TANGSELXPRESS – Kapolres Tangsel AKBP, Ibnu Bagus S. didampingi unsur Forkopimda dan Lintas Agama, menegaskan bahwa toleransi beragama masih tetap utuh di Kota Tangsel.
Hal ini diungkapkan seusai konferensi pers terkait penangkapan 4 tersangka kasus pengeroyokan mahasiswa UNPAM saat doa Rosario beberapa waktu lalu.
Menurut Kapolres Tangsel, penegakan hukum telah dilaksanakan terkait kasus tersebut dan dengan tegas membantah isu intoleran yang beredar tidaklah benar.
“Kami bersama dengan unsur Forkopimda, FKUB, dan pihak lainnya, sangat mendukung toleransi beragama. Isu terkait dengan intoleran di sini tidaklah benar, maka dari itu untuk ke depannya diharapkan kita semua dapat bekerjasama dan menjaga situasi Kamtibmas dengan baik,” tegasnya.
Sementara itu Asep Azis dari Kemenag Tangsel turut menyampaikan pandangannya mengenai kondisi toleransi keagamaan yang terjaga dengan baik di Kota Tangsel.
Menurut Asep Azis, Kementerian Agama Tangsel selalu mendukung gerakan toleransi beragama.
“Hal ini dapat dilihat hari ini mulai dari pemerintahan, kepolisian dan perwakilan lintas agama yang berkumpul di sini menyatakan bahwa toleransi beragama masih terjaga dengan baik di Kota Tangsel. Serta toleransi harus tetap ada ke depannya nanti,” paparnya.
Kapolres Tangsel AKBP Ibnu Bagus S. menyatakan hal tersebut juga didampingi oleh Wakapolres Tangsel Kompol Rizkyadi S., Kasatreskrim AKP Alvino Cahyadi, Asda 1 Tangsel Chaerudin, Ketua FKUB Tangsel Fachruddin Zuhri beserta jajaran, Kasubbag TU Kemenag Tangsel Asep Azis N., perwakilan NU, Pastur, Pendeta, Babinsa dan Kesbangpol Tangsel.







