• ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber
tangselxpress.com
Rabu, 21 Oktober, 2026
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
tangselxpress.com
No Result
View All Result
Home SELEB & GAYA HIDUP KESEHATAN

Waspadai Musim Hujan dan Banjir! Kemenkes Bilang Penyakit Ini Mematikan

Redaksi Tangselxpress by Redaksi Tangselxpress
Januari 12, 2024
in KESEHATAN, NEWS
Reading Time: 2min read
Waspadai Musim Hujan dan Banjir! Kemenkes Bilang Penyakit Ini Mematikan

Foto: Halodoc

219
SHARES
2.3k
VIEWS

TANGSELXPRESS– Musim hujan identik dengan peningkatan jumlah kasus beberapa penyakit, salah satunya Leptospirosis. Leptospirosis disebabkan oleh bakteri Leptospira sp. patogenik, dimana tikus merupakan hewan penular utama.

Bakteri Leptospira sp. menyebar ke lingkungan melalui urin hewan yang terinfeksi seperti tikus, kucing, anjing, ataupun hewan ternak seperti sapi, kambing, babi dan kuda.

Bakteri ini akan tumbuh optimum pada suhu 28 – 30° Celcius dengan pH 7 -8. Leptospira bahkan mampu hidup hingga beberapa bulan di tanah lembab atau basah dengan pH netral atau sedikit basa. Sebaliknya, pada lingkungan dengan air payau atau salinitas tinggi, Leptospira sp.patogen hanya akan bertahan dalam hitungan jam.

BACA JUGA :  Kasus Gagal Ginjal Akut Capai 323 Orang, 190 Orang Meninggal Dunia

Leptospira masuk ke dalam tubuh ketika melalui luka terbuka, selaput lendir, atau ketika minum air atau makanan yang terkontaminasi. Gejala klinis awal leptospirosis sangat bervariasi dan tidak spesifik.

Gejala Leptospirosis dan Masa Inkubasi
Gejala klinis:
demam ≥ 38⁰ C, sakit kepala, badan lemah, nyeri betis hingga kesulitan berjalan, conjungtival suffusion (kemerahan pada selaput putih mata), kekuningan (ikterik) pada mata dan kulit, pembesaran hati dan limpa, dan ada tanda-tanda kerusakan pada ginjal. Masa inkubasi antara 2-30 hari, rata-rata berlangsung 7-10 hari.

Daerah Sebaran Leptospirosis di Indonesia
Beberapa wilayah di Indonesia merupakan daerah endemis leptospirosis, Provinsi berikut pernah melaporkan kasus leptospirosis yaitu:
Provinsi DKI Jakarta, Banten, Jawa Tengah, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Maluku, Sumatera Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Kepulauan Riau dan Bali.

BACA JUGA :  Belum Terdeteksi di Indonesia, Menkes: Virus Cacar Monyet Menular Kalau Sudah Bergejala

Beberapa upaya yang dapat kita lakukan untuk mengurangi paparan bakteri leptospira saat musim penghujan antara lain:
1. Penggunaan alat pelindung diri saat berinteraksi dengan air banjir, genangan air atau lingkungan becek. Kita dapat memakai sepatu karet, sarung tangan, dan pakaian yang menutupi kulit untuk membatasi kontak langsung dengan lingkungan kotor.
2. Menghindari bersentuhan langsung dengan lingkungan kotor dengan menghindari berjalan di genangan air atau wilayah banjir.
3. Menggunakan air bersih untuk keperluan rumah tangga seperti mandi dan mencuci.
4. Membiasakan membersihkan anggota tubuh dengan air sabun setelah kontak dengan air banjir, genangan air kotor dan sebelum menyentuh wajah atau makanan.

BACA JUGA :  Jangan Lupa Bawa Payung, BMKG: Jakarta Bakal Diguyur Hujan Ringan dari Siang Hingga Sore

Namun jika telah menderita demam, disertai sakit kepala, nyeri betis dan/atau gejala lainnya setelah terpapar faktor risiko leptospirosis dapat segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan untuk memperoleh penanganan yang tepat.(Sumber: Kemenkes)

Tags: KemenkesPenyakin mematikanpenyakit di musim hujanWaspada musim hujan
Previous Post

Presiden Jokowi Tetapkan Cuti Bersama PNS 7 Hari di 2024, Catat Tanggalnya!

Next Post

Papua Nugini Rusuh Pasca Gaji Polisi hingga Tentara Dipotong, 15 Orang Tewas

Related Posts

Songsong 131 Tahun, BRI Usung Semangat Tumbuh Berkelanjutan, Memajukan Negeri
ADVERTORIAL

Songsong 131 Tahun, BRI Usung Semangat Tumbuh Berkelanjutan, Memajukan Negeri

Oktober 21, 2026
2.7k
RUPS Pengelola RSIA Family Pluit Disoal, Tiga Putusan MA dan Sinar Mas jadi Sorotan
HUKUM

RUPS Pengelola RSIA Family Pluit Disoal, Tiga Putusan MA dan Sinar Mas jadi Sorotan

Oktober 21, 2026
2.4k
Rekonstruksi Jembatan Merpati Raya Tangsel Ditunda, Penutupan Jalan 22 Oktober Batal
TANGERANG SELATAN

Rekonstruksi Jembatan Merpati Raya Tangsel Ditunda, Penutupan Jalan 22 Oktober Batal

Oktober 21, 2026
2.6k
KUR BRI Buka Jalan Rezeki Lintas Generasi melalui Sepiring Ketoprak di Bengkulu Selatan
ADVERTORIAL

KUR BRI Buka Jalan Rezeki Lintas Generasi melalui Sepiring Ketoprak di Bengkulu Selatan

Oktober 21, 2026
2.4k
BRI dan Pemerintah Gerakkan Investasi Global dan Berdayakan Ekonomi Lokal dari Level Korporasi hingga UMKM
ADVERTORIAL

BRI dan Pemerintah Gerakkan Investasi Global dan Berdayakan Ekonomi Lokal dari Level Korporasi hingga UMKM

Oktober 21, 2026
2.4k
Film Hamka Awal Mula Vol. 3 Tayang 19 November 2026, Vino G. Bastian Kembali Jadi Buya Hamka
FILM & MUSIK

Film Hamka Awal Mula Vol. 3 Tayang 19 November 2026, Vino G. Bastian Kembali Jadi Buya Hamka

Oktober 21, 2026
2.4k
Next Post
Papua Nugini Rusuh Pasca Gaji Polisi hingga Tentara Dipotong, 15 Orang Tewas

Papua Nugini Rusuh Pasca Gaji Polisi hingga Tentara Dipotong, 15 Orang Tewas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber

© 2022 TangselXpress.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING

© 2022 TangselXpress.com