• ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber
tangselxpress.com
Rabu, 21 Oktober, 2026
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
tangselxpress.com
No Result
View All Result
Home NASIONAL

MIKTA Diharapkan Jadi Inisiator Aksi Global Atasi Perubahan Iklim

admin by admin
November 21, 2023
in NASIONAL
Reading Time: 3min read
MIKTA Diharapkan Jadi Inisiator Aksi Global Atasi Perubahan Iklim

Ketua DPR RI Puan Maharani saat memimpin Sesi Kedua dari Konsultasi Para Ketua parlemen negara anggota MIKTA yang ke-9, yang bertema ‘Menyoal Tata Kelola Global: Bagaimana Parlemen Harus Bertindak?’ di Jakarta, Senin (20/11). Foto: Dok. DPR RI

245
SHARES
2.4k
VIEWS

TANGSELXPRESS – Kelima negara MIKTA (Meksiko, Indonesia, Korea selatan, Turki dan Australia) diminta untuk berdiskusi mengenai perubahan iklim yang menjadi permasalahan mendesak untuk diselesaikan. Negara-negara MIKTA juga diminta untuk dapat menjadi inisiator dalam memobilisasi aksi-aksi global untuk mengatasi perubahan iklim.

Hal tersebut dikatakan Ketua DPR RI Puan Maharani dalam pidatonya ketika membuka sesi kedua dengan tema ‘Kebijakan Iklim yang Melampaui Janji dan Komitmen’ pada Forum MIKTA Speakers Consultation ke-9 di Jakarta, Senin (20/11/2023).

“Kita harus memiliki sense of urgency, karena hal ini berkaitan dengan kelangsungan hidup umat manusia. Dampak perubahan iklim yang luas membuat seluruh aspek kehidupan akan terkena pengaruhnya,” ujar Puan dalam keterangan yang diterima.

Pada pertengahan tahun 2023, Sekretaris Jenderal PBB sudah memberi peringatan bahwa bumi telah memasuki era ‘global boiling’ bukan lagi sekedar global warming. Negara MIKTA termasuk Indonesia, beberapa bulan terakhir ini juga mengalami fenomena cuaca ekstrem sebagai dampak super El Nino yang berakibat pada cuaca panas. Masyarakat internasional telah menyepakati perlunya menjaga suhu bumi tidak melebihi 1,50C. Akan tetapi, berbagai ahli sampaikan bahwa target ini akan dilewati sebelum akhir dekade ini.

BACA JUGA :  Ketua DPR Ingatkan Pemerintah Meningkatkan Cakupan Booster

“Oleh karena itu, perubahan iklim perlu ditangani secara kolektif. Komunitas internasional memiliki peran yang penting dalam mengintensifkan upaya mitigasi iklim yang lebih ambisius. Hal ini termasuk dalam target mencapai nol emisi atau net-zero emission. Untuk mencapai hal ini diperlukan aksi nyata oleh masing-masing negara,” tegasnya.

Indonesia sendiri telah menargetkan pencapaian energi terbarukan sebesar 23 persen pada tahun 2025 dan memiliki Long-Term Strategy for Low Carbon and Climate Resilience 2050, yang mencerminkan keseimbangan antara pengurangan emisi dan pembangunan ekonomi di jangka panjang.

Sebagai kontribusi, Indonesia berkomitmen untuk terus mengurangi laju deforestasi dengan melakukan beberapa upaya seperti moratorium izin pembukaan lahan yang melindungi 66 juta hektar hutan dan lahan gambut, penurunan tingkat deforestasi pada tahun 2020 mencapai titik yang terendah, dan menekan kebakaran hutan. Serta proyeksi rehabilitasi mangrove hingga 600.000 ha sampai dengan akhir 2024.

BACA JUGA :  Masyarakat Diminta Waspada Cuaca Ekstrem pada Natal dan Tahun Baru, Ini Alasannya

Dalam mengatasi perubahan iklim ini, diplomasi parlemen memainkan peran penting dalam memobilisasi berbagai aksi nyata di tingkat nasional. Parlemen diharapkan berada di garis terdepan demi menjawab seluruh permasalahan yang kompleks ini.

“Kita perlu realisasikan komitmen pendanaan iklim sebesar USD100 miliar per tahun oleh negara-negara maju. Kita juga perlu mendorong realisasi dana loss and damage tersalurkan kepada negara-negara yang rentan. Kita perlu melipatduakan pendanaan adaptasi sebelum 2025. Dan kita perlu menjadikan sistem peringatan dini yang universal sebelum 2027,” jelasnya.

