• ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber
tangselxpress.com
Rabu, 21 Oktober, 2026
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
tangselxpress.com
No Result
View All Result
Home OPINI

Memaknai 81 Tahun Kemerdekaan

Redaksi Tangselxpress by Redaksi Tangselxpress
Agustus 16, 2026
in NEWS, OPINI
Reading Time: 3min read
Memaknai 81 Tahun Kemerdekaan
266
SHARES
2.8k
VIEWS

Oleh: Yakub F. Ismail

Menginjak usia 81 tahun, Indonesia kini tidak lagi berada pada tahap mempertahankan kemerdekaan, melainkan sedang memasuki fase menentukan seberapa jauh kemerdekaan mampu diterjemahkan menjadi kedigdayaan dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat.

Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto saat ini tengah menghadapi tantangan yang tidak mudah dalam mengisi pos pembangunan.

Mulai dari menjaga pertumbuhan ekonomi di tengah ketidakpastian global, memperkuat ketahanan energi dan pangan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, mendorong perluasan lapangan pekerjaan, hingga memastikan pembangunan berlangsung adil dan merata.

Dalam konteks inilah, momentum peringatan 81 tahun kemerdekaan menjadi begitu penting untuk direfleksikan, tidak sekadar berhenti sebagai seremoni tahunan.

17 Agustus mesti menjadi ruang untuk menelisik lebih jauh berbagai agenda pembangunan sebagai bagian dari perjuangan generasi masa kini.

Kemerdekaan yang didapat hari ini harus dimanifestasikan dalam wujud kemerdekaan dan kemampuan dalam mengelola kekayaan sendiri, memenuhi kebutuhan rakyat, memperkuat industri nasional, melindungi kelompok rentan, dan membangun masa depan dengan kekuatan sendiri.

Berangkat dari perspektif tersebut, pembangunan bukan sekadar program pemerintah, melainkan kelanjutan dari cita-cita kemerdekaan.

Menuju Kemandirian Ekonomi

Kemerdekaan yang diperjuangkan para syuhada di masa pra kemerdekaan hingga meraih kemerdekaan pada 1945 telah memberikan Indonesia hak untuk menentukan masa depannya sendiri.

Delapan puluh satu tahun setelah bangsa ini merdeka, tantangan yang dihadapi pun terus mengalami perubahan seiring berjalannya waktu.

BACA JUGA :  Polda Metro Jaya Kerahkan 1.263 Personel Amankan Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas

Indonesia tidak lagi berhadapan dengan penjajahan fisik seperti masa kolonialisme dalam bentuk klasik. Namun, dalam menghadapi kompetisi ekonomi global, ketidakpastian geopolitik, perang dagang, perubahan rantai pasok, serta persaingan teknologi dewasa ini, tantangannya justru semakin berat.

Dengan demikian, arti sebuah kemerdekaan pada era sekarang sedikit mengalami pergeseran, karena terikat erat dengan kemampuan membangun kemandirian ekonomi.

Dalam konteks ini, negara harus memiliki kapasitas untuk memastikan kebutuhan strategis rakyat, mulai dari pangan, energi, hingga industri dasar, tidak sepenuhnya bergantung pada kondisi eksternal.

Agenda pembangunan nasional di bawah nakhoda Presiden Prabowo Subianto harus ditempatkan dalam kerangka tersebut.

Dengan kata lain, kemerdekaan harus menyentuh pada sisi kedaulatan dalam bidang pangan, swasembada energi, hilirisasi sumber daya alam, penguatan industri nasional, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai bentuk memperkuat fondasi ekonomi Indonesia.

Hilirisasi, sebagai contoh, bukan sebatas mengolah sumber daya alam di dalam negeri. Akan tetapi, ia merupakan bagian dari upaya yang diarahkan agar kekayaan nasional menghasilkan nilai tambah, membuka lapangan kerja, meningkatkan penerimaan negara, serta mendorong tumbuhnya ekosistem industri.

Dengan demikian, relevansi kemerdekaan Indonesia benar-benar dirasakan dan aktual sebagai negara berdaulat dan mandiri dalam menghadirkan seluruh kebutuhan dasarnya.

Pun demikian halnya dengan dengan agenda ketahanan pangan. Kemampuan memenuhi kebutuhan pangan sendiri merupakan bagian penting dari kedaulatan negara. Negara yang sanggup menjaga pasokan pangan akan lebih memiliki ruang untuk menghadapi gejolak global.

BACA JUGA :  DISWAY: Tawar Dinas

Inilah salah satu makna kemerdekaan yang relevan di tengah menginjak usia yang ke-81 tahun. Indonesia harus semakin mampu menentukan nasib ekonominya sendiri.

Pemerintah memiliki peran vital dalam membangun fondasi tersebut, sementara dunia usaha dan masyarakat senantiasa menjadi kekuatan utama untuk menggerakkan roda pembangunan ekonomi nasional.

Cita Kesejahteraan Rakyat

Muara dari pengkajian di atas adalah bahwa keberhasilan pembangunan akan ditentukan oleh satu ukuran penting, yakni apakah masyarakat dapat merasakan perubahan kesejahteraan dalam kehidupannya.

Eksistensi kemerdekaan akan semakin bermakna tatkala pembangunan mampu menghadirkan pekerjaan, meningkatkan pendapatan, memperluas akses pendidikan dan kesehatan, serta memberikan rasa aman bagi masyarakat.

