TANGSELXPRESS – Berjalan kaki merupakan salah satu aktivitas fisik paling sederhana, tetapi memberikan banyak manfaat bagi kesehatan. Belakangan, kebiasaan berjalan kaki setelah makan mulai banyak dianjurkan karena dinilai dapat membantu tubuh menjalankan berbagai fungsi dengan lebih optimal.
Lantas, apa saja manfaat berjalan kaki setelah makan dan berapa lama durasi yang dianjurkan? Dilansir dari Healthline, berikut sejumlah manfaat berjalan kaki setelah makan berdasarkan hasil penelitian dan rekomendasi ahli kesehatan.
1. Membantu Melancarkan Pencernaan
Berjalan kaki setelah makan dapat membantu merangsang kerja lambung dan usus sehingga makanan bergerak lebih cepat melalui saluran pencernaan.
Sebuah studi pada 2021 menunjukkan bahwa berjalan kaki selama 10-15 menit setelah makan selama empat minggu dapat membantu mengurangi sejumlah gejala gangguan pencernaan, seperti kelebihan gas, perut kembung, dan sering bersendawa.
Selain itu, aktivitas berjalan kaki secara rutin juga dikaitkan dengan penurunan risiko sejumlah penyakit pada saluran pencernaan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa berjalan cepat setidaknya lima jam atau sekitar 300 menit per minggu dapat menurunkan risiko kanker pada sejumlah organ pencernaan, termasuk mulut, tenggorokan, kerongkongan, lambung, usus, pankreas, kandung empedu, dan hati.
2. Membantu Mengontrol Kadar Gula Darah
Berjalan kaki setelah makan juga dapat membantu menjaga kadar gula darah tetap lebih stabil.
Tinjauan penelitian pada 2023 menunjukkan bahwa berjalan kaki dalam waktu 30 menit setelah makan lebih efektif dalam membantu mengendalikan kadar gula darah dibandingkan berjalan sebelum makan.
Sementara itu, studi kecil pada 2025 menemukan bahwa berjalan kaki selama 10 menit segera setelah makan dapat memberikan manfaat yang sebanding dengan berjalan kaki selama 30 menit yang dilakukan 30 menit setelah makan.
Karena itu, berjalan kaki ringan setelah makan dapat menjadi salah satu kebiasaan sederhana yang membantu menjaga kesehatan metabolisme.
3. Menjaga Kesehatan Jantung
Aktivitas fisik secara rutin memiliki hubungan erat dengan kesehatan jantung. Berjalan kaki setelah makan dapat menjadi salah satu cara sederhana untuk tetap aktif sekaligus membantu menjaga kesehatan kardiovaskular.
Olahraga secara teratur diketahui dapat membantu mengurangi sejumlah faktor risiko penyakit jantung dan pembuluh darah. Aktivitas fisik juga dapat membantu menurunkan risiko stroke dan serangan jantung.
American Heart Association (AHA) merekomendasikan aktivitas fisik dengan intensitas sedang setidaknya 150 menit per minggu. Target tersebut dapat dicapai, misalnya, dengan berjalan kaki selama 10 menit sebanyak tiga kali sehari selama lima hari dalam seminggu.
4. Membantu Menurunkan Berat Badan
Berjalan kaki dapat membantu membakar kalori sehingga berpotensi mendukung upaya menurunkan berat badan, terutama jika dilakukan secara rutin dan diimbangi dengan pola makan yang sehat.
Studi pada 2021 mencatat bahwa berjalan kaki sejauh 1,6 kilometer dapat membakar sekitar 100-112 kalori. Namun, masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui secara spesifik seberapa besar pengaruh berjalan kaki setelah makan terhadap penurunan berat badan.
Meski demikian, menjadikan jalan kaki sebagai bagian dari rutinitas harian tetap dapat membantu meningkatkan aktivitas fisik dan pengeluaran energi.
5. Membantu Mengatur Tekanan Darah
Berjalan kaki setelah makan juga berpotensi membantu menjaga tekanan darah tetap terkendali.
Sebuah penelitian pada 2020 terhadap individu yang kurang aktif secara fisik menunjukkan bahwa memulai program berjalan kaki secara rutin dapat membantu menurunkan tekanan darah sistolik. Manfaat tersebut juga terlihat pada sebagian penderita hipertensi yang sulit dikendalikan dengan pengobatan.
Dengan demikian, berjalan kaki dapat menjadi aktivitas fisik sederhana yang dilakukan secara rutin untuk mendukung kesehatan jantung dan pembuluh darah.
Berapa Lama Sebaiknya Berjalan Kaki Setelah Makan?
Berjalan kaki selama sekitar 10-15 menit setelah makan sudah dapat menjadi pilihan sederhana untuk mendapatkan manfaat kesehatan. Tidak perlu berjalan dengan kecepatan tinggi. Jalan santai atau jalan dengan intensitas ringan dapat dilakukan sesuai kemampuan tubuh.
Yang terpenting adalah melakukannya secara konsisten dan menjadikannya bagian dari gaya hidup aktif.
Berjalan kaki setelah makan bukan hanya membantu tubuh tetap aktif, tetapi juga berpotensi mendukung pencernaan, membantu mengontrol kadar gula darah, menjaga kesehatan jantung, serta membantu mengelola berat badan dan tekanan darah.







