TANGSELXPRESS– Dojo Young Tiger kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih Juara Umum 2 pada Kejuaraan Bharaduta Open 7. Prestasi tersebut semakin istimewa karena diraih secara back to back dalam kurun waktu satu pekan setelah sebelumnya Young Tiger juga sukses meraih juara umum di ajang yang digelar di Bogor.
Pada Kejuaraan Bharaduta Open 7, tim Young Tiger mengunci posisi Juara Umum 2 setelah mengoleksi 7 medali emas, 3 perak, dan 4 perunggu.
Pelatih Kumite Dojo Young Tiger, Senpai David, mengatakan persaingan selama dua hari pertandingan berlangsung sangat kompetitif. Namun, para atlet mampu menjalankan strategi yang telah dipersiapkan dalam latihan dengan maksimal.
“Di Kejuaraan Bharaduta ini atmosfernya kompetitif banget, tapi anak-anak Young Tiger berhasil eksekusi strategi dengan maksimal dan main all out. Kita bersyukur bisa ngunci posisi Juara Umum 2 dengan 7 emas, 3 perak, dan 4 perunggu,” ujar Senpai David.
Menurutnya, tujuh medali emas yang diraih Young Tiger sebagian besar berasal dari atlet yang memang dipersiapkan untuk memperkuat kontingen Tangerang Selatan pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026.
Tak hanya itu, Young Tiger juga berhasil meraih penghargaan Best of the Best (BOB) putra dan putri senior dalam kejuaraan tersebut.
“Bahkan kita mendapatkan BOB putra dan putri senior. Pencapaian ini bukti nyata dari progres latihan mereka, dan pastinya bakal jadi motivasi kita buat terus upgrade performa di event selanjutnya,” kata David.
Jadi Uji Coba Menuju Porprov Tangsel
Pemilik Dojo Young Tiger sekaligus Sensei Sugeng Haryoto, S.Si., DAN 5 INKAI Tangsel, mengatakan kejuaraan Bharaduta Open 7 dan IPB National Championship menjadi bagian penting dari persiapan atlet senior menghadapi Porprov Tangerang Selatan yang dijadwalkan berlangsung pada 19-21 November 2026.
Menurut Sugeng, kedua kejuaraan tersebut tidak hanya menjadi ajang mengejar prestasi, tetapi juga dimanfaatkan untuk menguji strategi dan mengevaluasi hasil latihan para atlet sebelum menghadapi kompetisi yang lebih besar.
“Bharaduta dan IPB National Championship sebagai ajang uji coba dan evaluasi latihan buat atlet-atlet senior menghadapi event Porprov Tangsel 19-21 November 2026. Alhamdulillah kita meraih hasil yang sangat positif,” ujar Sugeng.
Ia menilai hasil tersebut memberikan tambahan kepercayaan diri bagi para atlet. Terlebih, Young Tiger mampu mencatatkan prestasi secara beruntun dalam waktu satu pekan.
“Selalu bersyukur dengan apa yang diberikan oleh Allah. Back to back juara umum dalam waktu sepekan di Bogor dan Jakarta,” katanya.
Sugeng berharap tren positif tersebut dapat terus berlanjut hingga Porprov Tangsel. Ia bahkan memiliki cita-cita lebih besar, yakni melahirkan atlet berkelas dunia dari Dojo Young Tiger.
“Semoga prestasinya terus berlanjut sehingga cita-cita memiliki juara kelas dunia bisa terwujud dari Dojo Young Tiger. Saya sangat senang,” ucapnya.
Kekompakan Jadi Kekuatan Young Tiger
Sugeng juga memberikan apresiasi kepada seluruh atlet, pelatih, dan orangtua yang dinilai semakin kompak dalam mendukung perkembangan Dojo Young Tiger.
Menurutnya, kekompakan tersebut menjadi modal penting dalam membangun mental dan semangat para atlet untuk terus berprestasi.
“Saya sangat senang atlet, pelatih dan orangtua dojo ini kembali kompak dan bersemangat membawa Dojo Young Tiger ke pentas tertinggi nasional,” tuturnya.
Ia juga mengapresiasi peran jajaran pelatih, khususnya Senpai David yang dibantu Senpai Bambang dan Senpai Rival. Menurut Sugeng, kombinasi pengalaman dan semangat muda para pelatih tersebut terus mendorong lahirnya juara-juara baru dari Dojo Young Tiger.
“Senpai David, dibantu Senpai Bambang dan Senpai Rival, gambaran kekuatan dan semangat muda yang terus melahirkan juara-juara baru dari dojo ini,” katanya.
Zahran Persembahkan Emas untuk Young Tiger
Salah satu atlet yang berhasil menyumbangkan medali emas adalah Zahran Ahmad Sinwan, yang keluar sebagai juara pertama U21 Kumite -67 kilogram putra.
Zahran mengaku bersyukur sekaligus bahagia dapat memberikan kontribusi bagi tim Young Tiger.
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur bisa meraih dan menyumbangkan medali emas untuk tim Dojo Young Tiger. Perasaan saya cukup bahagia dan memuaskan untuk hasil kejuaraan Bharaduta ini,” ujar Zahran.
