• ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber
tangselxpress.com
Rabu, 21 Oktober, 2026
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
tangselxpress.com
No Result
View All Result
Home EXPLORE TANGSEL KULINER

Sejarah Lumpia Semarang, Kuliner Legendaris Perpaduan Budaya Tionghoa dan Jawa

Redaksi Tangselxpress by Redaksi Tangselxpress
Oktober 18, 2026
in KULINER, NEWS
Reading Time: 2min read
Sejarah Lumpia Semarang, Kuliner Legendaris Perpaduan Budaya Tionghoa dan Jawa

Foto: Halodoc

226
SHARES
2.5k
VIEWS

TANGSELXPRESS – Lumpia Semarang menjadi salah satu kuliner legendaris Indonesia yang terkenal dengan perpaduan rasa gurih, manis, dan tekstur renyah. Di balik kelezatannya, makanan khas Jawa Tengah ini menyimpan sejarah panjang tentang pertemuan budaya Tionghoa dan Jawa di kawasan pesisir.

Melansir Indonesia Kaya, sejarah lumpia Semarang berkaitan dengan kedatangan seorang pendatang asal Tiongkok bernama Tjoa Thay Yoe pada akhir abad ke-19. Saat itu, ia menjual makanan berbahan daging babi dan rebung di kawasan Pasar Johar, Semarang.

Dalam perjalanannya, Tjoa Thay Yoe bertemu dengan Wasih, seorang pedagang makanan asal Jawa yang menjual hidangan berbahan udang dan kentang. Keduanya kemudian menikah dan mengembangkan resep makanan dengan memadukan unsur kuliner dari latar belakang masing-masing.

Perpaduan tersebut menghasilkan sajian baru yang kemudian dikenal sebagai lumpia Semarang. Dalam perkembangannya, unsur daging babi dihilangkan sehingga hidangan ini dapat dinikmati dengan isian yang lebih beragam.

BACA JUGA :  Pakai Masker Wajah Secara Rutin Apakah Diperbolehkan? Cek Faktanya Disini

Asal-usul Nama Lumpia Semarang

Nama lumpia juga mencerminkan pertemuan bahasa dan budaya yang melatarbelakangi lahirnya kuliner tersebut. Istilah lumpia berasal dari kata lun, yang berarti gulung dalam bahasa Jawa, dan pia, yang berarti kue dalam bahasa Hokkien.

Perpaduan tersebut menjadi salah satu gambaran akulturasi budaya yang berkembang di Semarang, kota pesisir yang sejak lama menjadi tempat pertemuan pedagang dari berbagai daerah dan bangsa.

Rebung Jadi Ciri Khas Lumpia Semarang

Mengutip laman Visit Jawa Tengah, rebung atau tunas bambu menjadi salah satu bahan utama yang membedakan lumpia Semarang dari sejumlah varian lumpia lainnya.

Rebung biasanya dipadukan dengan telur, ayam, atau udang untuk menghasilkan isian bercita rasa gurih. Perpaduan bahan tersebut kemudian dibungkus menggunakan kulit lumpia yang terbuat dari campuran tepung terigu, telur, dan air.

BACA JUGA :  Menu Sahur Sederhana dan Praktis: Tetap Bergizi, Tak Perlu Ribet di Dapur

Kulit lumpia dibuat tipis agar menghasilkan tekstur lembut ketika tidak digoreng dan sensasi renyah setelah melalui proses penggorengan.

Lumpia Semarang umumnya disajikan dalam dua varian, yakni lumpia basah dan lumpia goreng. Lumpia basah memiliki tekstur lebih lembut dan kenyal, sedangkan lumpia goreng menawarkan lapisan luar yang renyah dengan isian yang tetap gurih.

Keduanya biasanya disajikan bersama saus bercita rasa manis dan gurih yang dibuat menggunakan gula merah, bawang putih, dan petis. Sebagai pelengkap, lumpia juga dapat dinikmati bersama acar mentimun dan cabai rawit hijau.

