• ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber
tangselxpress.com
Kamis, 22 Oktober, 2026
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
tangselxpress.com
No Result
View All Result
Home OPINI

KELELERAN

admin by admin
Agustus 9, 2024
in OPINI
Reading Time: 2min read
joko intarto
255
SHARES
2.1k
VIEWS

Oleh: Joko Intarto

KELELERAN menjadi fenomena baru dalam kehidupan sosial di sekitar rumah sakit di kota-kota besar Indonesia. Di Jakarta, orang-orang yang keleleran mudah ditemui di seputar RS Cipto Mangunkusumo (RSCM), RS Jantung Harapan Kita dan RS Kanker Dharmais.

Siapa orang-orang yang keleleran itu? Mereka adalah pasien rujukan dari luar kota dan keluarganya yang sedang menghemat uang atau sudah kehabisan uang, padahal proses pengobatan belum selesai.

Katanya pengobatan pasien ditanggung BPJS Kesehatan? Cemana ada orang keleleran karena kehabisan bekal?

Sebagian besar biaya pengobatan pasien memang ditanggung BPJS Kesehatan. Tapi ada beberapa jenis pengobatan tertentu yang harus dibayar sendiri oleh pasien atau keluarganya.

Meski pun (katakanlah) seluruh biaya pengobatan dibayar BPJS Kesehatan, tetap ada biaya yang harus ditanggung sendiri, yakni living cost selama menjalani pengobatan di RS rujukan.

BACA JUGA :  Efektivitas Pengawasan dalam Implementasi Good Corporate Governance di Danantara: Tantangan dan Solusi

Cerita berikut mudah-mudahan bisa memudahkan Anda untuk memahami jalan cerita saya:,

1. Adam adalah nama samaran seorang anak asal Pekanbaru yang dirujuk ke RS di Jakarta untuk menjalani operasi jantung. Sayangnya, tindakan belum bisa dilakukan karena ada kondisi lain yang belum mendukung.

2. Karena tidak memungkinkan untuk balik ke Pekanbaru, orang tua pasien memutuskan tinggal sementara di Jakarta. Ia pilih kehilangan usaha dan penghasilan demi menemani anaknya yang sedang berobat.

3. Untuk menghemat biaya, pasien dan orang tuanya menyewa kamar kos murah di sekitar RS. Siapa tahu, kondisi anaknya segera membaik sehingga tindakan operasi bisa segera dilakukan.

4. Ternyata yang terjadi sebaliknya. Hingga berbulan-bulan tindakan operasi tak kunjung bisa dilakukan. Sementara bekal uang makin menipis.dan akhirnya habis. Sejak itulah mereka keleleran.

BACA JUGA :  Meningkatnya Pengangguran di Daerah Banten

**

Berdasar data resmi, sejak tahun 2019-2023, jumlah pasien rujukan dari luar kota di berbagai RS di Jakarta terus meningkat secara konsisten sekitar 12% per tahun. Pada tahun 2023, jumlah pasien rujukan mencapai 80 ribuan orang.

Fenomena pasien dan keluarganya yang keleleran karena kehabisan bekal living cost tidak hanya terjadi di Jakarta. Fenomena yang sama juga terjadi di semua RS rujukan di ibukota provinsi maupun kabupaten.

Menyikapi masalah ini, Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) PP Muhammadiyah sejak tahun 2023 meluncurkan program Rumah Singgah Pasien Muhammadiyah (RSPM). Bergotong royong dengan berbagai majelis dan lembaga di Muhammadiyah, MPKS dan LAZISMU meresmikan RSPM yang ditandatangani dengan pengoperasian rumah singgah khusus pasien di Yogyakarta.

Dari Yogyakarta, gerakan RSPM meluas ke berbagai provinsi. Kelompok targetnya pun makin beragam. Misalnya, RSPM khusus untuk ibu yang baru melahirkan.

BACA JUGA :  DISWAY: Erros Kanan

Berangkat dari program kepedulian, PP Muhammadiyah memandang RSPM perlu naik kelas menjadi Lembaga Pelayanan Sosial (LPS) yang terdaftar secara resmi di Kementerian Sosial. Bahkan, PP Muhammadiyah membuat deadline: 1 September 2024, LPS RSPM sudah harus running.

Terkait dengan ultimatum PP Muhammadiyah tersebut, Kamis kemarin berlangsung rapat lintas majelis dan lembaga untuk mempersiapkan LSP RSPM. Agenda yang dibahas dalam meeting perdana itu adalah mekanisme pendayagunaan aset-aset wakaf Muhammadiyah di seluruh Indonesia untuk dijadikan rumah singgah pasien.

Sebagai pilot project, satu aset wakaf berbentuk bangunan di dekat RS Islam Pondok Kopi, Jakarta Timur, akan difungsikan menjadi rumah singgah pasien. Pengalaman dari pilot project ini akan menjadi modal untuk pengembangan rumah singgah lain di seluruh Indonesia mulai tahun depan.

Selamat datang LSP RSPM!(jto)

Tags: opini
Previous Post

Andre Taulany Ungkap Kondisi Anak-anaknya Usai Gugat Cerai Istri

Next Post

Gugat Cerai Istri, Andre Taulany dan Erin Sudah Satu Tahun Tidak…

Related Posts

Asyik, Naik Transjakarta Hingga MRT Cuma Rp1 Pada 22 Juni 2025
OPINI

Menenun Urat Nadi Jakarta: Menjadikan Transjakarta, MRT, dan LRT Satu Napas Layanan

Oktober 14, 2026
2.6k
Menyambut Era Baru Polri yang Lebih Humanis-Adaptif
OPINI

Menyambut Era Baru Polri yang Lebih Humanis-Adaptif

Oktober 13, 2026
2.5k
Di Ujung Petasan, Kerukunan Jakarta Diuji
OPINI

Di Ujung Petasan, Kerukunan Jakarta Diuji

Oktober 8, 2026
2.4k
IA-CEPA: Membuka Jalan Kolaborasi Indonesia–Australia
OPINI

IA-CEPA: Membuka Jalan Kolaborasi Indonesia–Australia

September 30, 2026
2.4k
Tragedi Anak Krakatau dan Tanggung Jawab Negara Melindungi Jurnalis
OPINI

Tragedi Anak Krakatau dan Tanggung Jawab Negara Melindungi Jurnalis

September 25, 2026
2.5k
Dari Digital Branding hingga Tantangan Krisis Energi di Makassar
OPINI

Dari Digital Branding hingga Tantangan Krisis Energi di Makassar

September 10, 2026
2.3k
Next Post
Gugat Cerai Istri, Andre Taulany dan Erin Sudah Satu Tahun Tidak…

Gugat Cerai Istri, Andre Taulany dan Erin Sudah Satu Tahun Tidak…

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber

© 2022 TangselXpress.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING

© 2022 TangselXpress.com