidak mampu bertahan.
Beberapa analis menyebut, keputusan bisnis yang kurang adaptif terhadap tren makanan sehat serta ketergantungan pada produk-produk kalengan turut mempercepat ‘kejatuhan’ sebuah perusahaan. Selain itu, gangguan rantai pasok global pasca pandemi COVID-19 serta inflasi bahan pangan turut memperburuk kondisi keuangan Del Monte.
Meski perusahaan induk di AS mengalami kesulitan finansial, hal ini tak berdampak langsung pada operasional Del Monte di Indonesia.
Pihak Del Monte Indonesia menegaskan bahwa mereka tetap beroperasi seperti biasa. “Pemilik dari Del Monte di Indonesia adalah Del Monte ASIA, yang tidak ada hubungan kepemilikan dengan Del Monte USA. Sehingga Del Monte Indonesia tetap beroperasi seperti biasa,” tulis akun resmi @delmonteindonesia melalui unggahan Instagram story-nya.







