• ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber
tangselxpress.com
Kamis, 22 Oktober, 2026
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
tangselxpress.com
No Result
View All Result
Home DUNIA KAMPUS

Banyak Views, Sedikit Respons: Apakah Cara Berbicara Menentukan Keberhasilan Public Speaking di Era Digital?

Redaksi Tangselxpress by Redaksi Tangselxpress
Oktober 21, 2026
in DUNIA KAMPUS
Reading Time: 4min read
Banyak Views, Sedikit Respons: Apakah Cara Berbicara Menentukan Keberhasilan Public Speaking di Era Digital?
225
SHARES
2.4k
VIEWS

PERKEMBANGAN media digital membuat public speaking semakin banyak dilakukan melalui media sosial. Namun, banyaknya jumlah penonton tidak selalu diikuti dengan tingginya respons audiens.

Artikel ini membahas peran cara berbicara, kualitas informasi, dan interaksi dalam menentukan keberhasilan komunikasi digital. Keberhasilan public speaking tidak hanya diukur dari jumlah penayangan, tetapi juga dari efektivitas penyampaian pesan dan keterlibatan audiens.

Perkembangan teknologi informasi telah mengubah cara seseorang menyampaikan informasi kepada masyarakat. Jika sebelumnya public speaking lebih sering dilakukan secara langsung di depan banyak orang, kini kegiatan tersebut juga dapat dilakukan melalui media sosial, seperti TikTok, Instagram, dan YouTube.

Banyaknya jumlah penayangan atau views sering dianggap sebagai tanda keberhasilan sebuah konten. Namun, jumlah penonton yang tinggi belum tentu diikuti dengan banyaknya komentar, tanda suka, atau tanggapan lainnya. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan mengenai faktor yang membuat audiens tertarik untuk memberikan respons.

Salah satu faktor yang perlu diperhatikan adalah cara berbicara. Pembicara perlu mampu menyampaikan pesan dengan jelas, menarik, dan mudah dipahami agar audiens dapat menerima informasi dengan baik. Oleh karena itu, penting untuk memahami peran cara berbicara dalam menentukan keberhasilan public speaking di era digital.

  1. Pentingnya Cara Berbicara dalam Public Speaking

Cara berbicara merupakan salah satu unsur penting dalam public speaking karena memengaruhi cara audiens menerima dan memahami informasi. Pembicara perlu memperhatikan kejelasan suara, intonasi, kecepatan berbicara, pemilihan kata, serta susunan materi yang disampaikan.

Menurut Lucas (2020), kemampuan berbicara di depan umum memerlukan persiapan, penyusunan pesan yang baik, dan penyampaian yang sesuai dengan tujuan komunikasi. Pembicara yang menggunakan bahasa sederhana, intonasi yang bervariasi, dan penyampaian yang terstruktur akan lebih mudah membantu audiens memahami informasi.

BACA JUGA :  Pengaruh Fomo (Fear Of Missing Out) terhadap Perilaku Impulsive Buying Pelajar di Era Digital

Sebaliknya, cara berbicara yang monoton, terlalu cepat, atau sulit dipahami dapat membuat audiens kehilangan minat. Dalam komunikasi digital, ekspresi wajah, kontak mata dengan kamera, dan bahasa tubuh juga perlu diperhatikan agar penyampaian terasa lebih menarik dan meyakinkan.

  1. Fenomena Banyak Views, tetapi Sedikit Respons

Banyaknya penayangan pada sebuah konten belum tentu menunjukkan bahwa audiens benar-benar tertarik atau memahami isi pembicaraan. Sebagian orang mungkin menonton karena tertarik pada judul, tampilan awal, atau topik yang sedang populer.

Rendahnya respons juga dapat terjadi karena pembicara belum mampu mendorong audiens untuk berpartisipasi. Misalnya, konten hanya berisi penjelasan satu arah tanpa pertanyaan atau ajakan untuk berdiskusi. Akibatnya, penonton hanya menyimak tanpa merasa perlu memberikan komentar.

