TANGSELXPRESS – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) terus memperkuat upaya pengendalian banjir di sejumlah wilayah rawan. Salah satunya melalui pembangunan turap sepanjang 204 meter di kawasan Bukit Nusa Indah, Kecamatan Ciputat.
Pembangunan infrastruktur tersebut dilakukan untuk memperkuat sistem pengendalian aliran air sekaligus mengurangi risiko banjir yang selama ini dirasakan masyarakat di kawasan tersebut.
Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan mengatakan, penanganan banjir dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kondisi dan kebutuhan masing-masing wilayah.
“Pemkot Tangerang Selatan berkomitmen untuk terus melakukan penanganan banjir, salah satunya dengan memperkuat infrastruktur pengendali aliran air seperti pembangunan turap ini. Kami akan terus melakukan pemetaan dan penanganan di titik-titik yang memang membutuhkan,” ujar Pilar, Senin (14/9/2026).
Menurut Pilar, pembangunan turap di Bukit Nusa Indah merupakan salah satu bagian dari langkah Pemkot Tangsel dalam memperkuat infrastruktur pengendali aliran air di titik yang memiliki potensi persoalan banjir.
Turap Dibangun di Sisi Kiri dan Kanan Aliran
Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (DSDABMBK) Kota Tangsel Robby Cahyadi menjelaskan, kawasan Bukit Nusa Indah masuk dalam pemetaan wilayah yang membutuhkan penanganan terkait persoalan banjir.
“Yang di sini (pernah) banjir, tadi disampaikan Bapak RW-nya. Jadi kita bangun turap di samping pedestriannya,” ujar Robby di lokasi pembangunan, Rabu (2/9/2026).
Ia menjelaskan, turap dibangun pada sisi kiri dan kanan aliran air. Masing-masing sisi memiliki panjang sekitar 102 meter sehingga total pembangunan turap mencapai 204 meter.
“Yang di sini, Bukit Nusa Indah, turapnya kiri-kanan sekitar 102 meter (masing-masing), totalnya 204 meter,” jelasnya.
Tidak hanya turap, proyek tersebut juga mencakup pembangunan pagar parapet sepanjang 90 meter. Di sepanjang sisi turap juga dibangun jalur pedestrian yang sekaligus berfungsi sebagai jalan inspeksi dengan panjang sekitar 204 meter.
“Ada pagar parapet juga 90 meter, jadi pedestrian di pinggiran turapnya. Ada jalan inspeksi,” kata Robby.
Dilengkapi Pintu Air
Untuk mendukung fungsi pengendalian aliran air, proyek tersebut turut dilengkapi sejumlah bangunan pelengkap.
Di antaranya berupa pintu air, klep tabok, serta bangunan pendukung lainnya yang diharapkan dapat membantu mengatur aliran air di kawasan tersebut.
Robby mengatakan, pembangunan ditargetkan rampung pada Desember 2026.
Pemkot Tangsel berharap keberadaan infrastruktur tersebut dapat memperkuat sistem pengendalian aliran air di kawasan Bukit Nusa Indah dan menekan risiko banjir yang selama ini menjadi persoalan bagi masyarakat sekitar.
Pembangunan turap ini sekaligus menjadi bagian dari upaya Pemkot Tangsel dalam melakukan penanganan banjir berbasis kondisi wilayah, dengan memprioritaskan titik-titik yang dinilai membutuhkan penguatan infrastruktur pengendali air.







