TANGSELXPRESS – Forum Silaturrahmi Pondok Pesantren (FSPP) Kota Tangsel menyelenggarakan Workshop Pemanfaatan Artificial Intelligence di aula lantai 4 gedung Kelembagaan Kota Tangsel, Pamulang, Sabtu, (20/7/2024).
Workshop ini bertujuan untuk membekali civitas akademika Pondok Pesantren dalam menguasai teknik memanfaatkan teknologi AI untuk membantu tugas dengan cepat di kehidupan sehari-hari yang semakin erat hubungannya dengan perkembangan zaman.
Workshop dibuka oleh Kasi Pakis Kemenag Tangsel, Abdul Rojak, dan hadir pula Ketua FSPP Tangsel, Ucup Ridwan Saputra, Wakil Ketua I Baznas Tangsel, Taufik Setyaudin, Wakil Ketua 2, Tarjuni, serta perwakilan dari Ponpes di Kota Tangsel.
Ucup Ridwan Saputra dalam sambutannya mengungkapkan harapannya agar kegiatan tersebut dapat membuka mata dunia pesantren agar tidak antipati terhadap teknologi.
“Perkembangan teknologi yang semakin canggih harus diterima dan dikuasai agar pondok pesantren bisa memanfaatkannya untuk kebaikan,” tuturnya.
Pada kesempatan tersebut, Kasi Pakis Abdul Rojak, menyampaikan pentingnya dunia pesantren untuk mengikuti perkembangan teknologi, termasuk pemanfaatan AI yang telah banyak digunakan di berbagai bidang guna memudahkan penyelesaian suatu masalah.
Ia sangat mengapresiasi workshop tersebut agar dunia pesantren dapat memanfaatkan AI secara optimal sesuai dengan batasan dan ketentuan yang diperbolehkan.
Selain itu, ia juga mengingatkan Pondok Pesantren untuk mandiri dengan membuka unit-unit usaha sehingga dapat membuka lowongan pekerjaan dan memanfaatkan program kemandirian pesantren yang merupakan skala prioritas Kementerian Agama.
“Kita ingin manfaat program kemandirian pesantren tidak hanya dirasakan oleh pesantren, tetapi juga oleh masyarakat sekitar. Program kemandirian pesantren merupakan skala prioritas Kementerian Agama,” jelasnya.
Workshop dihadiri pula oleh dua narasumber yaitu Sekum FSPP Tangsel, Taufik Setyaudin, dan Humas Kemenag Tangsel dan Ketua Komisi Infokom MUI Tangsel, Azharul Fuad Mahfudh.
Narasumber pertama menjelaskan penggunaan ChatGPT dalam materi “Pengenalan, Konsep Dasar, dan Jenis Artificial Intelligence”.
Sementara itu, narasumber kedua membawakan materi “Implementasi Teknologi Artificial Intelligence” dengan menjelaskan aplikasi Bing beserta tools di dalamnya, Remaker, serta Heygen, dan langsung dipraktekkan oleh para peserta.
Kegiatan workshop Artificial Intelligence diharapkan dapat memberikan manfaat bagi pesantren dan masyarakat sekitarnya serta terus mengadakan workshop ataupun pelatihan lainnya yang serupa di masa yang akan datang.