Selain itu, isi konten yang kurang sesuai dengan kebutuhan audiens dapat menyebabkan rendahnya interaksi. Oleh karena itu, pembicara perlu memastikan bahwa informasi yang disampaikan tidak hanya menarik perhatian, tetapi juga memberikan manfaat bagi penonton.

  1. Faktor yang Memengaruhi Respons Audiens

Selain cara berbicara, terdapat beberapa faktor lain yang memengaruhi respons audiens terhadap konten digital. Pertama, kualitas informasi. Informasi yang jelas, bermanfaat, dan sesuai dengan kebutuhan penonton dapat meningkatkan ketertarikan mereka terhadap isi pembicaraan.

Kedua, pemilihan topik. Topik yang dekat dengan kehidupan sehari-hari atau berkaitan dengan permasalahan yang sedang dihadapi audiens biasanya lebih mudah menarik perhatian. Ketiga, durasi dan struktur penyampaian. Pembicara perlu menyampaikan inti pesan secara terarah agar audiens tidak kehilangan fokus.

BACA JUGA :  Dilirik Perusahaan Besar, Universitas Pamulang Tandatangan MoU dengan Mayora

Keempat, kemampuan membangun kedekatan dengan audiens. Penggunaan bahasa yang komunikatif dan pemahaman terhadap karakteristik penonton dapat menciptakan suasana komunikasi yang lebih nyaman. Sundar (2008) juga menjelaskan bahwa karakteristik teknologi digital dapat memengaruhi cara pengguna menilai informasi dan kredibilitasnya.

Dengan demikian, rendahnya respons audiens tidak selalu disebabkan oleh cara berbicara. Kualitas konten, karakteristik audiens, dan cara informasi disajikan juga perlu diperhatikan.

  1. Strategi Meningkatkan Respons Audiens

Untuk meningkatkan respons audiens, pembicara perlu menerapkan strategi komunikasi yang menarik dan interaktif. Salah satunya adalah membuka pembicaraan dengan pertanyaan, pernyataan menarik, atau contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Cara ini dapat membantu membangun rasa ingin tahu sejak awal.

Pembicara juga dapat mengajak audiens memberikan pendapat, menjawab pertanyaan, atau membagikan pengalaman melalui kolom komentar. Selain itu, penggunaan contoh nyata dapat membantu audiens memahami materi dengan lebih mudah.

Sebagai contoh, seseorang yang membuat konten edukasi mengenai public speaking dapat menanyakan kepada penonton tentang kesulitan yang mereka alami ketika berbicara di depan umum. Pertanyaan tersebut dapat mendorong audiens untuk berbagi pengalaman sehingga komunikasi tidak hanya berlangsung satu arah.

DeVito (2016) menekankan pentingnya kemampuan berkomunikasi dan memahami orang lain dalam membangun interaksi yang efektif. Oleh karena itu, pembicara perlu memperhatikan tanggapan audiens dan menyesuaikan cara penyampaian agar komunikasi berjalan dengan baik.

  1. Mengukur Keberhasilan Public Speaking di Era Digital

Keberhasilan public speaking di era digital sebaiknya tidak hanya dinilai dari jumlah penayangan. Jumlah views dapat menunjukkan seberapa banyak suatu konten ditonton, tetapi belum tentu menggambarkan tingkat pemahaman atau keterlibatan audiens.

BACA JUGA :  Penguatan Riset Dan Inovasi Kebijakan Untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Pembicara juga perlu memperhatikan jumlah komentar, pertanyaan, tanda suka, dan jumlah orang yang membagikan konten. Isi komentar dapat menjadi bahan evaluasi untuk mengetahui apakah pesan yang disampaikan sudah dipahami dan dianggap bermanfaat oleh audiens.

