• ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber
tangselxpress.com
Jumat, 23 Oktober, 2026
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
tangselxpress.com
No Result
View All Result
Home NASIONAL

Demi Menurunkan Stunting, Kemendukbangga Fokus pada Perubahan Perilaku dan Pendekatan Keluarga

Irina Jusuf by Irina Jusuf
Juli 3, 2025
in NASIONAL, NEWS
Reading Time: 2min read
Demi Menurunkan Stunting, Kemendukbangga Fokus pada Perubahan Perilaku dan Pendekatan Keluarga
325
SHARES
3.6k
VIEWS

JAKARTA – Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN menegaskan kembali peran utamanya dalam upaya penurunan prevalensi stunting melalui intervensi perubahan perilaku.

Hal ini ditegaskan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Dr. Wihaji, S.Ag., M.Pd, dalam Rapat Kerja Komisi IX DPR RI bersama Menteri Kesehatan, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), dan Kementerian Kependudulan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN yang digelar di Gedung DPR RI, Selasa, 1 Juli 2025.

Dalam paparannya, Wihaji menyampaikan upaya penurunan stunting tidak hanya berfokus pada aspek penanganan, tetapi harus menyasar penyebab utama (hulu) stunting seperti sanitasi, akses air bersih, pernikahan dini, dan gizi keluarga.

Menteri Wihaji menggarisbawahi pentingnya pendekatan berbasis keluarga dengan menggunakan data Keluarga Risiko Stunting (KRS). Dari 72 juta keluarga di Indonesia yang terdata oleh Kemendukbangga/BKKBN dalam Pendataan Keluarga, tercatat sebanyak kurang lebih 8,6 juta keluarga termasuk dalam KRS, terdiri dari 3,7 juta keluarga tidak memiliki jamban; 1,9 juta keluarga tidak memiliki akses air minum layak; 4,3 juta pasangan usia subur (PUS) termasuk dalam kategori 4T (terlalu muda menikah, terlalu tua melahirkan, terlalu dekat jarak kelahiran, terlalu banyak anak).

BACA JUGA :  BPKP Dorong Komitmen Lintas Sektor untuk Percepatan Penurunan Stunting

“Data inilah yang saya kira nanti akan menjadi fokus utama dalam penanganan supaya tidak stunting. Jadi, tidak penanganan stuntingnya, tapi yang kita sebut dengan mencegahnya,” jelasnya.

Strategi lain yang digunakan oleh Kemendukbangga/BKKBN adalah menyesuaikan program dan rencana kerja dengan kondisi demografi, karena setiap daerah memiliki keunikan dan cara tersendiri untuk penyelesaiannya.

“Jangan bawa cara-cara Jakarta ke lokal, tidak masuk. Saya kumpulkan pastor, romo, kiai—mereka ini yang didengar masyarakat. Edukasi tidak bisa hanya lewat seminar, tapi harus masuk ke hati,” tegas Menteri Wihaji.

Kemendukbangga/BKKBN kini mengerahkan lebih dari 602 ribu pendamping yang bergabung dalam Tim Pendamping Keluarga (TPK), memyebar di seluruh Indonesia, terdiri dari unsur bidan, kader KB, kader kesehatan.

BACA JUGA :  Kalah dari Senegal, 99 Persen Qatar Gagal Lolos Babak 16 Besar

Dalam kerja sama dengan Badan Gizi Nasional (BGN), TPK berperan mendistribusikan Makanan Bergizi Gratis (MBG) kepada kelompok prioritas seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-Paud.

Data terkini menunjukkan ibu hamil yang telah menerima MBG sebanyak 15.345 dari 259.000 sasaran (0,28%); ibu menyusui tercatat 25.000 dari 332.000 sasaran; sementara balita non-Paud sebanyak 68.000 sasaran telah disentuh. “Memang capaiannya belum tinggi, dan perlu menjadi pekerjaan bersama,” sambungnya.

Kolaborasi ini didukung Kementerian Kesehatan yang tidak hanya berfokus pada prevalensi stunting tapi juga jumlah balita stunting. Sehingga ketika daerah padat penduduk yang memiliki prevalensi rendah namun jumlah stuntingnya tinggi seperti Jawa Barat dan angkanya dapat ditekan, maka ini akan mempengaruhi penurunan stunting yang signifikan dalam skala Nasional.

BACA JUGA :  Gemarikan Tangsel Digencarkan, Pilar Saga Ajak Warga Rutin Konsumsi Ikan untuk Cegah Stunting

“Kalau kita mengejar yang prevalensinya tinggi, tapi tidak mengejar yang angkanya tinggi, gak akan turun stuntingnya,” ungkap Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

Dalam rangka penurunan angka pernikahan dini, Kemendukbangga/BKKBN juga bekerjasama dengan Kementerian Agama untuk fasilitasi calom pengantin (catin) dengan ELSIMIL (Elektronik Siap Nikah Siap Hamil)

 

 

Tags: Angka StuntingCegah stuntingKasus stuntingKemendukbangga
Previous Post

Pengaruh Inflasi terhadap Pasar Saham

Next Post

Berkunjung ke Arab Saudi, Presiden Prabowo Sempatkan Ibadah Umrah

Related Posts

Hari Santri 2026, Pilar Saga Dorong Santri Kuasai Teknologi Menuju Indonesia Emas
TANGERANG SELATAN

Hari Santri 2026, Pilar Saga Dorong Santri Kuasai Teknologi Menuju Indonesia Emas

Oktober 22, 2026
2.3k
Beredar Surat Transaksi Eka Hospital Tahun 2022, Patut Diduga Berkaitan dengan Upaya Menggeser Pemegang Saham Minoritas
HUKUM

Beredar Surat Transaksi Eka Hospital Tahun 2022, Patut Diduga Berkaitan dengan Upaya Menggeser Pemegang Saham Minoritas

Oktober 22, 2026
2.4k
Optimistis pada Prospek Pertumbuhan Jangka Panjang, BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Senilai Rp1 Triliun
ADVERTORIAL

Optimistis pada Prospek Pertumbuhan Jangka Panjang, BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Senilai Rp1 Triliun

Oktober 22, 2026
2.4k
Bali Tech Week 2026 Hadirkan 900 Pertemuan Bisnis, Tangsel Soroti Kolaborasi Digital
TANGERANG SELATAN

Bali Tech Week 2026 Hadirkan 900 Pertemuan Bisnis, Tangsel Soroti Kolaborasi Digital

Oktober 22, 2026
2.4k
Lindungi Pantai Utara Jawa dari Abrasi, BRI Tanam 30 Ribu Bibit Mangrove dan Manfaatkan Sampah Jadi Pemecah Ombak Melalui Program BRI Peduli
ADVERTORIAL

Lindungi Pantai Utara Jawa dari Abrasi, BRI Tanam 30 Ribu Bibit Mangrove dan Manfaatkan Sampah Jadi Pemecah Ombak Melalui Program BRI Peduli

Oktober 22, 2026
2.4k
Tangsel Diwaspadai Jadi Kota Transit TPPO, Pemkot Perkuat Pengawasan RT/RW
TANGERANG SELATAN

Tangsel Diwaspadai Jadi Kota Transit TPPO, Pemkot Perkuat Pengawasan RT/RW

Oktober 22, 2026
2.4k
Next Post
Berkunjung ke Arab Saudi, Presiden Prabowo Sempatkan Ibadah Umrah

Berkunjung ke Arab Saudi, Presiden Prabowo Sempatkan Ibadah Umrah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber

© 2022 TangselXpress.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING

© 2022 TangselXpress.com