Selain itu, Parlemen juga harus mendorong kerja sama yang kuat antar parlemen dan pemangku kepentingan lainnya. “Parlemen membangun sinergi dengan pemerintah pusat dan daerah dalam melaksanakan agenda internasional mengenai perubahan iklim dan parlemen juga perlu memobilisasi pendanaan dari sektor swasta, kemitraan publik-swasta, atau melalui badan usaha milik negara,” urainya.

Selanjutnya Parlemen perlu menegaskan kembali komitmen penerapan prinsip tanggung jawab bersama namun berbeda (Common But Differentiated Responsibility-CBDR-RC). Setiap negara memiliki kapasitas dan kemampuan yang berbeda dalam mengatasi perubahan iklim. Selain itu, diplomasi parlemen perlu mendorong agar negara-negara tidak menerapkan hambatan perdagangan untuk tujuan lingkungan hidup.

BACA JUGA :  Prakiraan Cuaca: Waspada Potensi Hujan Lebat Disertai Angin Kencang

“Kita harus menggunakan pendekatan positif yaitu yang memberi insentif negara yang memajukan perlindungan lingkungan. Kita juga perlu upayakan investasi dan transisi energi bersih, dan transfer teknologi dan inovasi,” pintanya.

Selain itu, Ia juga memandang pentingnya agar negara maju memimpin komitmen pengurangan emisi, melalui dukungan pendanaan, transfer teknologi dan peningkatan kapasitas negara berkembang. “Akhirnya selain komitmen mitigasi, maka diperlukan kapasitas adaptasi dan ketahanan, terutama bagi negara yang rentan terhadap dampak perubahan iklim,” ucapnya.

Melalui Forum MIKTA Speakers Consultation ke-9 ini, negara-negara MIKTA diharapkan dapat menjadi inisiator dalam memobilisasi aksi-aksi global untuk mengatasi perubahan iklim dan juga harus menjembatani kepentingan antara negara maju dan negara berkembang. Kita perlu memastikan tidak ada satu negara pun yang tertinggal.

“Saya berharap forum Parlemen MIKTA ini dapat menghadirkan pendekatan baru, khususnya untuk mendorong realisasi komitmen berbagai negara,” tandasnya.

Tags: Aksi GlobalCuaca EkstremDPR RIMIKTAperubahan iklim
Previous Post

Tangsel Bersholawat, Cara Pemkot Ajak Masyarakat Doa Bersama untuk Peringati HUT ke-15

Next Post

Kontra Filipina, Shin Tae-yong Ingin Skuat Garuda Hindari Hal Ini

Related Posts

BMKG Gunakan Dry Ice untuk Urai Kabut Asap Karhutla di Sumatra dan Kalimantan
NASIONAL

BMKG Gunakan Dry Ice untuk Urai Kabut Asap Karhutla di Sumatra dan Kalimantan

Oktober 21, 2026
2.4k
Ayip Tayana: Evaluasi Dua Tahun Prabowo-Gibran Harus Dilihat dari Konsistensi Gagasan dan Implementasi Kebijakan
NASIONAL

Ayip Tayana: Evaluasi Dua Tahun Prabowo-Gibran Harus Dilihat dari Konsistensi Gagasan dan Implementasi Kebijakan

Oktober 19, 2026
148
Karhutla Kalimantan Sulit Dipadamkan, Ternyata Ini 5 Penyebabnya
NASIONAL

BMKG Peringatkan Karhutla di 6 Provinsi hingga 24 Oktober, 478 Titik Panas Terdeteksi

Oktober 19, 2026
2.5k
Kabar Baik Guru Non-ASN! Abdul Mu’ti Targetkan Tunjangan Mulai Ditransfer Pekan Depan
NASIONAL

Kabar Baik Guru Non-ASN! Abdul Mu’ti Targetkan Tunjangan Mulai Ditransfer Pekan Depan

Oktober 17, 2026
2.4k
Kemenkes: Bukan Cuma Ganggu Pernapasan, Kabut Asap Karhutla Juga Bisa Picu Stres dan Kecemasan
NASIONAL

Kemenkes: Bukan Cuma Ganggu Pernapasan, Kabut Asap Karhutla Juga Bisa Picu Stres dan Kecemasan

Oktober 16, 2026
2.4k
Prabowo Lantik Kristomei Sianturi Jadi Kepala BNPB, Fokus Tangani Karhutla hingga Banjir
NASIONAL

Prabowo Lantik Kristomei Sianturi Jadi Kepala BNPB, Fokus Tangani Karhutla hingga Banjir

Oktober 15, 2026
2.4k
Next Post
Kontra Filipina, Shin Tae-yong Ingin Skuat Garuda Hindari Hal Ini

Kontra Filipina, Shin Tae-yong Ingin Skuat Garuda Hindari Hal Ini

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber

© 2022 TangselXpress.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING

© 2022 TangselXpress.com