• ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber
tangselxpress.com
Jumat, 23 Oktober, 2026
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
tangselxpress.com
No Result
View All Result
Home NASIONAL

BMKG Targetkan Debu Vulkanik Anak Krakatau Berkurang dalam 1-2 Hari lewat OMC

Redaksi Tangselxpress by Redaksi Tangselxpress
September 7, 2026
in NASIONAL, NEWS
Reading Time: 2min read
Waspada Abu Vulkanik Anak Gunung Krakatau, BPBD Banten Minta Warga Lakukan 6 Hal Ini

Tangkapan layar video dari salah satu warga. Debuabu vulkanik Gunung Anak Krakatau tampak menempel pada kendaraan dan tangan warga di Jakarta, Minggu, 6 September 2026 (Foto: Tangkapan layar Tiktok/Andrian Studio)

223
SHARES
2.5k
VIEWS

TANGSELXPRESS- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menargetkan persoalan debu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau dapat dikurangi dalam satu hingga dua hari mendatang melalui operasi modifikasi cuaca (OMC).

Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG Tri Handoko Seto mengatakan, OMC dilakukan dengan dua metode yang disesuaikan dengan kondisi awan di atmosfer. Upaya tersebut bertujuan mempercepat penurunan partikel debu vulkanik yang telah tersebar.

“Dengan adanya dua metode ini, harapannya dalam 1-2 hari ke depan, ini debu vulkanik Gunung Anak Krakatau bisa kita selesaikan. Namun, dengan catatan tidak ada letusan-letusan baru yang menyemprotkan material vulkanik,” ucap Tri Handoko seusai konferensi pers di Jakarta, Senin (7/9/2026).

BACA JUGA :  Libur Isra Miraj, Polisi Berlakukan Ganjil Genap dan One Way di Kawasan Puncak

Dua Metode OMC

Tri menjelaskan, metode pertama dilakukan ketika kondisi atmosfer belum terdapat awan. Dalam kondisi tersebut, pesawat akan menyemprotkan bahan tertentu ke atmosfer untuk membantu mempercepat penurunan partikel debu vulkanik.

Bahan yang digunakan berupa campuran air dan surfaktan. Menurut Tri Handoko, surfaktan berfungsi mengikat partikel debu sehingga material vulkanik lebih cepat turun ke permukaan.

Sementara itu, apabila awan mulai terbentuk, metode modifikasi cuaca akan menggunakan bahan semai awan. Bahan tersebut digunakan untuk mengaktifkan pertumbuhan awan sehingga dapat memicu terjadinya hujan.

Melalui dua metode tersebut, OMC juga ditujukan untuk mengurangi dampak sebaran debu vulkanik ke sejumlah wilayah terdampak, termasuk Jakarta dan daerah penyangganya.

BACA JUGA :  Prakiraan Cuaca Tangsel Hari Ini: Waspada Hujan Petir

Pesawat Didatangkan dari Kalimantan

Tri mengatakan operasi modifikasi cuaca tidak dilakukan dari Jakarta. Pelaksanaan OMC dilakukan melalui posko yang berada di Semarang dan Kertajati dengan dukungan pesawat yang didatangkan dari Kalimantan.

“Pesawat didatangkan dari Kalimantan, kita datangkan pesawat ke Semarang. Dari posko Semarang, dan Kertajati,” tambahnya.

Ia menjelaskan pesawat dari Kalimantan akan ditempatkan di Semarang, sementara pelaksanaan operasi dilakukan melalui posko di Semarang dan Kertajati.

Meski demikian, efektivitas OMC tetap bergantung pada aktivitas Gunung Anak Krakatau. Jika kembali terjadi erupsi yang menyemburkan material vulkanik baru, upaya untuk mengurangi debu yang telah tersebar akan menghadapi tantangan tambahan.

El Nino Masih Kuat hingga September

Selain menangani sebaran abu vulkanik, BMKG juga menyoroti kondisi kekeringan yang dipengaruhi fenomena El Nino.

