TANGSELXPRESS– Di tengah ketatnya persaingan akademik dan dunia profesional, budaya hustle culture semakin melekat dalam kehidupan generasi muda. Tuntutan untuk terus produktif, mengejar prestasi, dan memenuhi ekspektasi kerap membuat mahasiswa maupun pekerja muda mengesampingkan kesehatan mereka.
Mengorbankan waktu istirahat, bekerja hingga larut malam, hingga mengandalkan minuman berpemanis seperti es kopi dan minuman energi menjadi kebiasaan yang dianggap lumrah. Berangkat dari fenomena tersebut, Tim Panda Project V2 dari Universitas Indonesia (UI) menghadirkan karya video bertajuk “Sprint & Maraton: Ketika Ambisi Mengalahkan Tubuh” dalam ajang Lomba Inovasi Digital Mahasiswa (LIDM) 2026 Divisi Video Digital Pendidikan.
Tim Panda Project V2 beranggotakan Harman Hakim selaku ketua, serta Dery Andreas Tampubolon dan Pearlita Anindya Prameswari sebagai anggota, dengan dosen pembimbing Prof. Harry Budi Santoso, S.Kom., M.Kom., Ph.D.
Melalui karya ini, mengangkat isu yang dekat dengan keseharian generasi muda, yaitu hubungan antara tekanan untuk terus produktif, kebiasaan mengonsumsi minuman berpemanis, dan risiko penyakit ginjal kronik. Dikemas melalui pendekatan naratif dengan sentuhan plot twist, video ini berupaya menyampaikan pesan kesehatan secara emosional dan reflektif. Karya tersebut sekaligus menjadi bentuk kritik terhadap normalisasi budaya kerja berlebihan yang kerap mengabaikan batas kemampuan fisik demi mengejar kesuksesan.
Urgensi isu yang diangkat turut didukung oleh sejumlah temuan penelitian. Studi yang dipublikasikan dalam International Journal of Environmental Research and Public Health pada 2022 terhadap 15.366 mahasiswa dari 17 universitas di tujuh negara ASEAN melaporkan prevalensi konsumsi minuman berpemanis harian sebesar 82%.
Sementara itu, data Indonesia Renal Registry periode 2016–2019 menunjukkan bahwa 15,3% pasien hemodialisis berada pada kelompok usia di bawah 40 tahun. Temuan tersebut menjadi pengingat bahwa risiko penyakit kronis perlu mendapat perhatian sejak usia produktif, terlebih karena penyakit ginjal kronik pada stadium awal sering kali tidak menunjukkan gejala yang jelas.
Judul “Sprint & Maraton” dipilih sebagai metafora yang menggambarkan dua cara pandang terhadap kehidupan. Sprint merepresentasikan ambisi untuk mencapai kesuksesan secepat mungkin, sedangkan maraton melambangkan perjalanan panjang yang membutuhkan ketahanan, konsistensi, dan keseimbangan.
Melalui konsep tersebut, Tim Panda Project V2 ingin mengajak generasi muda merefleksikan kembali makna produktivitas dan pentingnya menjaga kesehatan di tengah tuntutan akademik maupun pekerjaan. Dengan menyasar mahasiswa dan pekerja muda serta memanfaatkan media digital sebagai sarana edukasi, karya ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin ketiga, yakni Kehidupan Sehat dan Sejahtera.
Melalui partisipasi karya ini dalam LIDM 2026, Panda Project V2 berharap “Sprint & Maraton: Ketika Ambisi Mengalahkan Tubuh” dapat menjadi lebih dari sekadar video edukasi. Mereka berharap bahwa karya ini dapat menjadi pemantik diskusi mengenai pentingnya keseimbangan antara ambisi dan kesehatan.
Karya ini dapat mengingatkan bahwa produktivitas bukanlah tentang seberapa lama seseorang mampu memaksakan diri untuk terus bekerja, melainkan bagaimana seseorang dapat mempertahankan kualitas hidup dalam jangka panjang. Sebab kesuksesan bukan tentang siapa yang paling cepat mencapai garis finis, tetapi juga tentang siapa yang mampu terus melangkah tanpa harus mengorbankan kesehatannya.