Menurutnya, hasil tersebut tidak lepas dari proses latihan yang dilakukan bersama rekan-rekannya secara maksimal.
Ia menyebut disiplin dan konsistensi menjadi kunci utama dalam mempersiapkan diri menghadapi pertandingan. Selain meningkatkan kemampuan fisik dan teknik, Zahran juga berusaha memperbaiki kekurangan yang terlihat dari pertandingan sebelumnya.
“Pola latihan yang saya lakukan tentunya harus disiplin dan konsisten. Selain latihan fisik dan teknik, saya juga memperbaiki kekurangan dari pertandingan sebelumnya,” katanya.
Sebagai atlet Porprov Kota Tangerang Selatan sekaligus pelajar, Zahran mengaku harus mampu membagi waktu antara sekolah, latihan, dan istirahat.
Ia berusaha menyelesaikan kewajiban sekolah terlebih dahulu sebelum menyesuaikan diri dengan jadwal latihan yang diberikan pelatih.
“Saya sebagai atlet Porprov Kota Tangsel sekaligus pelajar, saya harus bisa menyeimbangkan antara sekolah, latihan dan istirahat,” ujarnya.
Selain latihan, Zahran juga menjaga kondisi fisik dengan istirahat yang cukup dan mengatur pola makan. Ia bahkan mengurangi aktivitas nongkrong yang dinilai tidak penting demi menjaga fokus mengejar prestasi.
“Saya juga menjaga kondisi fisik dengan istirahat yang cukup dan menjaga pola makan. Lalu yang penting kurangin nongkrong yang tidak penting untuk hasil yang maksimal,” katanya.
Zahwan Tembus BOB dengan Mental Juara
Sementara itu, atlet Young Tiger sekaligus atlet Porprov Kota Tangerang Selatan, Zahwan Ahmad Sinwan, berhasil menjadi juara Best of the Best Kumite U21-Senior Putra.
Zahwan mengaku pertandingan BOB menjadi salah satu tantangan berat karena harus menghadapi lawan-lawan dengan kualitas tinggi.
“Pertandingan Best of the Best tadi ketemu lawan-lawan bagus, dan saya butuh perjuangan yang keras dan mental kuat biar bisa juara BOB,” kata Zahwan.
Perjuangan Zahwan bahkan sempat menemui kendala di babak semifinal. Ia mengaku hampir kalah sebelum akhirnya mampu mengejar ketertinggalan poin dan memastikan tiket ke final.
“Tadi saya hampir kalah di semifinal BOB, tapi berkat pelatihan dari Senpai David, saya bisa mengejar poin lawan sehingga masuk final dan memenangkan pertandingan Best of the Best Kumite U21-Senior Putra,” ujarnya.
Zahwan juga memiliki kebiasaan yang cukup disiplin dalam menjaga kondisi tubuh. Ia mengatur waktu makan di tengah aktivitas sekolah dan latihan, serta berusaha menjaga waktu tidur setelah menjalani latihan.
“Pola makan saya dua kali sehari, saat di sekolah dan setelah pulang sekolah sebelum mulai latihan. Dan pola tidur setelah latihan saya pasti tidur di jam 11 malam,” katanya.
Mulai Karate Sejak Kelas 1 SD
Perjalanan Zahwan di dunia karate juga telah dimulai sejak usia sekolah dasar. Ia mengenal karate ketika duduk di kelas 1 SD melalui kegiatan ekstrakurikuler.
Memasuki kelas 4 SD, ia mulai menekuni karate secara lebih serius hingga akhirnya bergabung dengan tim Young Tiger dan bertahan sampai sekarang.
“Saya sudah mengikuti karate sejak kelas 1 SD, saat itu hanya ekskul dan saat kelas 4 SD mulai serius untuk mengikuti karate. Lalu saya bergabung di tim Young Tiger hingga sekarang,” tutur Zahwan.
Pesan untuk Atlet Muda
Di tengah capaian Young Tiger yang terus meningkat, Sensei Sugeng mengingatkan para atlet muda agar tidak cepat berpuas diri.
Menurutnya, prestasi yang diraih harus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan dan menjaga mental juara.
Sugeng berpesan agar para atlet selalu bersemangat menjalani latihan, patuh terhadap arahan pelatih, serta tetap rendah hati ketika berhasil meraih prestasi.
“Bagi para atlet muda saya berpesan untuk selalu bersemangat dalam latihan. Tunjukkan kepatuhan dan ikuti bimbingan para pelatih, baik di tempat latihan maupun di tempat bertanding,” katanya.
Ia juga meminta atlet memiliki mental untuk terus mengejar prestasi tanpa kehilangan sikap rendah hati.
“Rendah hati dan tak cepat berpuas diri. Selalu lapar untuk menang,” tegas Sugeng.
Dengan capaian di Bharaduta Open 7, Young Tiger kini memiliki tambahan modal kepercayaan diri sekaligus bahan evaluasi menuju Porprov Tangerang Selatan. Kekompakan atlet, pelatih, dan orangtua diharapkan terus terjaga untuk membawa Young Tiger menuju prestasi yang lebih tinggi, baik di tingkat nasional maupun internasional.







