• ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber
tangselxpress.com
Rabu, 21 Oktober, 2026
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
tangselxpress.com
No Result
View All Result
Home NASIONAL

Kemenkes: Bukan Cuma Ganggu Pernapasan, Kabut Asap Karhutla Juga Bisa Picu Stres dan Kecemasan

Redaksi Tangselxpress by Redaksi Tangselxpress
Oktober 16, 2026
in NASIONAL, NEWS
Reading Time: 2min read
Kemenkes: Bukan Cuma Ganggu Pernapasan, Kabut Asap Karhutla Juga Bisa Picu Stres dan Kecemasan

Foto: Relawan Nusantara

244
SHARES
2.4k
VIEWS

TANGSELXPRESS– Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak hanya mengancam kesehatan fisik, tetapi juga berpotensi mengganggu kesehatan jiwa masyarakat. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengingatkan paparan asap berkepanjangan dapat memicu stres dan kecemasan akibat terganggunya aktivitas sehari-hari.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, mengatakan gangguan terhadap aktivitas sosial, ekonomi, pendidikan, dan pekerjaan dapat berdampak pada kondisi psikologis masyarakat di wilayah terdampak.

“Kabut asap yang berkepanjangan dapat mengganggu aktivitas sosial, ekonomi, pendidikan, dan pekerjaan masyarakat. Gangguan aktivitas tersebut berpotensi memicu stres dan kecemasan yang berdampak pada kesehatan jiwa masyarakat,” kata Aji dalam pernyataan tertulis, Kamis (15/10/2026).

Menurut Aji, masyarakat perlu menjaga rutinitas harian, terutama bagi anak-anak, dengan mengutamakan aktivitas di dalam ruangan yang memiliki kualitas udara lebih bersih.

Orang tua juga diminta memperhatikan perubahan perilaku anak, gangguan tidur, hingga perubahan pola makan yang mungkin muncul selama menghadapi kondisi kabut asap.

BACA JUGA :  Cerita Horor: Pesugihan Makam Keramat

Jika keluhan kesehatan menetap dan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, masyarakat disarankan segera berkonsultasi dengan tenaga medis agar mendapatkan penanganan yang tepat.

277 Ribu Kasus ISPA di Wilayah Terdampak Karhutla

Di sisi lain, dampak karhutla terhadap kesehatan fisik juga menjadi perhatian serius pemerintah. Kemenkes telah mengerahkan 2.106 tenaga kesehatan untuk menangani dampak kebakaran hutan dan lahan yang melanda tujuh provinsi dan 63 kabupaten/kota.

Upaya penanganan dilakukan melalui penguatan layanan kesehatan, sistem rujukan pasien, serta pemantauan penyakit di wilayah terdampak.

Juru Bicara Kemenkes, Widyawati, mengungkapkan bahwa hingga 12 Oktober 2026, tercatat sebanyak 277.075 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) secara kumulatif di wilayah terdampak karhutla.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 62.400 kasus dialami anak berusia nol hingga lima tahun.

“Hingga 12 Oktober 2026, tercatat 277.075 kasus ISPA secara kumulatif di wilayah terdampak karhutla. Dari jumlah tersebut, sebanyak 62.400 kasus ISPA dialami anak berusia nol hingga lima tahun,” kata Widyawati saat memberikan keterangan pers di kantor Kemenkes, Jakarta, Kamis (15/10/2026).

BACA JUGA :  Prakiraan Cuaca Tangsel Hari Ini: Hujan Ringan Hingga Sedang

Data tersebut menunjukkan kelompok anak usia dini menjadi salah satu kelompok yang perlu mendapat perhatian khusus dalam upaya perlindungan kesehatan di tengah paparan asap karhutla.

13 Daerah Masuk Kategori Kualitas Udara Berbahaya

Kemenkes juga mencatat kondisi kualitas udara yang perlu diwaspadai di sejumlah wilayah terdampak.

Berdasarkan pemantauan terhadap 37 stasiun indeks standar pencemar udara (ISPU), sebanyak 13 daerah berada dalam kategori berbahaya, 11 daerah masuk kategori sangat tidak sehat, dan 13 daerah lainnya berada pada kategori tidak sehat.

Untuk membantu mengurangi risiko paparan asap, Kemenkes telah menyalurkan sekitar tiga juta masker kepada masyarakat. Bantuan logistik lainnya meliputi konsentrator oksigen, obat-obatan, serta alat pelindung diri untuk mendukung penanganan kesehatan di wilayah terdampak.

