TANGSELXPRESS- Saat ini sekitar 60 persen penduduk Indonesia tinggal di wilayah kota dan kawasan perkotaan dalam wilayah kabupaten. Sesuai juga dengan tren dunia, diperkirakan pada tahun 2045 sekitar 70 persen penduduk Indonesia akan tinggal di wilayah kota dan kawasan perkotaan.
Dr. Phil., Ir. Rino Wicaksono, ST, MArchUD, MURP seorang akademisi yang juga pakar pembangunan wilayah mengatakan Indonesia menggunakan jumlah penduduk sebagai salah satu standar dalam mengklasifikasi wilayah kota.
Kota kecil dengan jumlah penduduk antara 10.000 sampai dengan 100.000 orang, kota sedang antara 100.000 sampai dengan 500.000 orang, kota besar antara 500.000 sampai dengan 1.000.000 orang, kota metropolitan antara 1.000.000 sampai dengan 8.000.000 dan kota megapolitan dengan jumlah penduduk di atas 8.000.000 orang.
Caleg DPR RI Partai NasDem dari Dapil Banten III (Kota Tangsel, Kota Tangerang dan Tangerang Kabupaten) dengan nomor urut 4 itu menegaskan semua kota masa depan harus menerapkan prinsip kota sehat, kota cerdas, kota hijau dan kota berkualitas demi keberlanjutannya.
“Tangerang Raya harus dibangun berbasis jalur pejalan kaki dan sepeda, serta menerapkan sistem transportasi publik yang terintegrasi antar moda dan terintegrasi antara hunian dengan fasilitas atau sarana sosial, budaya dan ekonomi perkotaan,” ujar Rino Wicaksono.
Ke depannya, pria yang juga merupakan dosen di Institut Teknologi Indonesia (ITI) Kota Tangerang Selatan itu berharap wilayah Tangerang Raya sudah tumbuh menjadi kota masa depan sesuai harapan masyarakat.
“Di masa depan Tangerang Raya harus memiliki commuter lines dan integrated lines berbasis rel dan bus antar tiga wilayah yang ada dan di dalam masing-masing wilayah,” harap pria yang pernah mendapatkan tawaran untuk berkarir di USA dan Australia itu tetapi ditolaknya dan dia memilih pulang ke Indonesia.







