• ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber
tangselxpress.com
Jumat, 23 Oktober, 2026
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
tangselxpress.com
No Result
View All Result
Home DUNIA KAMPUS

Analisis Manajemen Strategik dalam Meningkatkan Daya Saing UMKM Ritel: Studi Kasus Toko Hajasfel

Redaksi Tangselxpress by Redaksi Tangselxpress
Agustus 9, 2026
in DUNIA KAMPUS
Reading Time: 5min read
Penerapan Sistem Pengendalian Manajemen PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk
255
SHARES
2.5k
VIEWS

Strategi Bersaing Hybrid

Berdasarkan hasil analisis Value Chain, Critical Success Factor, dan kompetitor, Toko Hajasfel paling tepat mengimplementasikan kombinasi strategi cost leadership dan focus differentiation secara bersamaan (hybrid strategy).

Wijiharjono (2021) menjelaskan bahwa kerangka strategi generik Porter, yang terdiri atas kepemimpinan biaya, diferensiasi, dan fokus pada segmen tertentu, tetap relevan diterapkan pada konteks UMKM Indonesia karena memberikan arah yang jelas mengenai cara usaha memosisikan diri di tengah persaingan.

Pada praktiknya, keunggulan biaya Toko Hajasfel dicapai melalui efisiensi struktural pada rantai pengadaan, yaitu pembelian langsung dari distributor utama tanpa perantara tambahan serta pengelolaan stok melalui gudang mandiri untuk menekan biaya logistik dan penyimpanan, sejalan dengan Zuhroh dan Pratiwi (2014) yang menegaskan bahwa strategi biaya rendah pada ritel harus dicapai melalui efisiensi struktural, bukan sekadar menekan harga jual.

Di sisi lain, diferensiasi Toko Hajasfel difokuskan pada segmen keluarga dengan anak balita melalui kombinasi tiga kategori produk dalam satu lokasi, didukung layanan pengantaran lokal dan kanal penjualan daring via Grab. Zahara, Danial, dan Samsudin (2020) menegaskan bahwa strategi diferensiasi yang berfokus pada segmen tertentu terbukti lebih efektif dibandingkan diferensiasi massal bagi usaha kecil dengan keterbatasan sumber daya. Zahra dkk. (2025) turut menegaskan bahwa kombinasi cost leadership dan diferensiasi terfokus paling relevan diterapkan pada UMKM digital karena struktur biaya yang sederhana memungkinkan efisiensi biaya sekaligus fleksibilitas layanan bernilai tambah. Pemilihan strategi hybrid ini konsisten dengan posisi kuadran SO (Agresif) yang dihasilkan dari Matriks SWOT.

Strategi Pertumbuhan Berbasis Matriks Ansoff

Strategi pertumbuhan Toko Hajasfel disusun mengacu pada matriks Ansoff (Product-Market Growth Matrix) yang diperkenalkan Ansoff (1957), sebuah kerangka klasik dalam manajemen strategik yang memetakan alternatif pertumbuhan berdasarkan kombinasi produk dan pasar. Prasetyo dan Fitriani (2021) menyatakan bahwa penggunaan matriks Ansoff dalam perumusan strategi pertumbuhan UMKM memberikan panduan sistematis mengenai pilihan pertumbuhan yang sesuai dengan tahap perkembangan dan kapasitas sumber daya usaha. Mengingat kapasitas sumber daya Toko Hajasfel yang masih terbatas, strategi penetrasi pasar

dan pengembangan produk diprioritaskan pada jangka pendek-menengah (0-3 tahun), sementara pengembangan pasar dan ekspansi usaha ditempatkan pada jangka panjang (3-5 tahun). Rahmawati dan Arifin (2020) menegaskan bahwa urutan implementasi strategi pertumbuhan yang tidak sesuai kapasitas usaha berpotensi menyebabkan kegagalan karena sumber daya habis sebelum fondasi usaha terbentuk kuat, sehingga pentahapan progresif dari risiko rendah ke risiko lebih tinggi menjadi penting bagi keberlangsungan Toko Hajasfel.

BACA JUGA :  Bentuk-Bentuk Laporan Keuangan

Keunggulan Kompetitif Inti (Core Competence)

Sari dan Widodo (2023) mendefinisikan core competence sebagai kombinasi keterampilan, teknologi, dan pengetahuan organisasi yang menghasilkan proposisi nilai unik dan sulit direplikasi pesaing. Berdasarkan analisis Value Chain dan Critical Success Factor, teridentifikasi tiga core competence Toko Hajasfel, yaitu integrasi tiga kategori produk dalam konsep one-stop shopping dengan harga kompetitif, kapabilitas pengelolaan stok mandiri melalui gudang sendiri yang mempercepat proses restocking, dan kapabilitas hybrid channel (luring-daring) melalui kombinasi penjualan langsung di toko, layanan antar lokal mandiri, dan kanal Grab. Oktavianti dkk. (2024) menegaskan bahwa kelengkapan produk yang terintegrasi dalam satu lokasi merupakan faktor sukses kritis yang membedakan UMKM ritel yang bertahan dari yang tidak mampu bersaing. Evangeulista dkk. (2023) menemukan bahwa UMKM yang mengadopsi strategi hybrid channel lebih awal memiliki ketahanan bisnis yang lebih tinggi terhadap perubahan perilaku konsumen di era digital.