Kemenkes Imbau Warga Kurangi Aktivitas di Luar Rumah

Aji Muhawarman mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah ketika kualitas udara memburuk akibat kabut asap karhutla.

BACA JUGA :  BPOM Sebut 23 Produk Obat Sirop Aman Digunakan, Ini Nama-namanya

Jika harus beraktivitas di luar ruangan, masyarakat disarankan menggunakan respirator N95 atau KN95 yang terpasang rapat untuk membantu menyaring partikel halus dari udara.

Apabila respirator tersebut tidak tersedia, masyarakat dapat menggunakan masker medis atau masker kain secara berlapis. Namun, perlindungan bagi bayi dan balita perlu dilakukan dengan mengurangi paparan asap, bukan mengandalkan penggunaan masker.

Kemenkes juga mendorong pemerintah daerah mengoptimalkan fasilitas yang dapat digunakan sebagai ruang aman dari asap. Fasilitas tersebut diharapkan dilengkapi penyaring udara yang sesuai serta memiliki akses terhadap layanan kesehatan.

Perhatian khusus perlu diberikan kepada kelompok rentan, termasuk bayi, balita, dan ibu hamil, yang membutuhkan perlindungan lebih baik selama kondisi kabut asap berlangsung.

Selain menjaga kesehatan pernapasan, masyarakat juga diimbau memperhatikan kondisi psikologis diri sendiri dan anggota keluarga. Dengan menjaga rutinitas, membatasi paparan asap, serta mencari bantuan medis ketika diperluka

Tags: 277 ribu kasus ISPAberita kesehatan terbarudampak kabut asapindeks standar pencemar udaraISPA pada balitakabut asap karhutlakarhutla Indonesiakasus ISPA 2026Kebakaran Hutan dan LahanKemenkeskesehatan mental akibat kabut asapkualitas udara berbahayamasker KN95masker N95penanganan karhutlastres dan kecemasan
Previous Post

Prakiraan Cuaca Tangsel Jumat 16 Oktober 2026: Cerah, Suhu Tembus 36 Derajat

Next Post

Cuaca Panas Bikin Gampang Marah? Psikolog Ungkap Penyebab dan Cara Mengendalikan Emosi

Related Posts

Songsong 131 Tahun, BRI Usung Semangat Tumbuh Berkelanjutan, Memajukan Negeri
ADVERTORIAL

Songsong 131 Tahun, BRI Usung Semangat Tumbuh Berkelanjutan, Memajukan Negeri

Oktober 21, 2026
2.7k
RUPS Pengelola RSIA Family Pluit Disoal, Tiga Putusan MA dan Sinar Mas jadi Sorotan
HUKUM

RUPS Pengelola RSIA Family Pluit Disoal, Tiga Putusan MA dan Sinar Mas jadi Sorotan

Oktober 21, 2026
2.4k
Rekonstruksi Jembatan Merpati Raya Tangsel Ditunda, Penutupan Jalan 22 Oktober Batal
TANGERANG SELATAN

Rekonstruksi Jembatan Merpati Raya Tangsel Ditunda, Penutupan Jalan 22 Oktober Batal

Oktober 21, 2026
2.6k
KUR BRI Buka Jalan Rezeki Lintas Generasi melalui Sepiring Ketoprak di Bengkulu Selatan
ADVERTORIAL

KUR BRI Buka Jalan Rezeki Lintas Generasi melalui Sepiring Ketoprak di Bengkulu Selatan

Oktober 21, 2026
2.4k
BRI dan Pemerintah Gerakkan Investasi Global dan Berdayakan Ekonomi Lokal dari Level Korporasi hingga UMKM
ADVERTORIAL

BRI dan Pemerintah Gerakkan Investasi Global dan Berdayakan Ekonomi Lokal dari Level Korporasi hingga UMKM

Oktober 21, 2026
2.4k
Film Hamka Awal Mula Vol. 3 Tayang 19 November 2026, Vino G. Bastian Kembali Jadi Buya Hamka
FILM & MUSIK

Film Hamka Awal Mula Vol. 3 Tayang 19 November 2026, Vino G. Bastian Kembali Jadi Buya Hamka

Oktober 21, 2026
2.4k
Next Post
Ancaman Kemarau Panjang 2026, DKI Siapkan Strategi Pangan dan Solusi Air Alternatif

Cuaca Panas Bikin Gampang Marah? Psikolog Ungkap Penyebab dan Cara Mengendalikan Emosi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber

© 2022 TangselXpress.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING

© 2022 TangselXpress.com