• ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber
tangselxpress.com
Jumat, 23 Oktober, 2026
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
tangselxpress.com
No Result
View All Result
Home NEWS

Pengakuan Seorang Dokter di Detik-Detik Terakhir Wafatnya Paus Fransiskus

Irina Jusuf by Irina Jusuf
April 29, 2025
in NEWS
Reading Time: 2min read
Pengakuan Seorang Dokter di Detik-Detik Terakhir Wafatnya Paus Fransiskus
389
SHARES
3.9k
VIEWS

TANGSELXPRESS – Paus Fransiskus meninggal dunia pada 21 April akibat penyakit stroke yang dideritanya. Dalam sebuah wawancara yang diterbitkan pada 24 April 2025, Dr. Sergio Alfieri, dokter yang selama ini mendampingi pemimpin tertinggi Gereja Katolik itu mengungkapkan tidak ada tindakan medis yang bisa menyelamatkan nyawa Paus.

“Saya mendapat telepon sekitar pukul 5.30 pagi untuk segera datang ke Vatikan. Saya tiba sekitar 20 menit kemudian,” ujar Dr. Alfieri kepada Corriere della Sera, dikutip dari laman The Straits Times.

Dr. Alfieri adalah  dokter yang menangani Paus Fransiskus di Rumah Sakit Gemelli, Roma, ketika Paus sempat dirawat selama lima minggu akibat pneumonia ganda. Meski usianya sudah menginjak 88 tahun dan kondisinya sempat memburuk, kepergian Paus tetap mengejutkan banyak pihak.

“Saya masuk ke kamarnya dan dia membuka matanya,” kata Dr. Alfieri.

BACA JUGA :  Benyamin Davnie: Idul Adha Tak Hanya Ibadah Kurban Secara Ritual

“Saya pastikan tidak ada masalah pernapasan, lalu saya memanggil namanya, tetapi beliau tidak menjawab. Saat itu saya tahu, tidak ada lagi yang bisa dilakukan. Beliau sudah koma,” tambahnya.

Dr. Alfieri mengungkapkan beberapa pejabat Vatikan sempat menyarankan untuk membawa Paus kembali ke rumah sakit. Namun, ia menolak karena tindakan itu justru berisiko mempercepat kematian.

“Dia akan meninggal di perjalanan. Dengan CT scan, kita mungkin bisa mendapatkan diagnosis yang lebih tepat, tapi itu tidak akan mengubah apa pun. Ini jenis stroke yang dalam satu jam bisa merenggut nyawa,” jelasnya.

Kematian Paus Fransiskus terasa begitu mendadak, sebab hanya sehari sebelumnya ia masih tampil di Lapangan Santo Petrus.

Kala itu, Paus menyapa ribuan umat dalam perayaan Paskah menggunakan mobil. Momen itu memberi kesan bahwa kondisi fisiknya sudah jauh membaik setelah pulih dari pneumonia.

BACA JUGA :  Ini Susunan Panitia Piala Dunia U-17 yang Baru Dibentuk Presiden Jokowi

Setelah keluar dari rumah sakit pada 23 Maret 2025, tim dokter menyarankan Paus beristirahat total selama dua bulan agar tubuhnya pulih sempurna. Namun seperti biasa, Paus tetap melanjutkan tugasnya.

“Beliau tetap mendengarkan nasihat kami dan tidak memaksakan diri,” kata Dr. Alfieri.

“Beliau itu Paus. Kembali bekerja adalah bagian dari proses pemulihannya, dan beliau tidak pernah dalam kondisi berbahaya,” lanjutnya.

Selama masa pemulihannya, Paus tetap menjalankan sejumlah agenda penting. Ia sempat menerima kunjungan singkat Wakil Presiden AS J.D. Vance pada Hari Paskah.

Lalu mengunjungi sebuah penjara di Roma pada Kamis Putih 17 April 2025 untuk menyapa para narapidana.

Dr. Alfieri terakhir kali bertemu Paus Fransiskus pada 19 April 2025. Saat itu, kondisi Paus disebut sangat baik.