Selain itu, pembicara dapat mengevaluasi cara penyampaian, durasi, dan relevansi materi berdasarkan tanggapan penonton. Dengan melakukan evaluasi secara berkala, pembicara dapat mengetahui kekurangan yang perlu diperbaiki dan mengembangkan kemampuan komunikasi yang lebih efektif.

Dengan demikian, keberhasilan public speaking tidak hanya berkaitan dengan kemampuan memperoleh perhatian, tetapi juga kemampuan menyampaikan pesan yang bermanfaat dan membangun keterlibatan audiens.

Cara berbicara memiliki peran penting dalam keberhasilan public speaking di era digital. Penyampaian yang jelas, menarik, terstruktur, dan mudah dipahami dapat membantu mempertahankan perhatian serta mendorong audiens untuk berinteraksi. Namun, banyaknya views tidak selalu menunjukkan keberhasilan komunikasi karena respons audiens juga dipengaruhi oleh kualitas informasi, pemilihan topik, dan kesesuaian konten dengan kebutuhan penonton.

Oleh karena itu, pembicara perlu mengembangkan kemampuan berbicara, memahami karakteristik audiens, dan menerapkan strategi komunikasi yang interaktif. Evaluasi terhadap jumlah penayangan, komentar, dan bentuk keterlibatan lainnya juga diperlukan untuk meningkatkan kualitas konten. Keberhasilan public speaking di era digital bukan hanya tentang seberapa banyak orang yang menonton, tetapi juga seberapa efektif pesan disampaikan dan seberapa baik komunikasi terbangun dengan audiens.

 

Penulis:

Marsya Nur Cahyani 

NIM : 231010505181

Mahasiswa Manajemen Bisnis Universitas Pamulang

Previous Post

Kekurangan atau Kelebihan Karyawan? Pentingnya Perencanaan SDM yang Tepat

Next Post

Public Speaking sebagai Kunci Meningkatkan Kepercayaan Diri dan Prestasi Mahasiswa

Related Posts

Public Speaking Kunci Meningkatkan Kepercayaan dan Kemampuan Berkomunikasi
DUNIA KAMPUS

Public Speaking Kunci Meningkatkan Kepercayaan dan Kemampuan Berkomunikasi

Oktober 22, 2026
2.3k
SDM Bukan NPC! Kenapa Orang-Orang di Balik Layar Justru Jadi Kunci Kesuksesan Perusahaan?
DUNIA KAMPUS

SDM Bukan NPC! Kenapa Orang-Orang di Balik Layar Justru Jadi Kunci Kesuksesan Perusahaan?

Oktober 22, 2026
2.4k
Peran Public Speaking dalam Membangun Kepercayaan Diri
DUNIA KAMPUS

Peran Public Speaking dalam Membangun Kepercayaan Diri

Oktober 22, 2026
2.4k
Tips Sukses Menggunakan Marketplace
DUNIA KAMPUS

Strategi Penetapan Harga Produk pada UMKM di Tengah Kenaikan Biaya Marketplace di Indonesia

Oktober 22, 2026
2.4k
Bukan Tidak Pintar, Cuma Takut Bicara: Ketika Pengetahuan Tidak Sejalan dengan Kepercayaan Diri
DUNIA KAMPUS

Public Speaking sebagai Kunci Meningkatkan Kepercayaan Diri dan Prestasi Mahasiswa

Oktober 21, 2026
2.3k
Kekurangan atau Kelebihan Karyawan? Pentingnya Perencanaan SDM yang Tepat
DUNIA KAMPUS

Kekurangan atau Kelebihan Karyawan? Pentingnya Perencanaan SDM yang Tepat

Oktober 21, 2026
2.4k
Next Post
Bukan Tidak Pintar, Cuma Takut Bicara: Ketika Pengetahuan Tidak Sejalan dengan Kepercayaan Diri

Public Speaking sebagai Kunci Meningkatkan Kepercayaan Diri dan Prestasi Mahasiswa

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber

© 2022 TangselXpress.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING

© 2022 TangselXpress.com