Balanced Scorecard sebagai Kerangka Implementasi

Kaplan dan Norton (1996) menegaskan bahwa tanpa kerangka strategy map yang sistematis, strategi sebaik apa pun berisiko tidak pernah diimplementasikan secara efektif karena tidak ada mekanisme yang mengaitkan tujuan strategis dengan tindakan operasional sehari-hari.

Ahmad, Junaid, dan Sidik Tjan (2022) menambahkan bahwa strategy map membantu pemilik usaha skala kecil memvisualisasikan hubungan sebab-akibat antar perspektif secara jelas: peningkatan kompetensi staf melalui pelatihan berkala akan meningkatkan efisiensi proses kasir dan optimalisasi kanal daring, yang berdampak pada peningkatan kepuasan pelanggan, dan pada akhirnya bermuara pada pertumbuhan omzet dan laba usaha.

Mawuntu dan Aotama (2022) menambahkan bahwa penerapan pengukuran kinerja berbasis KPI melalui Balanced Scorecard membantu UMKM mengidentifikasi secara objektif perspektif mana yang berkinerja baik dan mana yang memerlukan perbaikan.

Namun demikian, Dzulhadi dkk. (2022) mengingatkan bahwa salah satu kegagalan umum implementasi Balanced Scorecard pada UMKM adalah absennya cascading KPI ke tingkat individu, sehingga karyawan tidak memahami kontribusi pekerjaan mereka terhadap tujuan strategis perusahaan.

BACA JUGA :  Gerakan 'TOS' (Tertib Olah Sampah) Pembentukan Kebiasaan dan Aturan Pemilahan Sampah Rumah Tangga di Lingkungan RT/RW

Temuan ini diperkuat oleh Almas, Puspita, dan Lastiati (2023) yang membuktikan bahwa perspektif pembelajaran dan pertumbuhan yang lemah menjadi hambatan utama pencapaian target perspektif pelanggan dan keuangan pada UMKM.

Manajemen Risiko dan Perubahan

Manajemen risiko strategis Toko Hajasfel disusun dengan merujuk pada hasil analisis SWOT dan PESTEL untuk mengidentifikasi, menganalisis, mengevaluasi, dan menangani risiko secara sistematis, sejalan dengan standar ISO 31000:2018. Santoso dan Mujayana (2021) menekankan bahwa UMKM yang tidak memiliki pemetaan risiko yang jelas cenderung bereaksi secara reaktif dibandingkan proaktif mengantisipasi masalah, sehingga dampak kerugian yang diterima jauh lebih besar. Purwanto dan Suharyanto (2022) menegaskan bahwa UMKM dengan pemetaan risiko dan strategi mitigasi tertulis, meskipun sederhana, terbukti memiliki tingkat kelangsungan bisnis yang lebih tinggi.

Dalam konteks perubahan organisasi, Kotter (1996) menekankan bahwa kegagalan transformasi organisasi umumnya bukan disebabkan oleh kelemahan strategi itu sendiri, melainkan oleh lemahnya pengelolaan aspek manusia dalam proses perubahan tersebut. Hilmiana dan Kirana (2021) menemukan bahwa peningkatan kesejahteraan dan kinerja UMKM berkorelasi signifikan dengan pengelolaan strategi pemasaran digital oleh sumber daya manusia internal yang sudah memahami produk dan pelanggan, sehingga perubahan sistem kerja baru lebih mudah diterima oleh karyawan.

Isu Strategis dan Tantangan Regulasi

Nugroho dan Fauzi (2022) menegaskan bahwa kemampuan UMKM menjaga efisiensi biaya operasional merupakan faktor penentu ketahanan usaha di tengah tekanan persaingan ritel yang ketat. Zainurrafiqi dan Rachmawati (2019) menambahkan bahwa UMKM yang mampu mengadopsi teknologi digital lebih cepat dibandingkan kompetitornya akan memiliki keunggulan kompetitif berkelanjutan.

Ketujuh isu strategis yang teridentifikasi pada Toko Hajasfel, mulai dari daya saing dan diferensiasi layanan, keterbatasan ruang fisik dan parkir, optimalisasi penjualan daring, kepatuhan regulasi penjualan obat, stabilitas stok, kompetensi staf, hingga fluktuasi harga pemasok, berfungsi sebagai jembatan antara hasil analisis lingkungan dan tindakan strategis konkret yang perlu dijalankan ke depan, khususnya terkait keterbatasan regulasi penjualan obat-obatan yang membatasi variasi produk dibandingkan apotek formal.

BACA JUGA :  Edukasi Ilmu Akuntansi dan Menabung pada Anak-anak Serta Remaja

PENUTUP

Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis manajemen strategik terhadap Toko Hajasfel, dapat disimpulkan bahwa kekuatan utama toko terletak pada kelengkapan produk tiga kategori, harga kompetitif, fleksibilitas metode pembayaran, dan kanal penjualan hybrid, sedangkan kelemahan utamanya berkaitan dengan keterbatasan luas toko dan lahan parkir.

