TANGSELXPRESS- Kimpul belakangan ramai diperbincangkan di media sosial. Umbi lokal yang sudah lama dimanfaatkan sebagai bahan pangan ini menarik perhatian karena dapat menjadi salah satu alternatif sumber karbohidrat selain nasi, kentang, dan singkong.
Kimpul juga cukup mudah diolah. Umbinya dapat direbus, dikukus, digoreng menjadi keripik, hingga dikeringkan dan diolah menjadi tepung untuk berbagai produk pangan.
Lantas, apa itu kimpul dan apa saja manfaatnya bagi tubuh?
Apa Itu Kimpul?
Kimpul merupakan tanaman penghasil umbi dari genus Xanthosoma. Salah satu spesies yang banyak dimanfaatkan sebagai bahan pangan adalah Xanthosoma sagittifolium. Tanaman ini termasuk famili Araceae dan banyak tumbuh di wilayah tropis.
Bagian yang paling umum dimanfaatkan adalah umbinya. Kimpul mengandung pati sehingga dapat menjadi salah satu sumber karbohidrat. Selain dikonsumsi langsung, umbinya juga dapat diolah menjadi tepung dan berbagai produk pangan lainnya.
Kimpul masih berkerabat dengan talas karena keduanya sama-sama termasuk famili Araceae. Namun, kimpul dan talas bukan tanaman yang sama.
Kimpul umumnya merujuk pada Xanthosoma sagittifolium, sedangkan talas merupakan Colocasia esculenta. Penggunaan nama lokal yang berbeda-beda di sejumlah daerah membuat kedua jenis umbi tersebut kerap dianggap sama.
Kandungan Nutrisi Kimpul
Kandungan utama kimpul adalah karbohidrat dalam bentuk pati. Selain itu, umbi ini juga mengandung protein, serat, serta sejumlah mineral seperti kalium, fosfor, magnesium, dan kalsium.
Sebagai gambaran, penelitian Boakye dkk. (2018) mencatat kandungan gizi kimpul segar per 100 gram sebagai berikut:
- Energi: 125–135 kkal
- Karbohidrat: 20–25 gram
- Protein: 2–5 gram
- Serat: 1–2 gram
- Lemak: kurang dari 1 gram
Kandungan gizi tersebut dapat berbeda-beda tergantung varietas, kondisi pertumbuhan, bagian umbi yang digunakan, hingga metode pengolahan.
Komposisi tersebut membuat kimpul dapat menjadi salah satu pilihan sumber karbohidrat. Namun, manfaat gizinya tetap perlu dilihat sebagai bagian dari pola makan bergizi seimbang, bukan sebagai pengganti seluruh sumber pangan lainnya.
Manfaat Kimpul untuk Kesehatan
Berikut sejumlah manfaat yang dapat diperoleh ketika kimpul dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan bergizi seimbang.
1. Menjadi Sumber Energi
Karbohidrat merupakan salah satu kandungan utama dalam berbagai jenis umbi. Di dalam tubuh, karbohidrat dipecah menjadi glukosa yang kemudian digunakan sebagai sumber energi.
Karena itu, kimpul dapat menjadi salah satu alternatif sumber karbohidrat dalam menu sehari-hari. Mengonsumsi beragam sumber karbohidrat juga dapat membantu membuat pola makan lebih bervariasi.
2. Membantu Memenuhi Kebutuhan Serat
Kimpul mengandung serat pangan dalam jumlah yang dapat berbeda tergantung varietas dan cara pengolahannya.
Serat merupakan bagian dari pangan nabati yang tidak sepenuhnya dicerna tubuh dan berperan dalam membantu menjaga fungsi saluran pencernaan.
Meski demikian, kimpul sebaiknya tidak dijadikan satu-satunya sumber serat. Asupan serat tetap perlu dilengkapi dengan sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, dan sumber pangan nabati lainnya.
