TANGSELXPRESS – Kepergian dr. Azmi Fadhlih, dokter spesialis kulit dan kelamin yang juga dikenal sebagai influencer, meninggalkan duka mendalam di dunia medis Indonesia. Dr. Azmi meninggal dunia secara mendadak pada usia 35 tahun, diduga akibat pecahnya pembuluh darah di otak.
Sebelum meninggal, dr. Azmi sempat mengeluhkan sakit kepala hebat, yang kemudian membuatnya harus dilarikan ke rumah sakit di Bali.
Ia pun menghembuskan napas terakhir pada Senin, 16 Desember 2024, sekitar pukul 02.00 WITA, di hadapan sang istri, Lisa Anjayasasi, dan influencer Arief Muhammad, yang kebetulan bersamanya di Bali.
Lantas, apa yang dimaksud dengan pecah pembuluh darah otak (Aneurisma atau Stroke Hemoragik) ?
Dikutip dari berbagai sumber, pecahnya pembuluh darah di kepala yang diduga menjadi penyebab meninggalnya dr. Azmi, sering dikaitkan dengan kondisi seperti:
– Tekanan darah tinggi (hipertensi).
– Aneurisma otak, yaitu penonjolan pembuluh darah yang bisa pecah akibat tekanan.
– Cedera kepala atau gangguan pembekuan darah.
Gejala umumnya meliputi:
– Sakit kepala parah mendadak.
– Mual atau muntah.
– Kehilangan kesadaran.
Kepergian dr. Azmi Fadhlih di usia muda menjadi pengingat akan pentingnya menjaga kesehatan dan memeriksakan diri secara rutin, terutama jika ada gejala yang mencurigakan seperti sakit kepala intens. Sosoknya akan dikenang sebagai dokter dan influencer yang berdedikasi di bidangnya.
Jenazah dr. Azmi dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Cikutra, Bandung, Jawa Barat, pada Selasa, 17 Desember 2024. Banyak pihak menyampaikan rasa duka, termasuk keluarga, kolega medis, dan tempatnya bekerja, RSU Pindad.