Dari sisi eksternal, peluang terbesar berasal dari rendahnya kompetisi ritel terintegrasi dan digitalisasi penjualan, sementara ancaman utama berasal dari kompetitor toko obat baru serta tekanan ritel modern dan e-commerce.

Matriks SWOT menempatkan Toko Hajasfel pada kuadran Agresif (SO), yang mengarahkan pemilihan strategi bersaing hybrid berupa kombinasi cost leadership dan focus differentiation, didukung strategi pertumbuhan berbasis matriks Ansoff berupa penetrasi pasar dan pengembangan produk pada jangka pendek-menengah, serta pengembangan pasar dan ekspansi cabang pada jangka panjang. Kerangka Balanced Scorecard dan roadmap tiga horizon waktu menjadi instrumen penting untuk memastikan strategi tersebut dapat diimplementasikan secara terukur dan berkelanjutan.

Saran

Bagi pihak manajemen Toko Hajasfel, disarankan untuk mempertahankan dan memperkuat posisi strategis pada kuadran SO dengan terus mengoptimalkan konsep one-stop shopping dan harga kompetitif, menerapkan strategi kombinasi cost leadership dan focus differentiation secara konsisten melalui efisiensi pengadaan barang dan pemanfaatan gudang mandiri, meningkatkan omzet dan variasi produk secara bertahap dalam jangka 1-3 tahun melalui penguatan sistem administrasi digital, membangun hubungan yang lebih erat dengan pemasok dan pelanggan, serta memperluas pangsa pasar dalam jangka 3-5 tahun melalui penguatan pemasaran digital, optimalisasi penjualan online, perluasan layanan pengantaran, dan pengembangan merek usaha.

Bagi karyawan, disarankan aktif mengikuti pelatihan product knowledge dan pelayanan pelanggan. Bagi mitra pemasok, disarankan memperkuat komitmen kemitraan formal guna menjaga stabilitas harga dan pasokan barang. Bagi peneliti selanjutnya, disarankan mengembangkan penelitian dengan pendekatan kuantitatif untuk mengukur dampak implementasi strategi digital terhadap pertumbuhan omzet UMKM ritel secara lebih objektif.

 

Penulis:

Arya Bagus Wicaksono
Chaidir Fadhil
Deliya Andriyani
Herfina Ifi Nurfaizah
Iqlima Davanti
Muhammad Ilham Najafi

Mahasiswa Administrasi Bisnis Internasional di LP3I Politeknik Jakarta

Previous Post

76 Calon Paskibraka dari 38 Provinsi Jalani Latihan Gabungan Jelang HUT ke-81 RI

Next Post

Prakiraan Cuaca Tangsel 10 Agustus 2026: Diprediksi Berawan, Suhu Capai 34 Derajat

Related Posts

Public Speaking Kunci Meningkatkan Kepercayaan dan Kemampuan Berkomunikasi
DUNIA KAMPUS

Public Speaking Kunci Meningkatkan Kepercayaan dan Kemampuan Berkomunikasi

Oktober 22, 2026
2.3k
SDM Bukan NPC! Kenapa Orang-Orang di Balik Layar Justru Jadi Kunci Kesuksesan Perusahaan?
DUNIA KAMPUS

SDM Bukan NPC! Kenapa Orang-Orang di Balik Layar Justru Jadi Kunci Kesuksesan Perusahaan?

Oktober 22, 2026
2.5k
Peran Public Speaking dalam Membangun Kepercayaan Diri
DUNIA KAMPUS

Peran Public Speaking dalam Membangun Kepercayaan Diri

Oktober 22, 2026
2.5k
Tips Sukses Menggunakan Marketplace
DUNIA KAMPUS

Strategi Penetapan Harga Produk pada UMKM di Tengah Kenaikan Biaya Marketplace di Indonesia

Oktober 22, 2026
2.4k
Bukan Tidak Pintar, Cuma Takut Bicara: Ketika Pengetahuan Tidak Sejalan dengan Kepercayaan Diri
DUNIA KAMPUS

Public Speaking sebagai Kunci Meningkatkan Kepercayaan Diri dan Prestasi Mahasiswa

Oktober 21, 2026
2.3k
Banyak Views, Sedikit Respons: Apakah Cara Berbicara Menentukan Keberhasilan Public Speaking di Era Digital?
DUNIA KAMPUS

Banyak Views, Sedikit Respons: Apakah Cara Berbicara Menentukan Keberhasilan Public Speaking di Era Digital?

Oktober 21, 2026
2.4k
Next Post
Prakiraan Cuaca Hari Ini: Diprediksi Berawan, Warga Tangsel bisa Menikmati Liburan

Prakiraan Cuaca Tangsel 10 Agustus 2026: Diprediksi Berawan, Suhu Capai 34 Derajat

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber

© 2022 TangselXpress.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING

© 2022 TangselXpress.com