TANGSELXPRESS – Hingga hari ini, polisi masih melakukan pendalaman kasus dugaan pembunuhan yang dilakukan remaja berinisial MAS (14) terhadap ayah kandungnya, APW (40) dan neneknya RM (69) di Perumahan Taman Bona Indah, Lebak Bulus, Cilandak, Jakarta Selatan, Sabtu, 30 November lalu.
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Numa Dewi mengatakan pihaknya telah memeriksa ponsel pribadi terduga pelaku untuk mengungkap motif kasus pembunuhan tersebut.
“Sudah diperiksa (ponsel pribadinya). Iya kita periksa biasa chat-chatan (percakapan), terus dia nggak pernah main game, (apalagi) judol,” kata Nurma pada Selasa, (3/12/2024).
Hingga saat ini, kata Nurma, pihaknya sedikit kesulitan untuk mengungkap motif dari dugaan pembunuhan tersebut.
Pasalnya aksi yang dilakukan pelaku, dianggap bertolak belakang dengan kepribadiannya yang cukup baik dan berprestasi.
“Tidak ada percakapan yang berbau aneh. Makanya penasaran kok bisa. (Lalu) videonya malah yang lucu-lucu. Jadi sama sekali tidak ada kekerasan berantem atau apa tidak ada,” ujarnya.
Bahkan saat pihaknya melakukan pemeriksaan dengan cara pendekatan, dia cukup kooperatif mengakui perbuatannya.
Namun, pelaku yang saat ini masih berstatus pelajar di Sekolah Menengah Kejurusan (SMK) itu tidak merasa kesal terhadap orangtuanya.
“Motif, kamu kenapa kesel? ‘Nggak katanya’. Kamu yang ngelakuin? ‘Iya aku yang lakuin’. Anaknya memang sudah ngomong,” jelas Nurma menirukan ucapan pelaku.
Sebagai informasi, polisi telah menetapkan tersangka MAS (14) atas dugaan melakukan pembunuhan terhadap ayah kandungnya APW (40) dan neneknya RM (69) di Perumahan Taman Bona Indah, Lebak Bulus, Cilandak, Jakarta Selatan, Jakarta, Sabtu, 30 November, lalu.
Kendati telah ditetapkan sebagai tersangka, MAS tidak ditahan. Melainkan ditempatkan di Balai Pemasyarakatan (Bapas) di Jakarta Selatan.







