TANGSELXPRESS – Kontingen karate Universitas Indonesia (UI) menorehkan prestasi gemilang dalam Invitasi Mahasiswa Beladiri Nasional 2026 yang digelar di GOR Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur, pada 8–10 September 2026.
Mengirimkan 21 atlet yang didampingi dua ofisial pelatih, Mochammad Farhan Ashari Djunaidi, S.M. dan Tasrikin Agustianto, S.T., kontingen UI berhasil membawa pulang tujuh medali, terdiri atas dua medali emas, tiga perak, dan dua perunggu.
Capaian tersebut mengantarkan Universitas Indonesia menempati Juara Umum III dalam ajang yang diselenggarakan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi DKI Jakarta bersama Pengurus Besar/Pusat Cabang Olahraga dan Badan Pengurus Olahraga Mahasiswa Indonesia (BAPOMI) Provinsi DKI Jakarta.
Dua medali emas UI masing-masing dipersembahkan oleh Frischa Tri Deswita dari Fakultas Ilmu Budaya (FIB) angkatan 2026 pada kelas Kumite +68 kilogram putri dan Muhammad Albarra Aria Suwardi dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) angkatan 2026 pada kelas Kumite -84 kilogram putra.

Sementara itu, tiga medali perak diraih oleh Rizki Putra Hardyansyah dari Program Magister Perencanaan Ekonomi dan Kebijakan Pembangunan (MPKP) FEB angkatan 2025 di kelas Kumite -84 kilogram putra, Gabriel Carsten Sitorus dari Fakultas Teknik angkatan 2024 di kelas Kumite +84 kilogram putra, serta tim Kata Beregu Putri yang diperkuat Jessica Kirana Lukman, Layla Putri Mahardika, dan Dhia Zahra Muslimah.
Pertandingan Gabriel Carsten Sitorus berlangsung ketat. Ia bermain imbang 2-2 hingga pertandingan harus ditentukan melalui senshu, yang akhirnya membuatnya meraih medali perak.
Dua medali perunggu UI kemudian disumbangkan oleh Dhia Zahra Muslimah pada kategori Kata Perorangan Putri dan Lovely Adinda Faraz pada kelas Kumite -68 kilogram putri.
21 Atlet Turun di Berbagai Kelas
Dalam kejuaraan tersebut, UI mengirimkan 21 atlet yang turun di berbagai kategori, baik Kata maupun Kumite.
Sebanyak 12 atlet merupakan mahasiswa Program Sarjana dan Vokasi angkatan 2023 hingga 2025. Selain itu, terdapat delapan mahasiswa baru angkatan 2026 dan satu mahasiswa Program Pascasarjana atau S2.
Para atlet tersebut berasal dari berbagai fakultas dan program studi di UI. Mereka di antaranya Sachiko Khazbiika Ismail, Muhammad Ghalib Ramadhan, Hibatullah Adli Rafif, Denaya Yasmin Pasha Manbait, Lovely Adinda Faraz, Gabriel Carsten Sitorus, Aynayya Zahra Tazkia, Fairuz Hasna Febriani, Rayhan Andhika, Shouma Ahmad Samarkandi, Layla Putri Mahardika, Naira Zarin Putri, Jessica Kirana Lukman, Balqies Tsabita Sakhi, Dhia Zahra Muslimah, Naura Aurellia Nasution, Muhammad Albarra Aria Suwardi, Yudhistira Panji Kurniawan, Syaghaf Fakkri Fathan Muliawan, Frischa Tri Deswita, dan Rizki Putra Hardyansyah.
Persiapan Dilakukan Sejak Awal 2026

Keberhasilan kontingen UI tidak terlepas dari program latihan yang dilakukan secara terstruktur. Pembinaan atlet memadukan sejumlah metode, termasuk keikutsertaan sebagian atlet dalam Pemusatan Latihan Mahasiswa (PPLM) maupun Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) DKI Jakarta.
Selain mengikuti program pemusatan latihan, para atlet juga menjalani latihan mandiri di dojo masing-masing.
Di tingkat internal, UKM Karate UI turut menjalankan program khusus untuk mempersiapkan atlet menghadapi berbagai kejuaraan. Persiapan Invitasi Mahasiswa Beladiri 2026 bahkan telah dilakukan sejak awal tahun melalui pemetaan atau mapping kejuaraan.
Ajang Invitasi Mahasiswa 2026 kemudian ditetapkan sebagai salah satu target peak performance atau puncak performa atlet.
Latihan rutin di lingkungan kampus dilaksanakan dua kali dalam sepekan, yakni setiap Rabu pukul 19.00 WIB dan Sabtu pukul 13.00 WIB.
Program tersebut terbagi dalam dua fase utama, yaitu Tahap Persiapan Umum (TPU) dan Tahap Persiapan Khusus (TPK) menjelang kompetisi.
Seleksi Atlet melalui Talent Scouting
Mekanisme seleksi kontingen UI dalam Invitasi Mahasiswa Beladiri 2026 dilakukan melalui sistem pemanduan bakat (talent scouting) yang dipadukan dengan pendaftaran terbuka (open requirement).
Penentuan atlet yang masuk dalam kontingen tidak hanya mempertimbangkan kemampuan teknis. Potensi, dedikasi, serta perkembangan atlet selama mengikuti latihan rutin juga menjadi bagian dari pemantauan.
Para atlet UI sendiri berasal dari latar belakang perguruan beladiri yang beragam. Perbedaan tersebut justru menjadi kekuatan ketika mereka bergabung di bawah satu bendera Universitas Indonesia.
Seluruh anggota UKM kemudian melebur menjadi satu tim dengan semangat “One Team, One Champion” atau satu tim, satu juara.
Semangat kebersamaan, solidaritas, dan target bersama tersebut menjadi salah satu modal kontingen UI untuk tampil maksimal hingga akhirnya mengamankan tujuh medali sekaligus menempati posisi Juara Umum III pada Invitasi Mahasiswa Beladiri Nasional 2026.