3. Menyumbang Vitamin dan Mineral
Selain karbohidrat dan serat, kimpul mengandung sejumlah mineral, termasuk kalium, fosfor, magnesium, dan kalsium.
Berbagai mineral tersebut dibutuhkan tubuh untuk menjalankan fungsi normal. Jumlah zat gizi yang diperoleh tentunya bergantung pada porsi dan cara pengolahan kimpul.
Karena itu, kimpul sebaiknya dikonsumsi bersama sumber protein, sayuran, buah, dan makanan bergizi lainnya agar kebutuhan nutrisi lebih beragam.
4. Bisa Menjadi Pilihan Sumber Karbohidrat Saat Diet
Kimpul juga dapat menjadi salah satu pilihan sumber karbohidrat bagi orang yang sedang mengatur pola makan.
Kandungan karbohidratnya dapat membantu memenuhi kebutuhan energi, sementara serat turut melengkapi asupan harian.
Namun, kimpul bukan makanan yang secara khusus dapat membakar lemak atau menurunkan berat badan. Jika ingin menurunkan berat badan, total asupan energi, porsi makanan, aktivitas fisik, dan cara pengolahan tetap perlu diperhatikan.
Kimpul yang direbus atau dikukus cenderung lebih mudah dikontrol kalorinya dibandingkan kimpul yang digoreng dengan banyak minyak.
Cara Mengolah Kimpul agar Aman Dikonsumsi
Ada satu hal penting yang perlu diperhatikan sebelum mengonsumsi kimpul, yakni umbi harus diolah dengan benar dan dimasak hingga matang.
Kimpul mengandung oksalat, termasuk kristal kalsium oksalat, yang dapat menyebabkan rasa gatal atau iritasi pada mulut dan tenggorokan apabila dikonsumsi tanpa pengolahan yang tepat.
Karena itu, kimpul sebaiknya tidak dimakan dalam keadaan mentah atau setengah matang.
Beberapa metode pengolahan seperti perendaman, perebusan, pengukusan, dan pengeringan dapat membantu mengurangi kadar oksalat. Proses pemanasan juga membuat umbi lebih aman dan nyaman untuk dikonsumsi.
Jika ingin mengolah kimpul di rumah, kupas dan bersihkan umbi terlebih dahulu, kemudian masak hingga benar-benar matang sebelum disantap.
Beragam Olahan Kimpul
Kimpul cukup fleksibel untuk diolah menjadi berbagai jenis makanan. Beberapa di antaranya:
- Kimpul rebus atau kukus: Cara paling sederhana untuk menikmati kimpul. Setelah dikupas dan dibersihkan, umbi dapat direbus atau dikukus hingga matang.
- Keripik kimpul: Umbi dapat diiris tipis kemudian digoreng atau diolah menjadi keripik. Perhatikan penggunaan minyak, garam, dan bumbu tambahan.
- Tepung kimpul: Umbi dapat dikeringkan dan digiling menjadi tepung yang kemudian digunakan sebagai bahan berbagai produk pangan.
- Olahan lainnya: Kimpul dapat dikembangkan menjadi berbagai makanan tradisional maupun produk pangan modern.
Kimpul merupakan salah satu pangan lokal yang berpotensi menjadi alternatif sumber karbohidrat. Umbi ini mengandung pati, serat, protein, dan sejumlah mineral yang dapat menyumbang zat gizi dalam pola makan sehari-hari.
Meski demikian, kimpul bukan makanan ajaib yang secara instan memberikan manfaat kesehatan. Porsi, cara pengolahan, serta makanan lain yang dikonsumsi tetap berpengaruh terhadap kualitas pola makan secara keseluruhan.
Hal yang tidak kalah penting, kimpul harus diolah hingga matang untuk membantu mengurangi senyawa oksalat yang dapat menyebabkan rasa gatal atau iritasi. Setelah diolah dengan tepat, kimpul dapat dinikmati dalam berbagai bentuk, mulai dari kukusan sederhana, keripik, hingga produk berbahan tepung.







