TANGSELXPRESS – Pengusaha sekaligus pelopor industri kecantikan Indonesia, Martha Tilaar, meninggal dunia pada Rabu (14/10/2026) dalam usia 89 tahun. Kepergiannya meninggalkan jejak panjang dalam perkembangan industri kosmetik nasional melalui produk kecantikan yang mengangkat kekayaan alam dan tradisi Nusantara.
Kabar duka tersebut disampaikan melalui akun Instagram resmi Martha Tilaar Group dan Sariayu. Martha dikenal sebagai pendiri Martha Tilaar Group sekaligus sosok di balik perkembangan merek kosmetik Sariayu.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Martha meninggal dunia pada Rabu pagi. Jenazahnya disemayamkan di Rumah Duka Patra Kuningan, Jakarta Selatan.
Kabar kepergian Martha juga mendapat perhatian dari keluarga besar Tiara Kusuma, Persatuan Ahli Kecantikan dan Pengusaha Salon Indonesia. Dalam pernyataan dukanya, Martha disebut sebagai Dewan Kehormatan organisasi tersebut.
“Terima kasih atas segala inspirasi, dedikasi, dan kontribusi yang telah diberikan bagi dunia kecantikan Indonesia,” demikian pernyataan keluarga besar Tiara Kusuma yang dikutip dari akun Instagram @sariayu_mt.
Merintis Bisnis dari Salon Sederhana
Martha Tilaar lahir pada 4 September 1937. Ia dikenal sebagai salah satu tokoh yang berperan dalam mengembangkan industri kecantikan Indonesia dengan memadukan pengetahuan perawatan tradisional dan teknologi kosmetik modern.
Perjalanan bisnisnya dimulai pada 1970, ketika Martha membuka salon kecantikan sederhana di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Usaha tersebut kemudian berkembang menjadi bisnis kecantikan yang mencakup produk kosmetik, perawatan kulit, spa, hingga pendidikan kecantikan.
Martha mengembangkan konsep kecantikan yang mengangkat bahan-bahan alami Indonesia dan tradisi perawatan tubuh khas Nusantara. Pendekatan tersebut menjadi salah satu ciri khas produk yang dikembangkan melalui Martha Tilaar Group.
Pada 1977, Martha bersama Bernard Pranata dan Theresia Harsini Setiady mendirikan PT Martina Berto. Perusahaan tersebut kemudian menjadi bagian penting dalam pengembangan produk kosmetik lokal, termasuk Sariayu.
Seiring waktu, bisnis yang dirintis Martha berkembang dengan menghadirkan berbagai merek kecantikan, di antaranya Sariayu, Biokos, dan PAC.
Warisan bagi Industri Kecantikan Indonesia
Kontribusi Martha Tilaar tidak hanya terlihat dari perkembangan bisnis kosmetik, tetapi juga dari upayanya memperkenalkan kekayaan budaya dan bahan alami Indonesia ke dalam industri kecantikan modern.
Melalui usahanya, tradisi perawatan kecantikan Nusantara diperkenalkan kepada masyarakat dalam bentuk produk dan layanan yang mengikuti perkembangan industri.
Kepergian Martha menjadi kehilangan bagi dunia kecantikan Indonesia. Dedikasi dan kiprahnya selama puluhan tahun meninggalkan warisan dalam pengembangan produk lokal, pelestarian tradisi kecantikan, serta pertumbuhan industri kosmetik nasional.