Lumpia Semarang dan Perjalanan Budaya Pesisir

Lebih dari sekadar makanan, lumpia Semarang menjadi bukti bagaimana aktivitas perdagangan turut membentuk kebudayaan masyarakat pesisir Jawa. Pertemuan masyarakat Tionghoa dan Jawa melahirkan perpaduan resep yang bertahan hingga lintas generasi.

BACA JUGA :  Bhabinkamtibmas dan Sekel Lengkong Karya Pantau "Ngider Sehat" di Kp. Buaran

Popularitas lumpia Semarang semakin meluas setelah kuliner ini diperkenalkan kepada peserta dan pengunjung mancanegara dalam ajang Games of the New Emerging Forces (GANEFO) pada 1963.

Sejak itu, lumpia semakin dikenal sebagai salah satu identitas kuliner Semarang. Keberadaannya tidak hanya menjadi daya tarik wisata gastronomi, tetapi juga mencerminkan sejarah akulturasi yang memperkaya khazanah kuliner Nusantara.

Dengan cita rasa khas dan sejarah yang panjang, lumpia Semarang tetap menjadi salah satu hidangan yang dicari wisatawan ketika berkunjung ke ibu kota Jawa Tengah tersebut.

Tags: akulturasi budaya Tionghoa Jawaasal-usul lumpiakuliner khas Semarangkuliner legendaris Indonesialumpia basahlumpia gorenglumpia rebunglumpia Semarangmakanan khas Jawa Tengahsejarah lumpia Semarangwisata kuliner Semarang
Previous Post

Prakiraan Cuaca Tangsel Minggu 18 Oktober 2026: Seluruh Kecamatan Berawan, Suhu Tembus 35 Derajat

Next Post

Perkuat Literasi Keuangan Generasi Muda, BRI Peduli Dukung Gerai CERDAS PeKA di Universitas Airlangga

Related Posts

Songsong 131 Tahun, BRI Usung Semangat Tumbuh Berkelanjutan, Memajukan Negeri
ADVERTORIAL

Songsong 131 Tahun, BRI Usung Semangat Tumbuh Berkelanjutan, Memajukan Negeri

Oktober 21, 2026
2.7k
RUPS Pengelola RSIA Family Pluit Disoal, Tiga Putusan MA dan Sinar Mas jadi Sorotan
HUKUM

RUPS Pengelola RSIA Family Pluit Disoal, Tiga Putusan MA dan Sinar Mas jadi Sorotan

Oktober 21, 2026
2.4k
Rekonstruksi Jembatan Merpati Raya Tangsel Ditunda, Penutupan Jalan 22 Oktober Batal
TANGERANG SELATAN

Rekonstruksi Jembatan Merpati Raya Tangsel Ditunda, Penutupan Jalan 22 Oktober Batal

Oktober 21, 2026
2.5k
KUR BRI Buka Jalan Rezeki Lintas Generasi melalui Sepiring Ketoprak di Bengkulu Selatan
ADVERTORIAL

KUR BRI Buka Jalan Rezeki Lintas Generasi melalui Sepiring Ketoprak di Bengkulu Selatan

Oktober 21, 2026
2.4k
BRI dan Pemerintah Gerakkan Investasi Global dan Berdayakan Ekonomi Lokal dari Level Korporasi hingga UMKM
ADVERTORIAL

BRI dan Pemerintah Gerakkan Investasi Global dan Berdayakan Ekonomi Lokal dari Level Korporasi hingga UMKM

Oktober 21, 2026
2.4k
Film Hamka Awal Mula Vol. 3 Tayang 19 November 2026, Vino G. Bastian Kembali Jadi Buya Hamka
FILM & MUSIK

Film Hamka Awal Mula Vol. 3 Tayang 19 November 2026, Vino G. Bastian Kembali Jadi Buya Hamka

Oktober 21, 2026
2.4k
Next Post
Perkuat Literasi Keuangan Generasi Muda, BRI Peduli Dukung Gerai CERDAS PeKA di Universitas Airlangga

Perkuat Literasi Keuangan Generasi Muda, BRI Peduli Dukung Gerai CERDAS PeKA di Universitas Airlangga

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber

© 2022 TangselXpress.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING

© 2022 TangselXpress.com