TANGSELXPRESS – Program aksi cepat Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto mulai mendorong masyarakat di Provinsi Banten untuk lebih memperhatikan kesehatan dan mengubah pola hidup.
Sejumlah warga mengaku menjadi lebih sadar menjaga pola makan, rutin berolahraga hingga mengatur waktu istirahat setelah mendapatkan pemeriksaan kesehatan melalui program tersebut.
Salah satunya Wanih (41), warga Pondok Bahar, Kecamatan Karang Tengah, Kota Tangerang. Ia mengaku merasakan manfaat dari pelaksanaan CKG, terlebih karena pemeriksaan dilakukan dengan sistem jemput bola yang mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat.
“Alhamdulillah dengan ada program cek kesehatan gratis ini membantu banget, karena saya ingin tahu penyakit saya. Kalau kita sudah tahu kita bisa ngerem makan-makan yang tidak boleh,” ungkap Wanih saat mengikuti CKG di Gelanggang Olahraga (GOR) Pedurenan, Kecamatan Karang Tengah, Kota Tangerang, Senin (10/8/2026).
Menurut Wanih, pemeriksaan kesehatan membuat dirinya dapat mengetahui kondisi tubuh lebih awal. Dengan mengetahui kondisi kesehatan, masyarakat juga dapat lebih berhati-hati dalam menentukan pola makan dan aktivitas sehari-hari.
“Terlebih bagi seusia saya yang sudah tidak muda lagi ini,” katanya.
Ia berharap Program CKG dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus mendorong pemerintah untuk semakin memperhatikan kesehatan warga.
“Saya ingin Banten lebih maju lagi dan lebih sehat, seperti program ini,” ujarnya.
Hipertensi dan Diabetes Dominan Ditemukan
Gubernur Banten Andra Soni mengajak masyarakat tidak takut menjalani pemeriksaan kesehatan melalui Program CKG.
Menurutnya, kekhawatiran mengetahui adanya penyakit justru harus dihilangkan. Sebab, deteksi dini dapat membantu masyarakat mengetahui langkah pengobatan maupun pencegahan yang tepat.
“Dengan kita tahu penyakit, kita tahu bagaimana mengobatinya, kita tahu bagaimana mengantisipasinya,” ujar Andra Soni.
Andra mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan CKG terhadap kurang lebih 5,4 juta warga Banten, hipertensi dan diabetes menjadi penyakit yang paling dominan ditemukan.
“Hipertensi dan diabetes ini cenderung bisa menjadi penyakit yang menyebabkan komplikasi. Oleh karena itu, harus ditangani dengan baik,” katanya.
Temuan tersebut, menurut Andra, menjadi pengingat pentingnya memperkuat upaya pencegahan dan edukasi kesehatan kepada masyarakat.
Ia menekankan, penanganan kesehatan tidak cukup hanya dilakukan ketika masyarakat sudah mengalami sakit. Upaya promotif dan preventif juga perlu diperkuat melalui edukasi mengenai pola makan dan gaya hidup sehat.
Pemahaman mengenai pola makan, menjaga kadar gula darah tetap stabil serta menghindari makanan yang dapat memicu peningkatan gula darah perlu terus ditingkatkan.
“Maka selain tindakan kuratif, kita juga harus melakukan tindakan preventif dan promotif dalam kesehatan,” jelasnya.
Andra juga mengajak masyarakat menerapkan pola hidup sehat, termasuk rutin berolahraga. Aktivitas fisik dinilai dapat membantu menjaga kebugaran sekaligus mendukung pengendalian tekanan darah dan kadar gula darah.
Ia berharap pelaksanaan CKG terus mendapatkan dukungan masyarakat dan berbagai pihak sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup.
“Kita dukung cek kesehatan, kualitas hidup warga Indonesia, khususnya Banten,” katanya.
Pemkot Tangerang Dekatkan Layanan Kesehatan
Sementara itu, Wali Kota Tangerang Sachrudin mengapresiasi kehadiran Gubernur Banten dalam pelaksanaan CKG di wilayah Kota Tangerang.
Menurut Sachrudin, pelaksanaan pemeriksaan kesehatan secara langsung di tengah masyarakat merupakan bagian dari upaya mendekatkan pelayanan kesehatan kepada warga.
“Ini dalam rangka mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, khususnya di bidang kesehatan, agar memastikan bahwa masyarakat selalu sehat,” kata Sachrudin.
Sachrudin mengatakan Pemerintah Kota Tangerang terus meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat, termasuk melalui puskesmas yang turut melaksanakan Program CKG.
Ia juga mengajak masyarakat tidak menunggu sampai mengalami keluhan atau sakit untuk memeriksakan kondisi kesehatan.
Menurutnya, pemeriksaan secara rutin penting dilakukan sebagai langkah deteksi dini sehingga gangguan kesehatan dapat diketahui dan ditangani lebih cepat.