BACA JUGA :  Breaking News: Pemimpin Umat Katolik Paus Fransiskus Meninggal Dunia

“Beliau sangat sehat,” ujar sang dokter.

Lalu, ia mengingat ucapan terakhir Paus, “Saya sangat sehat. Saya sudah mulai bekerja lagi, dan saya menikmatinya.”

Dr. Alfieri juga membagikan satu penyesalan terakhir yang disampaikan Paus sebelum wafat. Meski senang bisa mengunjungi para narapidana, beliau merasa sedih karena tidak sempat melakukan ritual pembasuhan kaki yang biasa dilakukan pada Kamis Putih.

“Beliau menyesal tidak bisa membasuh kaki para narapidana. ‘Kali ini saya tidak bisa melakukannya,’ itu adalah kata-kata terakhirnya kepada saya,” ungkap Dr. Alfieri.

Hingga akhir hayatnya, Paus Fransiskus tetap menjalankan perannya sebagai pemimpin umat Katolik dunia.

“Kami tahu beliau ingin tetap menjadi Paus sampai detik terakhir. Beliau tidak ingin mengecewakan kami.” kata Dr. Alfieri.

Tags: Paus Fransiskus Meninggal Dunia
Previous Post

Polisi Tangkap Dua Pengedar Sabu di Tangerang

Next Post

Berkat LinkUMKM BRI Pengusaha Ini Mampu Naik Kelas, Kembangkan Produk dan Perluas Skala Usaha

Related Posts

Hari Santri 2026, Pilar Saga Dorong Santri Kuasai Teknologi Menuju Indonesia Emas
TANGERANG SELATAN

Hari Santri 2026, Pilar Saga Dorong Santri Kuasai Teknologi Menuju Indonesia Emas

Oktober 22, 2026
2.4k
Beredar Surat Transaksi Eka Hospital Tahun 2022, Patut Diduga Berkaitan dengan Upaya Menggeser Pemegang Saham Minoritas
HUKUM

Beredar Surat Transaksi Eka Hospital Tahun 2022, Patut Diduga Berkaitan dengan Upaya Menggeser Pemegang Saham Minoritas

Oktober 22, 2026
2.4k
Optimistis pada Prospek Pertumbuhan Jangka Panjang, BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Senilai Rp1 Triliun
ADVERTORIAL

Optimistis pada Prospek Pertumbuhan Jangka Panjang, BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Senilai Rp1 Triliun

Oktober 22, 2026
2.4k
Bali Tech Week 2026 Hadirkan 900 Pertemuan Bisnis, Tangsel Soroti Kolaborasi Digital
TANGERANG SELATAN

Bali Tech Week 2026 Hadirkan 900 Pertemuan Bisnis, Tangsel Soroti Kolaborasi Digital

Oktober 22, 2026
2.4k
Lindungi Pantai Utara Jawa dari Abrasi, BRI Tanam 30 Ribu Bibit Mangrove dan Manfaatkan Sampah Jadi Pemecah Ombak Melalui Program BRI Peduli
ADVERTORIAL

Lindungi Pantai Utara Jawa dari Abrasi, BRI Tanam 30 Ribu Bibit Mangrove dan Manfaatkan Sampah Jadi Pemecah Ombak Melalui Program BRI Peduli

Oktober 22, 2026
2.4k
Tangsel Diwaspadai Jadi Kota Transit TPPO, Pemkot Perkuat Pengawasan RT/RW
TANGERANG SELATAN

Tangsel Diwaspadai Jadi Kota Transit TPPO, Pemkot Perkuat Pengawasan RT/RW

Oktober 22, 2026
2.4k
Next Post
Berkat LinkUMKM BRI Pengusaha Ini Mampu Naik Kelas, Kembangkan Produk dan Perluas Skala Usaha

Berkat LinkUMKM BRI Pengusaha Ini Mampu Naik Kelas, Kembangkan Produk dan Perluas Skala Usaha

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber

© 2022 TangselXpress.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING

© 2022 TangselXpress.com