Demikian, agenda pembangunan pemerintah perlu dipahami tidak semata sebagai kumpulan program sektoral, melainkan sebagai bagian dari komitmen memperkuat kualitas kehidupan rakyat.

Program seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), karenanya, memiliki dimensi yang lebih luas dari sekadar penyediaan makanan.

Ia perlu dikelola secara konsisten dan penuh tanggung jawab agar program tersebut dapat menjadi instrumen untuk meningkatkan kualitas gizi anak sekaligus menciptakan permintaan bagi petani, nelayan, peternak, pelaku UMKM, dan ekonomi lokal.

BACA JUGA :  Dukung Ketahanan Pangan, Polsek Ciputat Timur Tinjau Lahan di Kelurahan Sawah

Juga halnya dengan pembangunan infrastruktur dan konektivitas. Setiap jalan yang dibangun, pelabuhan, kawasan industri, jaringan listrik, serta infrastruktur digital tidak dimaknai semata proyek fisik.

Sebaliknya, semua itu dilihat sebagai fondasi untuk memperluas aktivitas ekonomi dan menghubungkan masyarakat dengan pusat-pusat pertumbuhan.

Dalam rangka mewujudkan visi tersebut, tantangan yang dihadapi pemerintah tentu tidaklah ringan.

Dari ruang fiskal yang harus dikelola secara hati-hati, efektivitas anggaran yang perlu untuk terus diperbaiki, serta setiap program publik wajib memiliki tata kelola yang transparan, partisipatif, inklusif dan akuntabel.

Di sinilah relevansi dari poin penting pengawasan dan evaluasi, agar besarnya anggaran benar-benar menghasilkan manfaat yang sepadan bagi masyarakat.

Publik perlu dilibatkan dalam agenda pengawasan implementasi program startegis nasional, agar dampak dan manfaatnya benar-benar dirasakan secara luas.

Setiap rupiah anggaran yang keluar harus berbanding lurus dengan manfaat yang didapatkan masyarakat.

Karena itu, penegakan hukum yang tegas sekaligus profesional akan menjadi instrumen untuk memastikan agenda pembangunan berjalan di jalur yang benar.

Memaknai 81 tahun kemerdekaan dengan demikian bukan bermakna bahwa seluruh persoalan telah selesai. Justru, kemerdekaan memberi kesempatan kepada setiap insan di negeri ini untuk terus berbenah mengisi janji yang telah diamanahkan di dalam konstitusi RI.

Penulis adalah Direktur Eksekutif Indonesian Initiative for Strategic and Policy Studies (INISIATOR)

Tags: 81 tahun Indonesia merdekaHilirisasiHUT ke-81 RIindustri nasionalINISIATORkedaulatan ekonomikemandirian ekonomi Indonesiakemerdekaan Indonesiakesejahteraan rakyatketahanan energiKetahanan PanganMakan Bergizi Gratispembangunan ekonomipembangunan nasionalprabowo subianto
Previous Post

Romantic Intimate Lunch Insight Group Indonesia: Ketika Empati Menjadi Kekuatan Layanan

Next Post

Gempa M5,7 Kembali Guncang Ruteng NTT, Terjadi 5 Gempa dalam 30 Menit

Related Posts

KUR BRI Buka Jalan Rezeki Lintas Generasi melalui Sepiring Ketoprak di Bengkulu Selatan
ADVERTORIAL

KUR BRI Buka Jalan Rezeki Lintas Generasi melalui Sepiring Ketoprak di Bengkulu Selatan

Oktober 21, 2026
2.4k
BRI dan Pemerintah Gerakkan Investasi Global dan Berdayakan Ekonomi Lokal dari Level Korporasi hingga UMKM
ADVERTORIAL

BRI dan Pemerintah Gerakkan Investasi Global dan Berdayakan Ekonomi Lokal dari Level Korporasi hingga UMKM

Oktober 21, 2026
2.4k
Film Hamka Awal Mula Vol. 3 Tayang 19 November 2026, Vino G. Bastian Kembali Jadi Buya Hamka
FILM & MUSIK

Film Hamka Awal Mula Vol. 3 Tayang 19 November 2026, Vino G. Bastian Kembali Jadi Buya Hamka

Oktober 21, 2026
2.4k
Usai Video Hadang Mahasiswa Viral, Ajudan Gubernur Kaltim Akhirnya Buka Suara
DAERAH

Usai Video Hadang Mahasiswa Viral, Ajudan Gubernur Kaltim Akhirnya Buka Suara

Oktober 21, 2026
2.4k
Berkat KUR BRI, Comring Sawargi Naik Kelas dan Buka Lapangan Kerja Bagi Warga Garut
ADVERTORIAL

Berkat KUR BRI, Comring Sawargi Naik Kelas dan Buka Lapangan Kerja Bagi Warga Garut

Oktober 21, 2026
2.5k
BMKG Gunakan Dry Ice untuk Urai Kabut Asap Karhutla di Sumatra dan Kalimantan
NASIONAL

BMKG Gunakan Dry Ice untuk Urai Kabut Asap Karhutla di Sumatra dan Kalimantan

Oktober 21, 2026
2.4k
Next Post
Gempa Bumi M 4,1 Guncang Kota Bogor, Getaran Terasa Hingga Depok

Gempa M5,7 Kembali Guncang Ruteng NTT, Terjadi 5 Gempa dalam 30 Menit

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber

© 2022 TangselXpress.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING

© 2022 TangselXpress.com