BACA JUGA :  Dorong Isu Perlindungan PMI di KTT ASEAN Ke-42, Puan: Kita Tidak Bisa Berjuang Sendiri

Tri Handoko mengatakan kondisi El Nino saat ini masih berada pada fase sangat kuat dan terjadi bersamaan dengan musim kemarau.

Menurut dia, kondisi tersebut diperkirakan mulai melemah pada Oktober, seiring sejumlah wilayah Indonesia mulai memasuki musim hujan.

“Jadi paling berat memang sampai dengan akhir September. Kemudian perlahan-lahan eskalasi ini akan melemah dimulai pada Oktober,” pungkas Tri Handoko.

Berdasarkan prakiraan BMKG, November menjadi periode ketika musim kemarau secara umum mulai berakhir. Dengan demikian, persoalan kekeringan yang diperparah oleh El Nino diperkirakan dapat secara perlahan-lahan berakhir.

Tags: abu vulkanik Gunung Anak Krakatauabu vulkanik JakartabantenBMKGcuaca Indonesiadebu vulkanik Anak Krakataudebu vulkanik JakartaEl Nino 2026Erupsi Anak KrakatauGunung anak krakatauJakartakekeringan IndonesiaKertajatiModifikasi CuacaOMC BMKGOperasi Modifikasi CuacaSemarangTri Handoko Seto
Previous Post

Pembakaran Sampah Mandiri Berujung Bencana, Dampak Buruk bagi Lingkungan

Next Post

Bisnis Tidak Hanya Tentang Modal, tetapi Juga Tentang Kualitas SDM

Related Posts

Hari Santri 2026, Pilar Saga Dorong Santri Kuasai Teknologi Menuju Indonesia Emas
TANGERANG SELATAN

Hari Santri 2026, Pilar Saga Dorong Santri Kuasai Teknologi Menuju Indonesia Emas

Oktober 22, 2026
2.3k
Beredar Surat Transaksi Eka Hospital Tahun 2022, Patut Diduga Berkaitan dengan Upaya Menggeser Pemegang Saham Minoritas
HUKUM

Beredar Surat Transaksi Eka Hospital Tahun 2022, Patut Diduga Berkaitan dengan Upaya Menggeser Pemegang Saham Minoritas

Oktober 22, 2026
2.4k
Optimistis pada Prospek Pertumbuhan Jangka Panjang, BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Senilai Rp1 Triliun
ADVERTORIAL

Optimistis pada Prospek Pertumbuhan Jangka Panjang, BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Senilai Rp1 Triliun

Oktober 22, 2026
2.4k
Bali Tech Week 2026 Hadirkan 900 Pertemuan Bisnis, Tangsel Soroti Kolaborasi Digital
TANGERANG SELATAN

Bali Tech Week 2026 Hadirkan 900 Pertemuan Bisnis, Tangsel Soroti Kolaborasi Digital

Oktober 22, 2026
2.4k
Lindungi Pantai Utara Jawa dari Abrasi, BRI Tanam 30 Ribu Bibit Mangrove dan Manfaatkan Sampah Jadi Pemecah Ombak Melalui Program BRI Peduli
ADVERTORIAL

Lindungi Pantai Utara Jawa dari Abrasi, BRI Tanam 30 Ribu Bibit Mangrove dan Manfaatkan Sampah Jadi Pemecah Ombak Melalui Program BRI Peduli

Oktober 22, 2026
2.4k
Tangsel Diwaspadai Jadi Kota Transit TPPO, Pemkot Perkuat Pengawasan RT/RW
TANGERANG SELATAN

Tangsel Diwaspadai Jadi Kota Transit TPPO, Pemkot Perkuat Pengawasan RT/RW

Oktober 22, 2026
2.4k
Next Post
Bisnis Tidak Hanya Tentang Modal, tetapi Juga Tentang Kualitas SDM

Bisnis Tidak Hanya Tentang Modal, tetapi Juga Tentang Kualitas SDM

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber

© 2022 TangselXpress.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING

© 2022 TangselXpress.com