TANGSELXPRESS– Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengklarifikasi foto dirinya menggunakan selang oksigen yang beredar di media sosial. Ia menegaskan narasi yang menyebut dirinya mengalami sesak napas saat foto tersebut diambil tidak benar.
Foto itu memperlihatkan Budi mengenakan rompi biru dan duduk di kursi dengan selang oksigen terpasang di hidung. Unggahan tersebut disertai narasi yang membandingkan kondisinya dengan masyarakat yang harus menghirup udara tercemar selama berbulan-bulan demi mencari nafkah.
Melalui akun Instagram pribadinya pada Sabtu (24/10/2026), Budi menjelaskan bahwa foto tersebut memang asli. Namun, konteks yang menyertainya dinilai tidak sesuai dengan kejadian sebenarnya.
“Fotonya memang benar, namun narasi yang beredar itu tidak benar. Saya sama sekali tidak merasa sesak pada saat itu, saya juga terbantu dengan menggunakan masker KN95,” kata Budi.
Foto Diambil Saat Meninjau Dampak Karhutla di Kalteng
Budi menjelaskan, foto tersebut diambil saat dirinya melakukan kunjungan kerja untuk memantau kondisi kesehatan masyarakat di Kalimantan Tengah (Kalteng), salah satu wilayah yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Dalam kunjungan tersebut, ia meninjau Rumah Oksigen Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) dan Bus Oksigen milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.
Menurut Budi, kunjungan itu bertujuan mengenalkan fasilitas penyedia oksigen sebagai bagian dari upaya mitigasi dampak polusi udara akibat karhutla.
“Selama kunjungan berlangsung dan saya hanya bertujuan memberikan informasi dan edukasi menunjukkan fasilitas rumah oksigen seperti yang terekam di video ini. Sebagai bentuk mitigasi nyata, saya ingin membantu publikasi kehadiran Rumah Oksigen MDMC dan Bus Oksigen Pemprov Kalteng,” katanya.
Ia menegaskan, penggunaan fasilitas oksigen dalam dokumentasi tersebut merupakan bagian dari upaya memperkenalkan layanan kepada masyarakat, bukan karena dirinya mengalami sesak napas seperti yang dinarasikan dalam unggahan viral.
Rumah Oksigen Dilengkapi Penyaring Udara HEPA
Budi mengimbau masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan akibat paparan asap untuk segera mencari bantuan medis. Ia juga meminta warga memanfaatkan Rumah Oksigen yang tersedia di wilayah terdampak apabila mengalami sesak napas.
Menurutnya, Rumah Oksigen MDMC dilengkapi sistem penyaringan udara menggunakan High-Efficiency Particulate Air (HEPA).
“Kalau warga mulai sesak, segera ke Rumah Oksigen terdekat. Ruangan ini disaring ketat pakai HEPA. Kalian cukup duduk istirahat, beri waktu paru-paru bernapas lebih lega, dan nikmati udara dengan konsentrasi oksigen 100%,” ujarnya.
Budi mengatakan fasilitas tersebut juga didukung tenaga kesehatan yang memantau kondisi warga. Apabila pasien membutuhkan penanganan lebih lanjut, petugas akan merujuknya ke rumah sakit.
Sementara itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menyiapkan Bus Oksigen keliling untuk membantu masyarakat yang kesulitan menjangkau fasilitas tersebut.
“Ada tenaga kesehatan yang memantau, dan jika butuh penanganan lebih, akan langsung dirujuk ke rumah sakit. Untuk yang sulit menjangkau lokasi, Pemprov Kalteng sudah menyiapkan Bus Oksigen keliling,” kata Budi.
Relawan Pemadam Karhutla Jadi Perhatian
Budi menyoroti pentingnya fasilitas oksigen bagi masyarakat yang terpapar polusi udara, terutama relawan yang bertugas memadamkan kebakaran hutan dan lahan.
Ia menyebut paparan polusi yang tinggi dapat berdampak pada kadar saturasi oksigen relawan. Dalam keterangannya, Budi mengatakan kadar saturasi oksigen sejumlah relawan bahkan dapat turun hingga di bawah 90 persen.
“Tabung oksigen murni ini sangat krusial, terutama bagi relawan pemadam api yang saturasinya sering drop di bawah 90 akibat polusi tinggi. Jangan tunggu sampai parah, kalau ada yang mengeluh sesak, langsung arahkan ke fasilitas oksigen terdekat,” ujarnya.
Ia juga membagikan pengalamannya ketika mencoba fasilitas di Rumah Oksigen MDMC. Budi mengaku merasa lebih segar setelah menggunakan fasilitas tersebut dan menyebut saturasi oksigennya meningkat.
“Saya di Rumah Oksigen MDMC, mereka bikin rumah oksigen di Kalimantan Tengah, luar biasa membantu masyarakat. Saya sendiri nyoba, begitu dipakai rasanya lebih enak, lebih segar dan saturasi oksigen naik,” katanya.
Selain meninjau Rumah Oksigen MDMC, Budi melihat langsung Bus Oksigen milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah yang dilengkapi tabung oksigen untuk membantu masyarakat terdampak karhutla, khususnya relawan pemadam kebakaran.
“Relawan perlu kita bikin sehat, isi tabung adalah oksigen murni 100 persen. Kalau misal saturasi turun di bawah 90 atau 80, dibantu oksigen maka naik lagi,” ujarnya.
Pemerintah berharap keberadaan Rumah Oksigen dan Bus Oksigen dapat membantu masyarakat menghadapi dampak polusi udara akibat karhutla. Masyarakat yang mengalami sesak napas atau gangguan pernapasan diimbau segera mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis.






